
"Apa yang mau kamu bicarakan?"
Vio memutuskan untuk bicara dengan Rei. Dia sengaja mengajak Rei bicara tanpa ada orang lain.
"Tolong jangan rebut Marva dariku!"
"Kamu lucu, siapa juga yang mau merebut dia dari kamu."
"Kalau ... seandainya Marva mengajak kamu rujuk ... aku mohon, tolaklah dia. Jangan rebut dia dariku."
"Ck, aku kan sudah bilang, siapa yang mau merebut dia dari kamu? Aku hanya mau anak-anak memanggil aku bunda."
"Bisa saja kan, Marva kembali ingin menikahi kamu karena anak-anak."
"Marva adalah masa depanku. Aku tidak ingin berpisah dengannya," lanjut Vio.
"Apa Marva sudah tidak mencintai kamu? Apa kalian akan berpisah?" tanya Rei hati-hati.
"Aku tidak mau kehilangan Marva. Dia adalah masa depanku."
"Kenapa kamu sangat mencintainya? Kenapa tidak mencari pria lain saja?" Rei sendiri tidak tahu kenapa dia bertanya seperti itu.
Hanya saja ....
__ADS_1
Jika dilihat dari akal sehat, bukankah seharusnya Vio pergi saja dari kehidupan Marva, mencari kebahagiaan lain seperti apa yang dikatakan oleh Freya.
"Tidak bisa, itu karena aku sangat mencintainya."
Apa sebegitu besarnya cinta Vio pada Marva? Apa cinta bisa membuat orang buta dan tertutup dengan dari akal sehat?
"Aku sudah bertahun-tahun bersama Marva. Tidak mungkin aku berpisah darinya begitu saja. Aku juga menyayangi Radhi dan Raine dengan tulus. Aku akan meminta kakek Frans menyetujui keinginan kamu, tapi jangan ambil Marva dan anak-anak. Kamu bisa tanyakan pada mereka, apa selama ini aku pernah memarahi mereka? Apa aku pernah memukul mereka?"
Rei menghela nafas. Melihat Vio yang menangis seperti ini, membuat dia tidak tega.
"Seandainya dia tidak lagi mencintai kamu, bukankah lebih baik berpisah saja? Dari pada kamu menderita sendiri. Bukan maksud aku mempengaruhi kamu, aku hanya bicara ini sebagai perempuan."
"Karena itulah, sebagai sesama perempuan, aku meminta ini padamu. Tolong pahami aku sebagai sesama perempuan."
"Rei, aku tahu kamu perempuan baik. Tolong jangan mau jika Marva ingin kembali menikahimu. Hanya dia yang aku inginkan jadi suamiku. Suamiku selamanya."
"Tolong berjanjilah untuk tidak kembali dengan Marva."
Rei menatap Vio. Terlihat jelas kalau perempuan yang membesarkan anak-anaknya itu sedang sangat cemas. Dan terlihat dia memang sangat mencintai Marva.
"Kamu kan masih bisa menikah dengan pria lain, yang bisa menerima masa lalu kamu," ucap Vio.
"Kamu juga kan masih isa menikah dengan pria lain, yang bisa menerima masa lalu kamu," kembali Rei membalikkan kata-kata Vio.
__ADS_1
Vio menghela nafas.
"Tidak bisa Rei, aku juga tidak berpikir akan menikah lagi dengan pria lain. Bukankah aku sudah bilang."
Rei berpikir, apa yang bisa membuat Vio sangat mencintai Marva.
Apa karena Marva tampan?
Masih banyak pria tampan
Apa karena Marva kaya dan dari keluarga terpandang?
Masih banyak pria kaya dari keluarga terpandang.
Apa karen dulu Marva yang merebut kesucian Vio sebelum mereka menikah?
Bisa jadi.
Mungkin karena itu Vio merasa dia benar-benar terikat dengan Marva. Tapi mereka kan sudah menikah, jadi kalau nanti Vio menikah lagi, keperawanannya tidak perlu lagi dipertanyakan.
Seperti apa kata Freya beberapa waktu lalu.
"Salah satu hal positif dari berita itu, pria yang nanti menjadi suami kamu juga tidak akan mempertanyakan keperawanan kamu. Karena dia sudah tahu masa lalu kamu. Tinggal kamu mendapatkan pria baik dan keluarganya juga bisa menerima kamu apa adanya."
__ADS_1