
Rei merasa, setelah neneknya meninggal dan melahirkan si kembar, tidak ada hari yang indah selain hari ini. Dia merasa bahagia sama seperti saat melahirkan si kembar.
"Terima kasih, Freya. Tolong jangan merasa bosan, karena seumur hidupku, aku akan terus berterima kasih padamu."
"Aku juga ikut senang, Rei."
Mereka berenam merayakan kebahagiaan ini bersama-sama, setelah sebelumnya menolak mentah-mentah kehadiran para pria yang suka mengikuti mereka itu.
Tidak jauh dari situ, di apartemen yang sama namun berbeda unit, para pria itu sedang menerka-nerka apa yang dilakukan para wanita mereka.
Wanita mereka?
Seenaknya saja ngaku-ngaku.
Kecuali Ikmal, yang hubungannya dengan Monic memang sebatas sahabat.
Tidak tahu kalau nanti.
"Ayo kita sama-sama berusaha mendapatkan mereka."
"Ayo!"
"Cheers."
"Kamu juga Mal, ikutan cheers."
"Memangnya siapa yang mau aku kejar?"
"Udah cheers saja, jangan ribet."
__ADS_1
Mereka berlima melakukan cheers, bukan alkohol, tapi susu coklat yang dibuatkan Chiro untuk mereka, karena bocah itu sedang ngambek dan menghukum mereka meminum susu coklat.
"Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan Nania?"
"Hamili saja langsung, nanti juga dia mau sama kamu," ucap Vian.
"Sialan, yang ada aku dicincang duluan sama keluarga aku."
"Sebelum keluarga kamu yang mencincang kamu, Freya duluan yang akan mengkebiri kamu."
"Kenapa tidak mencari perempuan lain saja?" tanya Ikmal.
"Kami ini pria setia, Ikmal."
"Setia apaan, kamu itu playboy, Marcell. Marva, sudah punya istri malah suka sama perempuan lain."
Benar juga apa yang dikatakan Ikmal.
Mereka menghela nafas.
Wajah ganteng dan kaya bukan berarti urusan percintaan juga ikut mulus.
"Kalian saja yang kena kutuk, aku mah enggak," ucap Mico.
"Kenapa begitu?"
"Aku kan bukan keluarga kalian."
Tidak ada yang menyahuti, dan tidak ada yang mau membahas masalah Mico.
__ADS_1
"Kalau memang jodoh juga enggak ke mana. Contohnya aku dan Freya," Mico melirik Arby.
"Ala, kamu dan Freya itu tidak berjodoh, ya."
"Siapa yang tahu."
Mereka geleng-geleng kepala, Mico selalu saja suka membuat Arby kesal. Mico terus melihat Arby, kemudian menghela nafas.
"Mereka sedang apa, ya?"
"Apa sedang membicarakan para dokter ganteng?"
"Terlalu banyak dokter ganteng di rumah sakit itu. Bahkan para om kita juga masih ganteng meski sudah tua."
"Aku akan meminta om untuk mengawasi mereka."
"Beri saja SP untuk pria yang mendekati mereka."
"Iya Ar, berikan saja SP untuk Marcell yang mendekati Nania," ucap Ikmal.
Marcell melihat Ikmal dengan kesal.
"Nanti pada saatnya kamu jatuh cinta, kamu makan merasakan apa yang kami rasakan," ucap dokter itu.
"Cell, aku mau tanya sama kamu. Kamu itu benar-benar cinta sama Nania, atau hanya karena penasaran saja?"
"Tidak usah dijawab lah, Cell. Biar kamu sendiri yang memahaminya. Jangan coba-coba kamu mendekati Nania, lalu menyakiti hatinya lagi."
"Kamu suka dengan Nania?" tanya Marcell kesal.
__ADS_1
"Yee, bukan itu. Kamu tahu sendiri kan Nania itu siapa, dia juga sahabat sama Freya. Dan kalian tahu persahabatan mereka seperti apa."