
Hai, masih ada di daftar favorit atau sudah dihapus?
Masuk season dua ya.
Season dua aku ganti cover, ya.
Sebagai kenang-kenangan, ini cover sebelumnya
Ini cover season dua
Biar setiap cover cocok sama temaπ
Happy reading
π΅π΅π΅
Rei memandang sekitarnya, ada perasaan cemas menyelimuti hatinya selama satu minggu ini. Dia berada di tempat yang asing dan tanpa ada siapa pun yang dia kenal. Apa dia akan kuat dan tetap bertahan.
Nenek, doakan Rei.
Rei berusaha mencari pekerjaan, tapi tentu saja itu sangat sulit. Rei berjalan sambil melamun menuju kampusnya. Tahun ajaran sebentar lagi mulai, mungkin ada baiknya dia memahami lebih banyak tentang kampus ini.
Rei memandang gedung fakultasnya.
Fakultas kedokteran ....
Cambridge, Inggris
Ya, dia benar-benar mengubah pilihannya. Melepas impiannya untuk menjadi seorang arsitek. Cita-cita yang sudah ada sejak dia masih kecil, membuat rumah yang layak untuk neneknya.
Tapi sekarang sudah tidak. Neneknya sudah tidak ada, tidak ada lagi rumah impian. Memangnya dia mau tinggal bersama siapa? Bahkan dia sudah berpisah dengan si kembar yang menggemaskan.
Tinggal di negera orang juga tidak menjadi pilihannya dulu. Semua berubah sejak neneknya pergi, semakin berubah sejak dia berpisah dengan si kembar. Dia ingin pergi jauh dari keluarga Arthuro. Melupakan mereka, seperti mereka yang tidak mungkin menganggapnya ada.
Deg
Jantungnya berdetak kencang saat dia melihat seseorang.
Seseorang yang selalu ada dalam pikirannya.
Dengan suara bergetar, dia memanggil orang itu dan berlari ke arahnya. Dia tidak ingin kehilangan orang itu lagi.
"Freya!"
__ADS_1
Freya menoleh dengan perasaan kaget. Rei bisa melihat wajah cemas pada gadis itu. Apa Freya tidak suka bertemu dengannya? Apa dia takut Rei akan menyusahkannya lagi?
"Kamu?"
"Aku Rei, Kirei."
"Kirei?"
Freya terlihat bingung, setahu dia namanya bukan Kirei.
"Reinata ... Reinata Kirei. Kamu bisa memanggil Kirei."
"Oh." Freya tersenyum mengerti.
"Kamu di sini juga? Kuliah?" tanya Freya.
Sebelum Kirei menjawab, ada lagi yang memanggil Freya.
"Freya!"
Freya menghela nafas melihat siapa yang memanggil. Kirei tahu siapa mereka.
Nania, Aruna, dan Nuna.
Nuna? Bukankah Freya dan Nuna sudah tidak akur? pikir Rei.
"Kalian juga di sini?" tanya Freya.
"Kita cari kafe saja!" ucap Freya.
Seperti biasa, dia memimpin berjalan. Aura pemimpinnya memang sangat besar.
Di kafe, Freya meminta mereka untuk tidak lagi memanggil dia dengan bama Freya, tapi Naya. Begitu juga dengan Nania, Aruna dan Nuna yang Freya suruh ganti nama panggilan.
Sama seperti aku, yang tidak ingin lagi dipanggil dengan nama Reinata, meskipun masih sama-sama Rei.
Naya lalu mengambil laptopnya, dan menutup akses mereka hingga tidak ada yang melacaknya.
"Bisakah kamu juga menyembunyikan aksesku?"
Mereka berempat melihat Kirei. Freya menatap Kirei dengan penuh tanda tanya.
"Kamu tidak terlibat kejahatan, kan?" tanya Naya
"Tidak," jawab Kirei cepat.
Sebenarnya aku melakukan kejahatan, yaitu meninggalkan kedua anakku yang masih bayi.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menyembunyikan datamu."
Kirei tersenyum lega. Sungguh, dia bahagia karena sekali lagi Freya datang di saat dirinya benar-benar bingung dan takut.
"Oya, jadi kamu benar-benar akan menjadi arsitek, ya?" tanya Freya.
"Aku melihat banyaknbuku arsitektur dulu di tempatmu," lanjutnya.
"Tidak. Aku mengambil jurusan kedokteran."
"Benarkah, tapi kenapa mengubur impianmu? Impian itu harus diraih, jangan mudah melepaskan meski kamu harus terjatuh berulang kali! Meski kamunharus berkorban banyak hal, teruslah berusaha menggapainya."
Freya terlihat berambisi dan juga sedih dengan perkataannya. Kirei tidak menjawab, namun mereka berempat bisa melihat kesedihan dinwajah gadis berwajah sendu itu.
"Terus, nenek kamu bagaimana? Siapa yang menjaganya kalau kamu di sini?"
"Nenek sudah meninggal, saat aku masih sekolah."
Naya, Monic, Letta dan Zilda diam, mereka terligat ikut bersedih.
"Ya sudah, sekarang ada kami. Kalau ada apa-apa, cerita saja pada kami, sebisa mungkin kami akan membantu," ucap Naya.
Inilah yang Kirei suka dari Freya. Freya (Naya) tidak pernah banyak bertanya tapi banyak membantu.
Naya juga akhirnya mengajak Kirei tinggal bersamanya.
Keempat gadis itu sangat baik pada Kirei.
Ternyata mereka sangat baik. Dulu aku mengira mereka sombong dan jahat, juga tidak mau berteman dengan gadis miskin seperti aku. Ternyata aku salah. Aku bersyukur bisa bertemu dengan mereka di sini, aku jadi tidak merasa sendirian.
Mereka tiba di tempat tinggal Naya.
Rei terpana melihat tempat ini. Benarkah Freya tinggal di sini?
Sebenarnya, siapa Freya ini?
π΅π΅π΅
Yang menagih Freya dan Arby di sini, itu ... sudah aku kasih. Sampai sini kalian sudah mulai nyambungkan, kan hubungan merekaπππ
Dari bab 1 sampai bab sebelumnya, cerita ini berhubungan ke Akibat Pernikahan Dini.
Dari bab yang ini dan seterusnya, berhubungan sama Jarak, ya.
__ADS_1
Sekarang tim cewek dulu, tim cewek nanti kapan-kapan.
Oya, ayo dong kasih like, komen, vote, kan hari Senin sekarang ada vote gratisπππ