
"Aku kan hanya bertanya, bukan menuduh."
Vio merasa tersinggung dengan perkataan Arby, apalagi sampai mendoakan dirinya berpisah dengan Marva.
"Tapi kenapa langsung Freya yang kamu sebut? Kenapa bukan aku? Ikmal? Marcell? Atau Vian? Atau bisa saja Marva sendiri yang memberitahu mereka tapi pura-pura bodoh!"
"Cukup!" Frans memijit kening dan tengkuknya, pusing dengan Vio dan Arby yang justru bertengkar.
"Radhi, Raine, dari mana kalian tahu?"
Si kembar menunduk, takut untuk menjawabnya setelah melihat mamanya dan Arby yang sama-sama marah.
"Jangan takut, katakan saja siapa yang mengatakannya."
"Tapi janji jangan ada yang memarahinya?"
"Iya, kami janji tidak akan marah pada orang itu."
"Chiro, Chiro yang mengatakannya," jawab si kembar takut dan langsung menghampiri Chiro yang duduk di antara Freya dan Arby.
Deg
Ini jawaban yang tidak pernah disangka oleh mereka. Bahkan Monic, Zilda, Letta, Ikmal, Vian, Marcell dan Mico ikut tegang.
"Chiro?"
"Kalian tidak salah bicara?"
"Tidak, memang Chiro yang memberi tahu kami."
__ADS_1
"Chiro, apa mommy kamu yang memberi tahu kamu? Lalu menyuruh kamu mengatakannya pada Radhi dan Raine?" tanya Vio.
Arby mengepalkan tangannya.
"Cukup Vio!" Arby sudah berdiri, siap untuk memukul Vio, tapi langsung dicegah oleh saudara-saudaranya.
"Kalau kamu tidak bisa menjaga perkataan kamu, keluar dari sini sekarang juga, Vio. Jangan terus-menerus membuat masalah!" hardik Marva.
"Aku hanya bertanya."
"Cukup Vio! Diam atau keluar dari sini sekarang juga!" bentak Marva.
Vio langsung bungkam.
"Sebaiknya kamu ceraikan saja perempuan seperti ini. Yang seperti inilah yang bisa menghancurkan keluarga kita. Tukang fitnah!" ucap Arby yang masih sangat geram.
"Jangan menghasut Marva, Arby! Kamu urus saja urusan pribadi kamu. Urusan rumah tangga kamu saja tidak becus. Pantas saja Freya meninggalkan kamu."
Vio memegang wajahnya yang berdenyut karena tamparan itu.
Bukan Arby yang menamparnya, tapi Elya (mommy Arby).
"Jangan pernah menghina putraku! Kamu memang bagian dari keluarga Arthuro, tapi kamu hanya menantu!"
"Del, sepertinya kamu harus mendidik menantu kamu ini dengan lebih baik lagi."
Vio terdiam. Kenapa selalu dia yang disalahkan? Dia kan hanya bertanya.
"Kamu minta maaf pada mereka, Vio!" perintah Marva. Vio diam saja.
__ADS_1
"Minta maaf, Vio!" ucap Marva sekali lagi.
"Maafkan aku."
"Minta maaf yang benar pada Freya, Arby, Chiro dan keluarga mereka."
Vio menghela nafas, dia sakit hati karena dipermalukan seperti ini.
"Freya, dan Arby, maafkan aku. Aku benar-benar tidak bermaksud menuduh, sungguh. Chiro, maafkan aunty. Om dan tante, aku juga minta maaf. Aku tidak bermaksud menyakiti hati kalian."
"Kalian kembali duduk, yang tidak berkepentingan lebih baik diam saja!" perintah Frans.
"Radhi, Raine, coba sekarang kalian cerita," ucap Carles.
"Awalnya terjadi saat pertama kali aunty Freya datang ke sekolah sebagai dokter. Chiro cerita, malam sebelumnya dia pertama kali melihat mommy kandungnya saat jalan-jalan ke tempat makan bersama uncle Arby. Tapi karena takut ketahuan oleh uncle Arby, dia langsung pergi. Lalu tiba-tiba saja aunty Freya datang ke sekolah, dan Chiro mengatakan pada kami kalau dokter yang dipanggil dokter Naya itu adalah mommynya. Chiro bilang, kami tidak boleh cerita pada siapa pun, dia takut nanti mommynya pergi lagi."
Kini mereka tahu bagaimana pertemuan tidak terduga Chiro dengan Freya.
"Lalu, apa hubungannya dengan kalian?"
.
.
.
.
Kalau aku up-nya banyak, like-nya yang rata ya😉
__ADS_1
Oya, sudah hari Senin lagi ternyata, jangan lupa Vote😃
Makasih, happy reading