
Willy yang sudah kembali kerumah si Mommy sekedar untuk melepas rindunya pada sang Mommy dan si kembar.
"Ayah....."
Teriak kedua bocah kembar itu saat melihat Willy sudah pulang.
Willy merentangkan kedua tangannya untuk menangkap dan menerima pelukan kedua bocah kembar itu.
"Sayangnya Ayah mmmuach.... mmmuach... ayah rindu banget, gimana selama ayah gak ada kalian gak nakal kan? gak buat Oma menangiskan,?"
Tanya Willy kepada kedua bocah kembar itu sambil menciumi pipi gembul keduanya yang menggemaskan itu.
Selama dua hari Willy menghabiskan waktunya untuk quality time bersama anak anaknya, saat ini mereka-lah moodboster bagi Willy, canda dan tawa mereka di balik kenakalannya adalah hiburannya yang menjadi penyemangatnya.
"Ayah ! Mika ingin memetik buwah cercen itu (buah seri ) tapi gak campe, ayah hayus bantu Mika."
Si cantik Mika berteriak memanggil Willy berniat meminta tolong agar mengambilkan buah cersen yang ada dihalaman.
Tapi karena Willy sedang sibuk dan fokus dengan pekerjaannya di depan notebook nya, sehingga tidak mendengarkan teriakan sicantik Mika.
Miko yang sedang bermain sepeda baru segera menghampiri saudara kembarnya dan dengan sikapnya yang terkadang sok pahlawan itu, Miko berusaha memanjat pohon cersen.
Setelah berhasil memanjat pohon cersen, Miko mulai memetik buah cersen yang sudah masak dan berwarna merah sangat menggiurkan.
Miko mengisi kantung bajunya penuh dengan buah cersen, setelah dilihatnya kantung bajunya sudah penuh buah cersen, Miko mulai berupaya untuk turun tapi begitu melihat kebawah dia merasa ketakutan.
Karena rasa takutnya, Miko hanya memeluk batang pohon cersen tapi karena ego dan rasa malunya Miko enggan untuk berteriak meminta tolong.
Mika yang lelah menunggu di bawah pohon akhirnya meninggalkan Miko saat Mbok Na memanggilnya untuk makan siang.
Tak satu orangpun yang tahu kecuali Mika jika saat ini Miko sedang terjebak diatas pohon cersen sendirian.
Saat semuanya sudah berkumpul dan mulai makan siang, baik Mbok Na, Mommy dan Willy merasa ada yang kurang tapi tak terpikirkan tentang tak adanya Miko bersama mereka saat ini.
__ADS_1
Sementara diatas pohon Miko mulai merasa mengantuk karena tiupan angin, Miko yang memeluk batang pohon mulai memejamkan matanya, kepalanya mulai terayun ke kanan ke kiri terkadang terantuk batang pohon yang di peluknya.
Setelah sekian lama memikirkan hal yang dirasa kurang akhirnya Willy menyadari jika Miko tidak bersama dengan mereka.
"Mika cantik dimana Miko? kenapa dia tidak ikut makan bersama kita?"
Tanya Willy sambil membersihkan mulutnya dengan tisu setelah selesai makan dan minum.
"Mito ada diatas pohon cercen diya tadi nayik keatas untuk ambiltan buwahnya untuk Mika, tapi Mito hak tuyun tuyun."
Kata sicantik Mika yang menceritakan jika Miko naik ke atas pohon cersen.
Willy buru buru berlari ke halaman dan mencari Miko, di lihatnya sepeda Miko yang tergeletak di bawah salah satu pohon cersen, Willy langsung berlari kearah pohon.
Willy melihat keatas dilihatnya si kecil Miko siap meluncur jatuh kebawah tepat saat Willy sampai di bawahnya.
Willy langsung bersiap menangkap si kecil Miko, saat dirinya sudah bersiap...
"Aaaa.... awas Will cepat tangkap !!!"
Semua orang di buat scott jantung, tapi saat itu tubuh mungil Miko bukannya jatuh justru tergantung karena kerah bajunya menyangkut pada ranting membuat yang melihatnya semakin was was.
Disaat semua orang tegang karena keadaannya yang tergantung di atas pohon, si kecil Miko masih tetap memejamkan matanya tertidur, mungkin saat ini dia sedang bermimpi bermain ayunan.
Willy masih waspada, sementara Mang Udin buru buru berlari mengambil tangga dan membawanya ke pada Willy.
Willy buru buru naik keatas tangga yang sudah dipengangi oleh Mang Udin, begitu sudah menangkap tubuh kecil Miko dirinya langsung memeluk Miko dan melepaskan ranting yang menyangkut di kerah bajunya.
Setelah berhasil Willy dengan satu tangan memeluk Miko dan tangan yang lain untuk berpegangan saat dirinya harus turun dari tangga dengan menggendong si kecil Miko.
Sesampainya di bawah Willy langsung membawa Miko ke dalam kamarnya dan menidurkannya diatas tempat tidur.
Dia membelai rambut kepala bocah kecil itu, ada rasa lega setelah dirinya sempat khawatir tadi, tapi juga merasa lucu saat melihat bagaimana bocah kecil ini masih tetap bisa tertidur walau dalam keadaan tergantung diatas pohon.
__ADS_1
Willy kembali menemui Mika dan juga yang lainnya, Willy memberikan pengertian kepada Mika tentang bahayanya naik keatas pohon dengan tubuh kecil mereka jika tidak ada orang dewasa yang menjaga mereka.
"Iya ayah, Mika janji gak atan nayik pohon tapi tadi Mito nayik pohon kayena mayu bantu Mika ambil buwahnya."
Ucap si cantik Mika kembali menceritakan awal mula kejadiannya.
"Kenapa Mika tidak minta tolong keayah tadi sayang?"
Tanya Willy pada si cantik Mika yang masih bermain dengan boneka Teddy bearnya tapi dengan mata yang berkaca-kaca karena merasa bersalah.
"Tadi Mika cudah pandil pandil Ayah tapi Ayah gak dener."
Jawab di cantik Mika yang mulai meneteskan air matanya.
Willy segera memeluk sicantik kecil Mika dan mengusap air matanya, sambil mencium pipinya.
"Mmmuach... mmmuach maafin Ayah ya sayang, Ayah tadi sibuk jadi gak denger saat Mika manggil Ayah tadi."
Ucap Willy yang juga merasa sangat bersalah.
Willy tak bisa membayangkan seandainya dirinya telat menemukan Miko yang tergantung diatas pohon tadi, apa jadinya jika bocah itu lebih dulu terjatuh dari atas pohon sebelum dirinya datang tadi, memikirkan semuanya membuat Willy kembali merasa lalai dalam menjaga si kembar.
Saat seperti ini Willy kembali teringat kata-kata Kaizar yang menyarankan agar dia segera menikahi Ice sehingga akan ada yang membantunya dalam menjaga dan membesarkan si kembar.
Selain dirinya bukanlah orangtua kandung si kembar, dirinya juga seorang yang belum berumah tangga sehingga akan sulit baginya dalam membesarkan si kembar seorang diri.
Willy kembali bersemangat untuk segera menemukan Ice dan segera menikahinya menjadikan Ice istrinya.
Willy berencana dirinya akan kembali melanjutkan mencari Ice ke beberapa kota yang belum didatanginya untuk menentukan Ice.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum fit juga kondisi anak yang Alhamdulillah baru mulai sehat ditambah juga sibuk karena anak yang sedang ulangan PAS, semoga saja terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘,😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍