
Sesampainya dirumah dilihatnya lampu didalam rumahnya masih terang belum padam.
Saat masuk kedalam rumah yang pertama kali dilihatnya adalah pemandangan istrinya yang sedang tertidur dengan posisi duduk di sofa ruang tamu.
"Dia pasti khawatir menungguku sejak tadi"
katanya lirih lalu membawa istrinya kedalam kamar mereka dan menidurkannya diatas kasur dengan sangat berhati-hati tak ingin istrinya terbangun.
Setelah meyakinkan kalo istri kecilnya sudah tertidur dengan nyaman, Sanjaya segera buru buru membersihkan tubuhnya dulu sebelum akhirnya ikut tidur disamping Rani istri kecilnya itu.
Sementara ditempat lain.
Setelah pergi dari rumahnya, Willy mempersiapkan semua perlengkapannya untuk perjalanan ke Eropa.
Dia bahkan tidak mengabari Kaizar sang asisten sekaligus sahabatnya itu.
Saat ini dia hanya ingin menenangkan hatinya dan berusaha menjauh agar bayang bayang wajah wanita yang dicintainya tak lagi mengganggunya.
Tak begitu sulit bagi Willy untuk mendapatkan tiket pesawat, setelah menunggu kurang dari 30menit pesawat dengan tujuan negara yang ditujunya.
Dirumah Sanjaya
Pagi hari setelah Rani selesai menyiapkan keperluan suaminya, dengan memberanikan diri dia bertanya pada suaminya perihal keterlambatan Sanjaya pulang tadi malam.
"Em...mas...."
"Iya sayang kenapa?"
"em...itu...semalaman mas kemana kok pulang terlambat"
__ADS_1
"oh...itu, semalam mas ada temu klien dan selesai udah malem"
"em...kenapa mas gak telpon ngabari aku"
tanya Rani takut takut kalo suaminya tersinggung.
"iya tentang itu mas minta maaf karena waktu mas sudah dijalan pulang dan akan mengabari kamu tapi hp mas gak ada, jadi mas balik lagi kekantor mencari siapa tau hp mas tertinggal disana, hah...tapi tetep gak ketemu"
"Aku coba telpon ya mas siapa tau ada yang menemukannya"
kata Rani mencoba mencari kebenaran tentang wanita yang mengangkat telponnya semalam.
"Iya boleh tu sayang, sapa tau aja ada yang nemuin tu hp"
"Aku loudspeaker ya biar mas juga bisa mastiin siapa tau mas kenal sama yang nemuin hp mas"
"tut...tut...halo, siapa ini?"
"halo kenalin aku Rani istrinya mas jay, kenapa hp mas jay bisa kamu yang angkat dan dimana mas jay nya?"
pertanyaan Rani seperti ini membuat jay mengernyitkan keningnya bingung.
Tapi Rani langsung memberi kode dengan meletakkan jarinya dibibir agar Sanjaya diam dan cukup mendengarkan saja.
"Oh maaf karena mas Sanjaya sedang mandi, nanti akan aku sampaikan padanya"
jawab wanita diseberang dengan percaya diri.
"kalo aku boleh tahu siapa kamu? dan ada hubungan apa dengan suamiku"
__ADS_1
tanya Rani masih bersandiwara
"oh itu kenalkan nama aku meirita, aku kekasihnya mas jay, apa ada pesan untuk mas jay?"
jawab wanita diseberang masih dengan percaya diri dan tak tau malu.
Tanpa melanjutkan interogasinya Rani langsung menutup sambungan telponnya.
"Siapa meirita mas?, kenapa hp kamu bisa ada padanya? dan apa benar hubungan kalian adalah pasangan kekasih?"
tanya Rani beruntun meminta penjelasan pada Sanjaya suaminya.
"Sayang...sayang... percaya padaku, tidak ada hubungan spesial apapun diantara kami, diantara kami hanya sebatas hubungan kerja, dia klien aku yang semalam aku temui, dan tentang hp itu aku tidak tau bagaimana bisa ada padanya"
jawab Sanjaya yang berusaha memberikan penjelasan kepada Rani istrinya.
Tapi Rani tidak meresponnya dia masih diam menatap mata suaminya berharap tidak ada kebohongan disana.
"Sayang percayalah padaku, aku sangat mencintaimu dan tidak mungkin aku menghianatimu percayalah sayang"
"Dan...dan... tentang hp itu mungkin saja aku meninggalkannya saat sedang meeting dengannya semalam, kamu percayakan sayang"
"Aku akan percaya kalo kamu bisa menyelasaikan permasalahan ini dengannya"
jawab Rani dengan dingin.
*Jangan lupa dukungannya tinggalkan jejakmu like vote dan coment 👍😘*
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1