Mother

Mother
141 Semua Karena Chiro


__ADS_3

"Lalu kami juga menceritakan rahasia kami pada Chiro. Kami bilang kalau mama bukan mama kandung kami."


"Lalu?"


"Terus Chiro bilang, di tempat makan saat malam itu, saat pertama kali dia melihat aunty Freya, dia juga melihat teman mommynya yang sangat mirip dengan Radhi. Dia dipanggil dengan nama Rei. Chiro bilang kalau pasti aunty yang bernama Rei itu adalah mama kandung kami, karena wajahnya benar-benar mirip dengan Radhi."


"Tuh kan, benar apa kataku. Anak kecil saja bisa menilai, apalagi orang dewasa. Mau membohongi orang-orang seperti apa? Memangnya si Radhi mau disuruh operasi plastik?" celetuk Freya.


Vio kesal, kenapa saat Freya bicara, tidak ada yang melarangnya.


"Chiroku memang cerdas," ucap Arby yang kelihatan sangat bangga.


"Lalu, kenapa kalian diam saja? Kenapa tidak ada yang cerita?" tanya Delia.


"Chiro yang menyuruh kami diam saja, sama seperti dia yang diam saja. Chiro takut kalau nanti dia cerita tentang mommynya, nanti uncle akan membuat mommynya pergi lagi."


Arby menatap sedih Chiro, bagaimana mungkin dia membuat Chiro jauh dari Freya, mimpi pun tidak pernah.


Kalau tahu dari awal kan, dia bisa memanfaatkan Chiro untuk pedekate dengan Freya.


Dasar!


"Chiro bilang, nanti bunda kami juga bisa saja pergi lagi karena takut pada kalian."

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa kalian membuat bunda pergi? Kenapa ayah membuat bunda pergi?" Raine menangis terisak.


Rei mengusap air matanya, begitu juga dengan Monic, Letta dan Zilda yang menangis haru dan sedih.


"Kenapa memisahkan kami?" tanya Radhi yang memeluk Raine.


Mereka terenyuh.


Tiga anak kecil ini sudah menjadi korban karena masalah keluarga.


"Waktu aunty Freya membawakan bekal untuk kami bertiga, bekal itu sama."


"Tapi rasanya beda."


"Pasti aunty Freya tahu kalau kami anak bunda."


"Chiro juga menyuruh kami untuk dekat-dekat dengan aunty Freya kalau mau kenal dengan bunda."


"Lalu saat pernikahan aunty Aurel, pertama kalinya kami melihat bunda."


"Ternyata benar, wajahnya sangat mirip dengan aku."


Mereka melupakan satu hal, meskipun anak kecil, tapi bukan berarti bodoh.

__ADS_1


Marva terdiam.


Itukah sebabnya mereka sangat mudah untuk diajak kerja sama? Tidak banyak protes dan bertanya saat aku meminta untuk tidak bercerita apa-apa tentang pertemuan kami dengan Rei? Itukah juga sebabnya mereka tidak keberatan aku menyuruh mereka memanggil Rei bunda?


Seharusnya Marva menyadari itu sejak awal.


"Itukah sebabnya kalian selalu mau ikut ke mana pun Chiro pergi?" tanya Delia.


"Kami memang ingin bermain bersama Chiro, tapi kami juga ingin dekat dengan bunda."


Siapa yang menyangka semua itu yang menjadi alasan mereka.


"Tapi kalian tidak membenci bunda kalian, kan?" tanya Freya.


Rei menahan nafasnya, itulah yang sangat ingin dia tahu, tapi sangat sulit untuk menanyakannya.


"Kami masih ingat nasehat aunty Freya saat pernikahan aunty Aurel."


"Kata aunty kan, kami harus menyayangi dan menghormati orang tua, apalagi ibu yang sudah mengandung dan melahirkan kami."


"Iya, kami masih ingat semua yang aunty katakan pada kami. Chiro saja tidak membenci dan sangat menyayangi aunty, jadi kami juga akan menyayangi bunda."


Mereka menatap Chiro, anak Freya ini memang cerdas dan sangat baik.

__ADS_1


Dan dia sangat mirip dengan Freya, baik kecerdasannya, juga kebaikannya.


__ADS_2