
Tapi sialnya semua sudah dirancang sangat apik.
Semua kendaraan yang digunakan para pelaku itu setelah ditelusuri semua adalah kendaraan milik jasa rental mobil dari tempat yang berbeda.
Dan saat berusaha dilacak identitas penyewanya itupun diketahui semua menggunakan identitas milik orang lain dalam arti identitas palsu.
Setelah sempat menemui jalan buntu, akhirnya Kai mencoba membaca lagi jejak rekam CCTV disepenjang jalan yang dilalui oleh kendaraan para pelaku hingga tempat akhir kendaraan para pelaku berhenti Kai mulai lebih teliti dia mulai maju mundurkan durasi waktu sebelum dan sesudah kendaraan pelaku berhenti ditempat terakhirnya.
Dari situ Kai mulai mengidentifikasi kembali kendaraan yang datang dan keluar dari tempat tersebut satu persatu, dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama karena Kai tak ingin satu petunjukpun luput dari pengawasannya.
Sementara di RS XX
Willy terus berjaga dengan gelisah di depan ruang operasi, dia mondar mandir tak tenang seperti setrikaan.
Setelah lelah mondar mandir maka Willy akan duduk lalu berdiri dan pindah duduk lagi di tempat yang berbeda.
Satu jam berlalu lampu ruang operasi masih berwarna merah menandakan operasi belum belum selesai.
Dua jam, tiga jam, empat jam lampu ruang operasi masih merah, sampai akhirnya setelah melewati lima jam lampu ruang operasi mulai berganti warna hijau yang menandakan operasi telah selesai.
__ADS_1
Dan pintu ruang operasi mulai terbuka, Willy yang sudah sangat gelisah segera menghampiri Dr kepala dan menanyakan hasil operasinya.
"Dr, bagaimana apakah operasi Om Jay dan Istrinya berhasil?"
tanya Willy sambil memegang dan menggoyangkan bahu sang Dr yang tampak lelah itu.
"Tenanglah Tuan, operasinya telah selesai tapi masa keritis pasien belum berlalu, jadi keadaan pasien belum bisa dianggap aman"
kata Dr kepala menerangkan dengan hati hati.
"Bagaimana dengan istrinya apakah operasinya juga sudah selesai?"
"Untuk nyonya karena keadaan khusus yang dalam keadaan hamil, maka setelah keadaannya mulai stabil, barulah kami akan melanjutkan operasi kedua yaitu pengangkatan janinnya dan semoga rahimnya nyonya baik baik saja"
kembali Dr kepala menerangkan dengan hati hati khawatir Tuan didepannya yang merupakan pemilik RS XX tempatnya bekerja tidak dapat menerima keadaan sebenarnya dari pasien.
Willy tak lagi bertanya, dia merasa tubuhnya tiba tiba limbung dan dia terduduk dibangku tanpa tenaga.
Bukan hanya karena syok mengetahui keadaan Om Jay dan Rani tapi juga karena dari sejak dia mendapatkan kabar Kecelakaan keduanya, Willy memang tidak menyentuh makanan maupun minuman sama sekali.
__ADS_1
Taklama brankar yang ditempati Om Jay dan Rani di dorong petugas medis menuju ruang pemulihan (ICU) pasca menjalani operasi.
Willy segera menghubungi Kai untuk menjemputnya dan mengintruksikannya untuk menempatkan beberapa pengawal untuk menjaga keselamatan Om Jay dan Rani, karena Willy merasa pihak musuh masih mengawasi dan sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan Om Jay dan Rani begitu mereka mengetahui kalau keduanya selamat.
"Kai kemarilah, dan bawa beberapa pengawal untuk menjaga keselamatan Om Jay dan Rani"
kata Willy memberikan instruksi tepatnya perintah kepada Kai.
Kai segera memanggil beberapa pengawal pilihan untuk mengikutinya menuju RS XX, tanpa banyak bicara semua yang ditunjuk segera mengikuti Kai.
Sebelum berangkat Kai sudah menerangkan lebih dulu keadaan dan situasi yang sebenarnya pada Tim Pengawalnya.
Sesampainya di RS XX Kai langsung menghampiri Willy yang tampak kuyu dan membawanya pulang dengan kendaraannya.
Sementara Tim Pengawalnya segera menempati posisi masing untuk menjaga keamanan dan keselamatan Om Jay dan Rani.
*Selamat membaca para readers maaf outhor gak tepat janji untuk up setiap hari karena kesibukan outhor.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍