
Pagi pagi sekali setelah menemani Ice menjaga Willy di Rumah Sakit, Fathir harus kembali karena harus mengurus semua pekerjaannya di Java** Park miliknya dan juga pekerjanaan Ice di Java** Florist.
Di kantornya Fathir tak dapat mengerjakan semua pekerjaan dengan fokus karena konsentrasinya terganggu setiap kali memikirkan apabila Ice memilih kembali ke Jakarta dan setuju menikahi Willy.
Walau telah berulang kali dirinya berkata,
"Sadar Fat jangan main gila, Ice itu gadisnya Willy, teman elo!"
Berulang kali Fathir berusaha mengucapkan kata kata itu untuk dirinya sendiri, berulang kali juga dia mengusap wajahnya dengan frustasi.
"Ini pertama kali gue jatuh cinta, pertama kali ada cewek yang buat gue merasakan serangan jantung mendadak, tapi kenapa harus Ice gadisnya Willy?"
"Baru kali ini gue merasakan tidak tenang bagini, makan tak enak tidur gelisah tak nyenyak kerja gak fokus."
Akhirnya Fathir menyudahi pekerjaannya karena mau dikerjakan gimanapun juga gak bisa fokus gak konsen, Fathir memilih untuk ke Rumah Sakit hanya sekedar untuk bisa melihat wajah Ice gadis yang dirindukannya.
Tapi saat dirinya sudah sampai di depan kamar rawat Willy, Fathir hanya berdiri mematung di luar saat dirinya mendengar teriakkan bahagia Willy,
"Yes!!! yes... akhirnya, Kai lo lihatkan akhirnya dia setuju, Ice nerima lamaran gue bro, ayo buruan urus ijin keluar dari Rumah Sakit ini lalu lo urus semua surat surat buat pernikahan gue sama Ice."
Terdengar teriakan Willy yang terdengar sangat bahagia tapi menyakitkan bagi Fathir.
Tiba-tiba saja dalam sekejap Fathir merasa hatinya telah hancur porak poranda, kantong plastik berisi makan siang untuk mereka bertiga yang dia bawa itupun jatuh tanpa disadarinya.
Menyebabkan bunyi klontang saat kaleng susu steril yang ada dalam kantung plastik itu tercecer.
Fathir buru buru memungut kantong plastik berisi makanan dan mengumpulkan kaleng susu yang tercecer dengan rasa hati yang hancur.
Dari dalam kamar rawat Willy, semua yang ada di sana dapat mendengar suara berisik khas dari kaleng yang terjatuh.
Semua mata langsung memandang kearah pintu tempat suara kaleng jatuh itu berasal, dan Kaizar segera berjalan kearah pintu untuk melihat siapa yang telah membuat suara berisik kaleng jatuh itu.
"Eh... bro elo ternyata! kebanyakan bawaan sih lo... sampe pada jatuh begini."
Kata Kaizar saat melihat siapa orangnya yang membuat suara berisik.
__ADS_1
"Bantuin oiii... bukan cuma dilihatin doang kenapa sih bro ! nih kantong plastiknya sobek tadi."
Kata Fathir sambil mengejar kaleng susu steril yang menggelinding.
Setelah mengumpulkan semua kaleng susu steril yang tercecer, Fathir bersama Kaizar masuk ke dalam ruang rawat inap Willy.
"Gimana keadaan elo sekarang bro? apa sudah lebih baikan"
Tanya Fathir sambil meletakkan kantong bawaannya ke meja yang ada di ruang rawat itu.
"Masih nyut-nyutan sakitnya bro, gue rencana mau balik Jakarta aja, mau lanjut pengobatan disana."
Jawab Willy sambil menggeser posisi duduknya karena mulai merasakan tidak nyaman di area sakitnya.
"Untuk tiduran aja dulu Om, biar gak terlalu berasa sakitnya."
Kata Ice yang masih memangku Mika.
"Gue mau mandi,rasanya sudah pada lengket nih belum mandi."
Kata Willy sambil berusaha untuk turun dari brankarnya, Fathir dan Kaizar buru buru membantu Willy untuk bisa turun dari brankarnya.
Ucap Fathir dan Kaizar bersamaan saat akan membawakan kantung infus Willy.
"Iya udah lo aja Kai, secara elo kan asistennya dia."
Kata Fathir, dan membiarkan Kaizar yang membantu Willy membawakan kantung infusnya.
"Jadi rencana kamu sekarang gimana Ce? apa akan tetap tinggal disini atau ikut Willy pulang ke Jakarta?"
Tanya Fathir pada Ice, walau dirinya berharap Ice untuk tinggal, tapi dia sadar dirinya bukanlah siapa-siapa yang bisa menahan Ice untuk tetap tinggal disampingnya.
"Iya Mas ganteng, Ice harus ikut Om Willy pulang dan mempertanggung jawabkan semuanya, bagaimanapun keadaannya sekarang ini disebabkan oleh Ice."
Ucap Ice yang pada akhirnya harus mengikuti Willy pulang.
__ADS_1
Walaupun Fathir harus merasakan patah hati dan sedih, tapi Fathir tetap berusaha untuk berbesar hati dalam menerima kenyataan karena memang gadis yang dicintainya adalah gadisnya Willy sahabatnya sendiri.
"Lakukan apa yang menjadi keputusan kamu Ce, dan tak perlu khawatir tentang Java**Florist, biar nanti gue yang bantu urusnya."
"Makasih banyak ya Mas, kamu bisa ambil beberapa persen dari keuntungan Java**Florist sebagai gantinya, buat ini sebagai kesepakatan kerjasama kita hitam diatas putih."
Ucap Ice, karena bagaimanapun bisnis mereka tetaplah bisnis kerjasama dan Ice tak ingin dianggap memanfaatkan kebaikan Fathir.
Belum lagi sempat Fathir melanjutkan percakapannya dengan Ice, Willy sudah keluar dari kamar mandi dengan Kaizar yang setia membawakan kantung infusnya.
"Jadi kapan kalian akan balik ke Jakarta bro?"
Tanya Fathir kepada Willy yang sudah selesai mandi dan berganti dengan pakaian yang dibawakan oleh Kaizar.
"Mungkin sore nanti ta, kalo Kaizar sudah mengurus administrasi dan ijin perpindahan rawatnya."
Jawab Willy, dan memilih duduk di sofa yang ada dalam ruang rawatnya itu.
"Sorry, tadi gue cuma beli makan 3 bungkus, gak tau kalo ada Kaizar dan ini.... oh iya nih bocil beneran anak lo bro? kok gue gak pernah dapet undangan lo nikah sih? tau tau udah punya bocil kembar pula."
Kata Fathir yang baru nyadar jika ada sepasang anak kembar dalam ruangan itu.
"Elo mau undangan pernikahan gue? yakin loh gak bakal potek? tunggu aja gak nyampe dua minggu gue bakal nikah sama Ice, awas aja lo kalo gak dateng di nikahan gue."
Ucap Willy yang terdengar pamer menjawab pertanyaan Fathir.
Willy tahu jika Fathir juga mulai jatuh cinta pada Ice, makanya dia sengaja pamer ke Fathir sahabatnya yang dia tahu banget kalo gak pernah jatuh cinta.
Willy juga merasa bersimpati atas perasaan sahabatnya satu ini kepada Ice, seolah dia dapat merasakan bagaimana sakitnya rasa patah hati pada cinta pertama, tapi bagaimanapun karena cinta tak harus membuat seorang teman mau mengalah dan menyerahkan orang yang dicintainya apapun alasannya.
"Jangan khawatir gue pasti bakalan dateng ke pesta pernikahan kalian, gue cuma pesen jangan pernah buat Ice menangis atau gue yang bakal gantiin elo ngerawat Ice."
*Selamat membaca para readers akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab disela sela kesibukan outhor setelah sekian lama absen gak update bab.
Dan semoga outhor bisa kembali up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍