Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Menangislah Will"


__ADS_3

"Hallo, kai cepat jemput sohibmu di Club xxx sekarang"


"Hei...eeh...ada apa benernya dan siapa yang harus ku jemput?"


tanya kai panik sambil memakai jaket dan mengambil kunci mobilnya.


"Siapa lagi sobihmu yang gila selain Willy, cepatlah sebelum temanmu benar benar tidak bernafas"


"Gila kalian semua ya!! awas saja kalo dia sampai kenapa napa, aku sendiri yang akan habisi kalian!!!"


Kai dengan gila mengendarai mobilnya menuju Club tinju xxx.


Dia bahkan beberapa kali menerabas rambu merah lampu lalulintas.


Sesampainya dia langsung masuk ke Club xxx dan mendapatkan Willy yang babak belur tapi masih tidak mau turun dari ring, Willy bahkan masih terus mengucapkan kata-kata yang memprovokasi lawannya.


"stop enough !!, kalau kau berani menyentuhnya lagi, aku pastikan kau tidak akan pernah bisa melihat hari esok lagi"


teriak kai penuh amarah memperingatkan lawan fight Willy.


Kai buru buru naik keatas ring, dia bahkan masih sempat memberikan pukulan dan tendangan keras ke lawan fight Willy lebih dulu, baru memapah Willy dengan paksa untuk turun dari ring.

__ADS_1


Dengan dibantu dua orang penjaga keamanan Club xxx kai membawa Willy ke mobilnya.


Kai langsung melajukan mobilnya ke RS xx.


"Gila kau will !, ada apa denganmu?, apa kau memang ingin mati?!!"


kai tak henti hentinya memaki Willy atas tindakan konyolnya kali ini.


Tapi Willy sama sekali tidak bersuara untuk menjawab kai, dia hanya tertawa dan bergumam tidak jelas, tapi kai bisa melihat air mata yang perlahan jatuh dengan isakan kecil Willy.


Dari apa yang baru kai lihat, dia tahu kalo temannya itu sedang dalam keadaan yang benar-benar buruk.


"Kau tahu kai, selama ini aku mengira aku sendiri yang tersiksa karena kehilangan dirinya, tapi aku salah kai...aku salah .., aku bahkan tidak berusaha untuk mencari tahu dimana dia selama ini...ah!!....aku sudah kehilangan dirinya kai...hu...hu...hu..."


"Menangislah will..."


kai tidak bisa mengucapkan kata yang lebih baik lagi saat ini.


Sesampainya di RS xx, para dokter dan staf medis langsung melakukan tindakan medis, setelah semua luka dibalut Willy langsung di arahkan ke kamar rawat khusus kelg Atmadja.


Didalam kamar rawatnya Willy hanya diam tak mau bicara sedikit pun, kai juga tahu kondisi Willy saat ini dan tidak berniat untuk mengganggunya, jadi kai memutuskan pulang dan meninggalkan Willy sendiri.

__ADS_1


Dalam kesendiriannya willy mengenang kembali masa pertama kali dia dan rani berkenalan sampai saat mereka terpaksa berpisah karena dia harus kembali ke kota.


Willy kembali terisak saat mengenang semuanya, rasa sakit dan bersalah juga penyesalan mendera batinnya mengingat satu satunya gadis yang dicintainya selama ini telah menikah.


Bahkan menikahnya bukan dengan orang lain melainkan dengan om nya, ya gadisnya telah menjadi istri om jay nya.


"A....ah....!!! sakit...sakit...sekali....rani maafkan aku"


"hu...hu....hu....kenapa? kenapa kisah cinta kita seperti ini hu...hu...hu..."


"Oh Tuhan...hati ini rasanya sakit sekali, kenapa...kenapa...Engkau hukum aku seperti ini Tuhan..."


Willy tak henti-hentinya meratapi nasibnya.


Dia dengan keadaannya sekarang ini bukan lagi Willy CEO yang berhati dingin, saat ini dia tidak ada bedanya dengan seorang pria lemah.


Saat ini Willy hanya seorang pria yang sedang terpuruk.


* Ok readers hanya satu yang selalu author minta tetap dukung terus author dengan vote dan like 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2