Mother

Mother
74 Permintaan Marva


__ADS_3

Marva melihat anak-anaknya yang sedang makan es krim. Dia sengaja mengajak kedua anaknya itu jalan-jalan, tanpa Viola. Dia berpikir, apa yang akan terjadi jika suatu saat nanti mereka tahu siapa ibu kandungnya, karena belum tentu semua rahasia akan tetap aman.


"Radhi, Raine, ayah mau minta tolong pada kalian. Boleh?


" Boleh, Ayah."


"Tapi kalian tidak boleh cerita pada siapa-siapa ya, termasuk mama. Janji?"


"Tapi kenapa tidak boleh cerita pada mama?"


"Nanti mama marah pada ayah. Pokoknya kalian tidak boleh cerita pada siapa pun, siapa pun! Janji?"


"Iya, Ayah."


"Nanti, kalau Chiro minta pada ayahnya untuk menyusul aunty Freya ...."


"Aunty Freya?"


"Dokter Naya. Nanti kalau Chiro meminta pada ayahnya untuk menyusul dokter Naya, kalian juga minta ikut, ya. Bilang kalau kalian ingin jalan-jalan ke sana sambil menemani Chiro. Paham?"


"Hm ... oke, Ayah."


"Bagus, Anak-anak pintar. Ingat, jangan bilang pada siapa pun kalau ayah yang mengatakan ini Iya, mama juga jangan sampai ikut. Jadi, hanya kita saja yang pergi. Oke?"


"Kenapa mama tidak boleh ikut, kan kita bisa jalan-jalan dengan mama."


"Pokoknya mama jangan sampai ikut. Nanti ayah akan membelikan mainan untuk kalian."


"Iya, Ayah."


Huft, kenapa aku seperti mengajarkan anakku hal yang tidak baik? Tapi Rei adalah ibu kandung mereka, jadi tidak ada yang salah dengan ini. Aku juga tidak selingkuh, toh kalau aku selingkuh, Rei itu tetap saja ibu kandung mereka.

__ADS_1


Bukannya takut pada Viola, tapi memang susah untuk menemui Rei, karena perempuan itu memang sibuk dan selalu menghindar.


Marva kembali memandang anak-anaknya, yang salah satunya sangat mirip dengan Rei.


"Memang kapan biaya akan pergi, Ayah?"


"Ayah tidak tahu, mungkin tidak lama lagi."


"Apa dokter cantik Rei akan pergi juga?"


"Benar, jadi kalau kalian ikut dengan Chiro, kalian juga akan bertemu dengan dokter cantik di sana. Mau?"


Marva langsung semangat saat melihat anaknya yang mengangguk cepat. Dia tidak tahu kenapa dia melakukan ini, membujuk anaknya untuk pergi menyusul ke sana. Hanya saja, dia merasa harus melakukan ini. Dia hanya mengikuti kata hatinya, setelah berhari-hari berpikir.


Beberapa hari kemudian, Naha datang ke sekolah mereka.


"Ecan, mommy mau pulang dulu ya?"


"Ke negara tempat mommy tinggal dan belajar. Ecan yang baik, ya. Kalian juga ya, Radhi dan Raine."


Rei, yang juga ikut ke sana, memeluk keduanya.


"Bu(nda) pergi dulu, ya. Kalian harus bahagia."


Rei meneteskan air matanya, sekali lagi dia harus meninggalkan kedua anaknya di negara ini.


"Mommy, Mommy, jangan pergi!"


"Nanti Mommy akan menghubungi Ecan."


Setelah kepergian keduanya, Chiro langsung menangis.

__ADS_1


"Aku mau ke tempat Daddy!"


Di kembar yang tahu Chiro akan mengikuti Nata, langsung menghubungi ayahnya.


"Halo? Ada apa anak-anak?"


"Ayah, tante-tante dokter mau pergi sekarang!"


"Apa? Kenapa mendadak."


"Kami mau pulang dulu, Yah."


Sesampainya di mansion


"Tidak boleh!" Vio langsung melarang si kembar yang ingin menemani Chiro menyusul Freya.


"Tapi kami juga mau ikut, Mama."


"Kalian di sini saja, untuk apa ikut ke sana. Kalian kan juga harus sekolah. Nanti kalau sudah libur, kita akan jalan-jalan ke negara mana lun selain ke sana, bersama ayah."


"Tidak mau, kami mau ke sana sekarang bersama Chiro."


"Mama bilang tidak, ya tidak. Kakek, nenek dan eyang juga tidak akan mengijinkan."


"Kami akan minta ijin pada ayah."


"Ayah kalian sibuk kerja."


"Ada apa ini? Tadi anak-anak menghubungi aku dan meminta aku pulang."


Marva memasang wajah polosnya.

__ADS_1


__ADS_2