
Jika ada kesempatan, Marva akan mengajak anak-anaknya bertemu dengan Rei. Tentu saja tanpa sepengetahuan keluarganya, termasuk Viola. Sebenarnya itu bukan keinginan Marva saja, tapi juga si kembar yang sering mengajak bertemu dengan Rei.
Apa ini karena ikatan batin di antara mereka?
Para perempuan itu yang masih harus bolak balik Jakarta–London, tentu saja membuat mereka, para pria yang sedang pedekate itu memanfaat waktu sebaik mungkin.
🌻🌻🌻
Viola semakin merasa cemas, dia kembali teringat kejadian beberapa waktu lalu, saat perayaan ulang tahun rumah sakit keluarga Abraham itu.
Rei dan sahabat-sahabatnya, juga banyak dokter lainnya diundang dalam acara itu.
Untuk salah satu hiburannya, Arby dan saudara-saudaranya menyanyikan sebuah lagu.
Marva ikut bernyanyi sambil menatap dalam Rei, yang membuat Viola merasa sangat kesal. Viola benar-benar merasa tidak nyaman dengan tatapan mata Marva pada Rei.
Jika orang lain merasa terhibur dan benar-benar menikmati lagu yang dinyanyikan oleh Arby dan yang lain, tapi tidak dengan Viola, kedua orang tua Marva dan kakeknya. Ingin sekali Vio menarik tangan Marva dan mengajaknya pulang, tapi tentu saja itu tidak mungkin.
__ADS_1
Apalagi setelah orang-orang meminta pada Freya dan teman-temannya untuk ikut bernyanyi. Rei yang terlihat malu-malu itu pun punya pesonanya sendiri. Mereka memang memiliki aura masing-masing.
Rasa cemburu membuat seseorang menjadi bodoh. Yang tidak salah pun akan kena dampak.
Vio juga jadi merasa kesal dengan Freya dan yang lainnya. Bagi Vio, Freya itu seperti menjadi jembatan kedekatan Rei dengan Marva dan anak-anaknya.
Kenapa begitu?
Karena Chiro pasti mau selalu dekat dengan mommy-nya itu, sedangkan Arby juga pasti seperti itu, baik dengan alasan Chiro atau bukan.
Jika sudah seperti itu, maka si kembar juga akan ikut-ikutan. Mereka sering ikut ke mana saja Chiro pergi, apalagi kalau ke luar negeri. Vio tidak sadar, bahwa kedekatan anak-anaknya dengan Chiro memang sudah menjadi tuntutan dan didikan keluarga, agar bisa dekat dan akur dengan saudara meski hanya sepupu, kecuali satu yang menyimpang.
Arby sendiri juga selalu mengajarkan Chiro untuk baik dan sayang pada Radhi dan Raine.
Seperti itulah cemburunya Vio.
Kenapa mereka harus bersahabat. Dan kenapa mereka (Ikmal, Vian dan Marcell) harus dekat dengan teman-temannya (Monic, Letta dan Zilda).
__ADS_1
Sesampainya di rumah setelah acara ulang tahun itu, Marva harus menanggung dan menjawab pertanyaan dari keluarganya.
"Kenapa kamu harus bersikap seperti itu?"
"Itu ide Arby. Dia yang mau."
"Lalu kenapa kamu ikut-ikutan? Kamu kan sudah punya istri."
"Ya ampun, itu kan hanya lagu, aku hanya bernyanyi saja. Semua Arby yang mengaturnya."
"Kenapa kamu harus memandangnya seperti itu?"
"Kan aku sudah bilang, memang seperti itu konsepnya. Jangan berlebihan menanggapi semuanya."
"Lain kali jangan seperti itu, Marva. Kamu sudah memiliki istri, jadi harus menjaga nama baik keluarga."
"Aku dulu juga sudah punya istri, tapi disuruh menikah lagi. Sekarang hanya karena sebuah lagu dan membantu saudara, aku yang disalahkan. Sudahlah, aku lelah."
__ADS_1
Marva yang benar-benar merasa kesal, meninggalkan Viola dan kedua orang tuanya, juga kakeknya yang meski sudah tua, tapi masih terlihat gagah dan kuat.
Marva tidur di kamar anak-anaknya, dan mengunci pintu itu, agar Viola tidak bisa masuk.