
"Jangan ada tuduh kamu, Freya!"
"Tuh, jangan asal tuduh juga Anda!"
"Eyang jangan jahat sama mommy aku! Chiro enggak suka. Jangan membentak mommy Chiro!"
"Apa susahnya kamu mengaku!"
"Kalau aku bilang bukan aku, ya bukan aku. Kenapa aku harus mengakui perbuatan orang lain?"
"Aku percaya pada Freya, kalau dia bilang bukan dia, pasti bukan dia. Sudahkah, Kek. Jangan menyalahkan Freya lagi!" ucap Arby.
Hatinya sakit melihat Chiro yang menangis seperti itu dan Freya yang dituduh.
"Benar, kakak aku tidak mungkin melakukan itu!" ucap Vanya, adik Freya.
"Iya, adikku itu tidak mungkin melakukan hal seperti itu," ucap Anya, kakak Freya.
"Arlan, kami juga tidak suka kalau putri kami dituduh seperti ini. Kami percaya padanya. Freya memang keras, tapi dia tidak akan melakukan hal-hal seperti ini. Arby dan Freya memang sudah berpisah, tapi bukan berarti keluarga kalian bisa seenaknya dan menghakiminya. Apa kalian meminta semua berkumpul untuk mempermalukan Freya?" ucap ayahnya Freya.
__ADS_1
"Maaf, kami tidak bermaksud seperti itu," ucap Arlan.
"Tidak bermaksud seperti apa? Baru saja ayah mertua kamu itu memojokkan putriku."
"Ayah, tolong berpikirlah dengan hati yang dingin! Kita bisa membicarakan masalah ini secara kekeluargaan. Walau bagaimana pun juga, Freya itu mommy Chiro, cicit ayah. Ayah lihat, Chiro sampai menangis seperti itu!"
"Aku kan hanya bertanya."
"Bertanya tapi kok memaksa mengakui. Situ waras?" ketus Freya, dia sudah tidak peduli lagi dengan sopan santun.
"Yang sopan kalau bicara, Freya!"
"Freya," ucap Arby lembut, dia mengusap punggung Freya, agar dia juga tidak terpancing emosi.
"Daddy jangan ikut memarahi mommy, atau nanti Chiro meminta mommy menikah dengan uncle Mico. Nanti uncle Mico akan memberikan dede bayi. Chiro dan mommy akan bobo dengan uncle Mico. Biarkan Daddy memeluk bantal guling saja."
Deg
Enak saja, enggak boleh.
__ADS_1
"Jangan mengkhianati Daddy, Chiro! Kamu hanya akan punya satu daddy dan satu mommy."
"Nanti tidak akan lagi yang akan menenangkan Daddy saat Daddy mengigau, 'Freya Sayang, jangan tinggalkan aku lagi. Tolong maafkan aku, kembalilah, Sayang. Aku mencintaimu, sangat cinta. Tolong maafkan semua kesalahanku.' Seperti itu. Biarkan saja Daddy mengigau seperti itu sepanjang malam."
Wajah Arby langsung memerah, yang lain menahan tawa.
Bisa-bisanya anakku ini membuka aibku. Apa benar aku seperti itu? Kenapa dia tidak bisa menyimpan rahasia?
"Enggak kok, Daddy enggak akan memarahi Mommy, janji. Eyang tuh yang galak."
"Makanya bilang pada eyang, jangan lagi galak pada mommy. Tidak ada yang boleh memarahi mommy Chiro, mommy tidak boleh meninggalkan Chiro lagi."
"Sudah, Kek. Jangan lagi membahas masalah ini. Bisa saja yang melakukan itu orang lain yang memang tidak menyukai keluarga kita. Dulu juga Marva pernah digosipkan, kan. Makanya orang itu mulai mencari tahu yang sebenarnya."
"Baiklah, aku tidak akan membahas ini lagi. Kamu bisa pulang."
"Enak saja, tidak bisa begitu!" ucap Freya.
"Ada apa lagi?"
__ADS_1
"Aku mau minta pertanggung jawaban Anda. Anda sudah membawa akku ke seni dengan paksa, berapa banyak kerugian yang aku dapatkan? Aku ini seorang dokter, berapa banyak pasien yang aku terlantarkan? Bagaimana kalau ini mengancam kesehatan mereka? Aku juga difitnah, diperlakukan tidak menyenangkan. Apa yang Anda lakukan pada Rei dulu, sekarang Anda lakukan padaku juga."