
Di lain tempat sana, para perempuan yang sedang berkumpul kecuali Rei, sedang tertawa.
Mereka baru saja mendapat kiriman SS dari Marcell berupa percakapan dari para pria itu.
"Lihat nih, si Arby kompor banget."
Naya langsung mengirim pesan pada Rei.
[Kalian membeli perhiasan untuk siapa?]
[Untuk mamanya Agam. Ada Arby juga di sini, pasti kamu tahu dari Arby, ya?]
[Iya. Ya sudah, pulangnya hati-hati.]
"Freya baru saja menghubungi aku."
"Dia bilang apa? Nanyain aku?"
"PD banget kamu, Ar."
Arby hanya mendengkus saja.
"Bungkus yang rapih!" ucap Arby pada manager tokonya.
__ADS_1
"Baik, Tuan."
Manager itu hanya berpikir berapa beruntungnya dua orang ini, bisa masuk ke tempat khusus ini. Karena tidak semua orang bisa masuk. Selain selain keluarga kandung Arby, tentu saja hanya para sepupunya yang pernah masuk.
Yang menjadi temannya saja bisa dikasih gratis, apalagi nanti pacar dan istrinya?
Marva yang membaca pesan dari para saudara menyebalkannya itu, diam saja. Dia kesal, juga cemburu. Tapi tidak mau terbawa emosi. Tidak perlu membalas pesan mereka, yang ada dia malah tambah emosi karena dikompor-kompori.
Naya yang mendapat balasan dari Rei, hanya geleng-geleng kepala. Bisa-bisannya Arby menyebarkan gosip seperti itu, tapi dia juga tidak bisa menahan senyumnya.
Vio memutuskan pergi saja, karena tidak tahu sampai kapan mereka baru keluar. Di. merasa lebih senang, setelah melihat Rei dan dokter Agam jalan bersama. Apalagi ada Arby yang juga melihat mereka.
Yang dia tidak tahu, bahwa kemarin suaminya itu sudah mencium perempuan yang baru saja dia ikuti.
Kalau nanti Rei sudah menikah dengan dokter Agam, atau dengan pria mana pun, dia akan tenang. Tidak akan ada lagi yang mengganggu ketenangannya. Hari-harinya akan kembali tenang. Keluarganya sudah komplit. Suami dan sepasang anak, walau bukan anak kandungnya.
Tidak masalah siapa yang melahirkan si kembar, dia lah yang membesarkan mereka.
Vio juga tidak lupa membelikan buah-buahan. Karena Marva dan anak-anak suka dengan buah. Berbagai jenis buah dia beli. Rencananya untuk berhenti kerja sudah semakin kuat. Toh dia juga tidak akan kekurangan uang meski tidak lagi bekerja, karena keluarganya juga memang kaya.
Melihat salon, Vio memutuskan untuk ke sana lebih dulu, mempercantik diri meski tidak melakukan full perawatan karena waktu yang terbatas. Terbatas karena mengikuti Agam dan Rei.
Lain lagi di tempat yang berbeda.
__ADS_1
Frans dan Carles geram dengan berita yang mereka dengar.
Dokter Rei dan penerus Arthuro berciuman di rumah sakit.
Kenapa mereka bisa terlambat mendapat kabar ini, sehingga gosip tidak bisa lagi dicegah?
Delia yang juga mendengar berita itu, hanya bisa menghela nafas. Kepalanya sudah langsung sakit, membayangkan apa yang akan terjadi.
Marva juga sudah siap mendengar kemarahan keluarganya.
Kalau ditanya siapa yang akan paling marah?
Frans?
Carles?
Delia?
Viola?
Dia tidak peduli, ini hanya resiko kecil yang harus dia tanggung. Dia sudah menyiapkan jawaban apa yang akan dia berikan saat ditanya nanti.
Yang justru mengusik hati dan pikirannnmya justru foto yang dikirimkan oleh Arby.
__ADS_1