Mother

Mother
41 Keinginan Viola


__ADS_3

Jika orang-orang melihat, Marva dan Rei terlihat seperti pasangan bahagia di mana sang pria memanjakan wanitanya dengan berbelanja dan membawakan barang belanjaannya yang begitu banyak.


Tidak jauh dari tempat Rei dan Marva, terjadi keributan antara pria dan wanita.


Freya ... itu Freya, kan?


Rei masih meyakinoan dirinya kalau itu Freya.


Itu bukannya Arby, Ikmal, Marcell dan Vian?


Marva pun ikut melihat arah pandang Rei.


"Kak, itu sepertinya aku kenal. Aku mau ke sana dulu! Sudah lama aku tidak bertemu dengannya."


"Jangan, kamu di sini saja. Bisa gawat nanti kalau ada yang melihat kita!" Marva berusaha mencari alasan agar Rei tidak mendatangi Arby, padahal tujuan Rei yang sebenarnya adalah Freya, meski dia tidak begitu yakin kalau itu Freya.


Dia melihat jika perempuan yang dia pikir Freya itu sedang bertengkar dengan tiga orang perempuan yang dia tidak kenal.


Tapi itu bukannya Arby, Ikmal, Marcell dan Vian, ya?

__ADS_1


Rei merasa gelisah, dirinya sangat ingin bertemu dengan Freya.


"Ayo!"


Marva buru-buru mengajak Rei pergi karena mata Rei sejak tadi terus memandang Arby, pikirnya.


Tiba-tiba Rei merasa keram di perutnya, namun sebisa mungkin dia tahan. Dia tidak ingin disalahkan karena tidak bisa menjaga pikiran agar tidak stres.


Apa dia suka pada Arby?


"Malam ini kita tidur di hotel saja."


Mendengar kata hotel, tubuh Rei menjadi tegang. Bukankah itu artinya mereka hanya berdua saja? Bukannya Rei baper atau berpikiran mesum. Namun sebagai gadis biasa, dia tentu saja tidak terbiasa harus tidur di hotel, apalagi hanya berdua saja dengan seorang pria, meski pria itu suaminya sendiri. Dia merasa aneh.


Rei mencoba mencari alasan agar mereka batal tidur di hotel, apalagi harus membayangkan saat mereka pulang nanti, harus disambut oleh tatapan tidak suka dari Viola, membuat Rei hanya bisa bersabar dalam diam. Bukannya Rei tidak bisa membalas dan menjadi perempuan lemah, hanya saja dia menghindari masalah karena cukup sadar diri siapa dirinya di mansion itu.


"Sudah, tidak ada bantahan."


Mau tidak mau, Rei harus menurut. Bukankah dirinya tidak memiliki kesempatan untuk menolak atau memilih?

__ADS_1


Di dalam mobil, tidak ada pembicaraan. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, terutama apa yang mereka lihat di mall dalam versi yang berbeda.


Sesampainya di hotel, Marva langsung menempelkan bibirnya di bibir Rei, ditekannya tengkuk Rei untuk memperdalam ciuman itu. Rei yang merasa bingung, tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya diam tanpa merespon. Kini bibir Marva beralih ke leher putih Rei, menggigit, dan melakukan apa pun dengan bibirnya hingga meninggalkan jejak merah di leher mulus itu.


Suara ******* Rei membuat Marva semakin tak ingin berhenti. Tangannya sudah menjalar ke mana-mana, menelusuri tiap lekuk tubuh istri mudanya itu.


Perlahan, Marva membuka resleting baju Rei hingga dress itu meluncur ke bawah dengan bebas. Marva yang sudah tidak tahan, langsung menggendong Rei ke kasur dan membaringkan tubuh itu dengan pelan.


Di kecupnya kening Rei, lalu mata, kedua pipi, dagu, hidung dan bibir merah Rei.


Sementara itu di mansion, Viola selalu melirik jam di dinding, menunggu kepulangan Marva yang sudah pergi dengan Rei sejak tadi siang.


Dia memukul-mukul bantal dengan kepalan tangannya.


Kenapa ini harus terjadi padaku? Apa mereka tidak sadar bahwa mereka berdua telah menyakiti diriku?


Viola sudah tidak bisa menahannya lagi, air matanya mengalir bebas, mengisyaratkan apa yang dia rasakan saat ini.


Kenapa aku harus berbagi suami? Apakah mereka tidak cukup bersabar hingga aku bisa memberikan Marva anak? Apa kesabaran dan perjuanganku selama tiga tahun ini tidak pernah mereka anggap?

__ADS_1


Jauh di lubuk hatinya, dia tidak pernah ikhlas Marva menikah lagi, dengan alasan apa pun. Memilih bercerai pun, bukan hal yang dia inginkan.


Aku harap perempuan itu benar-benar pergi setelah melahirkan, agar dia tidak mengganggu rumah tanggaku dengan Marva lagi. Aku ingin waktu cepat berlalu agar dia pergi secepatnya dan menyerahkan anak-anak itu untuk Marva dan aku.


__ADS_2