
Marva tiba di apartemen Arby, yang posisinya todak jauh dari Freya. Mereka kan sebenarnya juga sudah membeli unit di apartemen yang sama dengan para perempuan itu, dan Marva melakukannya secara diam-diam.
Ke tempat Arby, berarti tidak jauh dari Rei.
Keluarganya yang menyukai para perempuan yang menjadi sahabat Freya itu juga ternyata memiliki keuntungan sendiri buat Marva. Dan dia harus membayar royalti pada Arby.
Royalti?
Iya.
Arby meminta royalti karena sudah memberikan keuntungan yang banyak pada sahabatnya sekaligus para sepupunya itu. Karena ide membeli apartemen di sana adalah idenya.
"Kian harus bayar royalti. Karena kalau aku dekat dengan Freya, masing-masing dari kalian kan juga jadi dekat dengan mereka."
Memang saudara kurang ajar, enggak mau rugi.
"Ada apa? Mau curhat karena patah hati?"
"Anak-anak, kalian main sama Chiro, ya."
"Jangan membuat aku tambah pusing, Ar."
"Pasti mereka sudah tahu, ya? Aku sudah berusaha mereka tahu dan menghentikan gosip itu, tapi masih saja ada yang bermulut ember."
"Coba kamu hubungi keluargaku sekarang."
"Buat apa?"
"Biar mereka percaya kalau aku ada di sini."
"Bayarannya berapa?"
"Ar!"
"Iya, iya."
Arby langsung menghubungi salah satu nomor.
"Halo, kenapa Ar?"
"Kakek, nih Marva sama anak-anak ada di sini. Tuh lihat wajah mereka."
"Baiklah."
Arby langsung memutuskan panggilan itu, sebelum kakeknya bertanya lebih banyak lagi.
"Makanya, lain kali kalau mau berbuat mesum, lihat-lihat tempat. Bukannya aku mendukung apa yang kamu lakukan, tapi bukan berarti aku mendukung kamu sama Vio. Vio istri kamu, sedangkan Rei ibu dari anak-anak kamu."
__ADS_1
"Aku tidak akan menghakimi kamu."
Arby kembali mengambil ponselnya, dan mengetik sebuah pesan.
[Lihat, dia kabur ke sini.]
Ikmal
[Dia diusir?]
Marcell
[Siapa yang berani mengusir Marva, katakan padaku!]
Vian
[Paling kakek.]
Marcell
[Bukan, pasti papanya.]
Ikmal
[Mamanya.]
Vian
Marva mendengkus menatap Arby, tidak menghakimi tapi malah menggosipkan dirinya di grup.
Ikmal memasukkan Mico ke grup
Arby
[Buat apa kamu memasukkan dia ke grup?]
Mico keluar dari grup
Ikmal
[Bagaimana pun juga, dia tetap keluarga kita.]
Arby
[Dia merebut Freya.]
Marcell
__ADS_1
[Itu masa lalu, Ar. Lagian kan kamu tahu sendiri masalahnya apa.]
Ikmal memasukkan Mico ke grup
Mico keluar dari grup
Ikmal memasukkan Mico ke grup
Vian
[Awas kalau kamu berani keluar lagi, Mico!]
Marcell
[Mic, Marva diusir dari rumah.]
Mico
[Mana mungkin dia diusir, dia kan anak kesayangan dan satu-satunya.]
Ikmal
[Jangan begitu, Mic!]
Marva
[Kamu beli satu unit di sini, Mic.]
Mico
[Udah dari dulu, kali. Kalian tinggal di tempat yang sama kaya Freya, kan?]
Arby yang membaca itu hanya mendengkus.
Sementara itu, di tempat yang sangat dekat dari situ.
[Mereka sudah tahu tentang Marva dan Rei.]
"Rei, mereka sudah tahu soal kamu dan Marva," beri tahu Naya pada Rei setelah membaca pesan yang dia terima.
Rei mengangguk, dia sudah menyiapkan diri jika dilabrak oleh keluarga Arthuro, terutama Vio.
"Pasti tidak lama lagi akan ada gosip: Seorang Dokter Perempuan Di Rumah Sakit Ternama Dilabrak Oleh Istri Sah ... bukannya aku nyindir kamu loh, Rei, tapi kamu tahu sendiri kan bagaimana orang-orang."
"Iya, aku tahu. Aku sendiri juga berpikir tentang gosip yang semacam itu."
"Sebisa mungkin kamu jangan sendirian, lah."
__ADS_1