
"Benar, masakan bunda kalian benar-benar enak. Bunda pintar sekali memasak ya, anak-anak!" ucap Marva sambil tersenyum.
Mereka bisa melihat kebahagiaan Marva, dan itu memang terlihat berbeda saat masih bersama Vio.
"Maaf ya, kamu jadi tidak nyaman karena mereka. Aku hanya mau kamu mengenal teman-temanku," ucap Marva setelah mereka pulang.
"Enggak masalah, justru aku merasa senang karena kamu mau mengenalkan ku pada mereka. Kalau ada yang tidak suka padaku, itu wajar, dan sudah menjadi resiko aku. Pasti ada saja yang tidak suka pada kita, mau kita baik atau jahat.
" Aku bawakan ini dulu untuk yang lain," ucap Rei, lalu pergi ke tempat teman-temannya.
Dia masuk ke unit milik Letta, dan sudah ada Marcell, Vian, Ikmal dan Mico, bahkan ada Agam. Pernikahan Rei dengan Marva, membuat Agam akhirnya menjadi semakin dekat dengan mereka.
"Kalian juga di sini?"
Rei tersenyum melihat para pria itu. Lalu meletakkan kue di atas meja. Dia berharap, kalau yang lain juga bisa segera memiliki pasangan.
Freya, Monic, Letta dan Zilda.
Kalau boleh jujur, ingin sekali Rei melihat mereka berpasangan. Marva dan si kembar menyusul ke sana.
Tidak lama kemudian, bel berbunyi.
"Siapa yang datang?"
__ADS_1
Monic yang membuka pintu lalu langsung berteriak senang.
"Aku kangen!"
Freya masuk ke dalam, dengan bergandengan tangan dengan Chiro. Disusul oleh Anya dan Vanya, juga pastinya si Arby.
"Tumben, Kak Anya dan Vanya ikut?" tanya Monic.
"Lagi break syuting, jadi pengen jalan-jalan sama Freya," ucap Anya.
"Sama, aku juga. Lagi ada waktu kosong sebelum tour ke luar kota."
Para perempuan itu tanpa permisi langsung masuk ke kamar.
"Kita masak saja, yuk!" ajak Marva.
Yang lain langsung menoleh.
"Tumben?"
Ternyata, dokter Agam pun bisa memasak. Marva menghela nafas.
Apa hanya aku di sini, yang tidak bisa memasak? Bahkan Mico yang saja pandai memasak.
__ADS_1
"Itu karena sejak kecil kamu selalu bersama kakek, jadi enggak bisa masak!" ucap Vian.
Marva menghela nafas, karena apa yang dikatakan Vian memang benar. Di sini, yang tidak pernah hidup mandiri jauh dari keluarga, hanya dirinya saja.
"Tapi untung saja kamu sudah menikah dengan Rei, dan tinggal di sini. Kamu menyelamatkan masa depan Radhi dan Raine," ucap Arby, yang langsung diangguki oleh Ikmal, Vian, Marcell, Mico dan Agam.
Mereka lalu melihat Radhi dan Raine yang sedang bermain bersama Chiro. Chiro, meskipun sangat dimanjakan oleh Arby, tapi dia juga mandiri.
"Oya, nanti malam kalian diminta oleh kakek untuk menginap di mansion," ucap Agam.
Di dalam kamar
"Ada yang masak?"
"Paling mereka. Mereka kan seenaknya, selalu menganggap tempat kita seperti rumah mereka sendiri."
Meskipun begitu, mereka kembali melanjutkan mengobrol, tanpa peduli apa yang para pria itu kerjakan. Nanti kalau mereka sudah selesai masak, baru mereka keluar untuk makan.
Mereka laku meletakkan semua makanan di atas meja.
Belum dipanggil, tapi para perempuan itu sudah keluar dari kamar, dan tanpa malu langsung makan.
Marva mengecup pipi Rei lebih dulu, membuat Rei sangat malu. Sedangkan Arby, mengecup kening Freya.
__ADS_1
"Lihat-lihat sikon, woy! Enggak usah pamer. Nih lagi, si Marva. Mentang-mentang sudah bersama Rei, urat malunya langsung hilang!"