Mother

Mother
139 Fakta


__ADS_3

"Benarkah?"


"Iya."


Freya mengangguk setelah Mico mengatakannya. Mereka berdua memang sering bersama karena Mico sekarang menjadi pengacara Freya.


Dua hari kemudian


Di sini lah mereka berada, semuanya. Di tempat yang sama, yang sering terjadi perdebatan sengit ... kediaman Arthuro.


"Saya akan memberikan apa yang Rei mau."


Deg


Jantung Rei berdetak kencang. Apa dia tidak salah dengar? Dia langsung menatap Frans. Frans kembali menatap Rei. Dua pasang mata itu saling beradu.


Cukup lama mereka tidak melepaskan pandangan itu, dan Frans terus menatap wajah Rei, melihatnya dengan teliti sambil berpikir, lalu menatap mata itu sambil berpikir.


Frans berdeham, lalu melepaskan pandangan itu.


"Radhi, Raine, ada yang mau eyang sampaikan ...."


"Biar aku ... biar aku saja yang menyampaikannya, kakek," ucap Marva.


Frans mengangguk, menyetujui keinginan Marva.


"Radhi, Raine ... sebenarnya, sebenarnya mama Vio ini bukan ibu kandung kalian ...."


Deg deg deg


Jantung Vio berdetak kencang saat Marva mengatakan itu. Dia meremas tangannya. Air matanya mengalir begitu saja tanpa bisa dia cegah.


"Sebenarnya, ibu kandung kalian adalah bunda Rei. Dia yang melahirkan kalian ...."

__ADS_1


Deg


Kali ini Rei lah yang jantungnya berdetak sangat kencang.


Dua perempuan yang berjasa untuk si kembar itu sama-sama cemas tapi dengan alasan yang berbeda.


Vio takut, takut kalau setelah ini si kembar akan berpaling darinya, melupakannya bahkan meninggalkan dirinya karena dia bukan ibu kandung mereka.


Rei takut, takut kalau setelah ini si kembar akan berpaling darinya, melupakannya bahkan meninggalkan dirinya, dan sangat membencinya karena dia ibu kandung mereka yang dengan kesadaran penuh malah meninggalkan mereka.


Mereka berdua sama-sama takut dibenci.


Sama-sama takut ditolak.


Sama-sama cemas takut tidak diakui.


Mereka melihat reaksi si kembar yang diam saja. Chiro juga melihat si kembar.


"Kami sudah tahu. Kami sudah tahu kalau mama Vio itu bukan mama kandung kami."


Deg deg deg


Jantung mereka semua yang kini serempak berdetak kencang, seperti paduan suara.


"Ka ... kalian sudah tahu? Dari mana kalian tahu? Siapa yang memberi tahu kalian?"


"Dari ayah dan mama."


"Apa maksudnya?"


"Dulu ...."


"Sudah lama sekali ...." Radhi dan Raine sambung menyambung menjawabnya.

__ADS_1


"Kami mendengar ayah dan mama bertengkar, lalu mengatakan kalau mama buka mama kandung kami."


Marva dan Vio saling tatap. Apa mereka pernah mengatakan hal seperti itu? Kapan?


"Kapan? Kapan kalian mendengarnya?"


"Sudah lama ...."


"Sebelum kami bertemu dengan bunda Rei."


"Kami juga sudah tahu kalau bunda Rei bunda kandung kami."


"Sudah lama juga kami tahu."


"Siapa yang memberi tahu kalian? Apa bunda kalian yang memberi tahu kalian?" tanya Carles.


"Bukan."


"Siapa? Apa aunty Freya?" tanya Vio.


Freya mendengkus, kenapa selalu dia yang dituduh?


"Aku lagi, aku lagi, kalau aku ini jahat, seluruh harta kalian sudah jatuh ke tanganku karena terlalu sering aku tuntut atas dasar fitnah dan pencemaran nama baik."


"Kenapa kalian selalu menyalahkan mommy Chiro? Chiro benci kalian!"


Arby menatap kesal Vio, sudah cukup kesabarannya selama ini.


Kalau saja Frans itu bukan kakeknya, pasti sudah sejak lama dia menghajar pria tua itu.


Kalau saja Vio itu bukan perempuan, pasti sudah habis dia tampar sampai memar.


"Heh, mama palsu yang wajahnya tidak ada apa-apanya dibandingkan mommy Chiro, jangan asal tuduh kamu! Seenaknya saja kamu menuduh Freya, aku doain kamu ditinggalkan Marva, baru tahu rasa!"

__ADS_1


__ADS_2