Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Bersitegang"


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Willy sibuk dengan pekerjaannya berusaha untuk memulihkan keadaan perusahaan induk yang sebelumnya diambang ke hancuran.


Willy juga berusaha menyempatkan berkunjung menengok Daddy-nya yang sedang di rawat di RS karena serangan jantung mendadak saat mengetahui beberapa proyek mereka bocor sehingga hampir membuat perusahaannya collapse.


Yang dilakukan Willy pertama kali adalah mencari dalang dari semua masalah yang terjadi.


Disaat Willy melajukan kendaraannya menuju kantor, tiba-tiba ponsen Willy bergetar dan di lihatnya ID si penelphone tertulis nama Rico sang kepala keamanan.


segera Willy menekan tombol terima.


"Hallo what's the problem Rico?


"Sir at the moment, we are in the hospital, but some unknown person forced their way in"


(Tuan saat ini, kami berada di rumah sakit, tetapi beberapa orang tak dikenal memaksa masuk)


"Then what happened?"


Tanya Willy yang langsung memutar arah mobilnya ke RS tempat Daddy-nya dirawat.


"We tried to restrain them, but they insisted that a fight was inevitable."


(Kami berusaha menahan mereka, tetapi mereka memaksa sehingga perkelahian tidak dapat terelakkan).


"Ok I'll be there soon, please hold on don't let them come in"


(Ok saya akan segera kesana, tolong tahan jangan sampai mereka masuk)


Willy memberikan perintah, lalu segera pergi menuju RS tempat Daddy-nya dirawat.


Willy dengan lihainya mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.


Willy juga memberikan perintah kepada Rico ketua dari team keamanan perusahaan untuk segera menghancurkan perusahaan yang bekerjasama untuk menghancurkan perusahaannya beberapa bulan terakhir.


"Ok sir"


Saat itu juga Rico segera mengeluarkan ponselnya yang lain dan segera melakukan semua yang diperintahkan oleh Willy.


Willy segera tiba di rumah sakit, dan sudah di tunggu oleh Rico dan beberapa bodyguard team keamanan perusahaan mereka.


Begitu Willy sampai di rumah sakit, Rico dan beberapa anggota bodyguard segera menatap kehadiran Willy dan mulai mendekatinya.


"how?what they really want."


Tanya Willy begitu tahu sampai fi rumah sakit.


"It's very difficult sir, they still persist and don't want to leave,


(Susah banget pak, mereka tetap ngotot dan tidak mau pergi).


Come back and invite some people to get ready, I'll go up to Dady's room first.

__ADS_1


(Kembalilah ajak lagi beberapa orang untuk bersiap-siaplah, aku akan naik ke ruang ruang rawat Dady dulu).


"But sir?"


"Don't worry no one knows about my identity right?"(Jangan khawatir tidak ada yang tahu tentang identitasku kan?"


Karakter yang berhati keras, ucap salah satu bodyguard.


"You really are a domineering aura"


(Kau benar aura yang mendominasi)


"Yes Mr. Willy is calmer than Mr. Atmadja"


(Ya Tuan Willy lebih tenang dibandingkan Tuan besar Atmadja)


Willy menatap ruangan di lantai tiga tempat Daddy-nya dirawat.


Telihat beberapa orang berpakain serba biru dan mengΓ©naka sepatu serba hitam.


"ini sangat aneh, padahal mereka sudah mengetahui kekuatan kita, tapi mereka tidak takut dengan nama besar perusahaan kita."..


"Sepertinya mereka memiliki dukungan yang sangat kuat, Tidak heran jika mereka bisa melakukan semua.j


ucap Willy tanpa mengalihkan pandangannya dari sekelompok orang dipojokkan sana.


Willy terus berjalan dengan tenang menaiki tangga, dia tidak menggunakan lift untuk tiba di lantai 2.


Willy akhirnya sampai dilantai dua, dengan tenang berjalan kearah kamar tempat Daddy-nya di rawat inap.


Keadaan Willy yang berjalan sendirian mendapakan tatapan tajam dari anggota musuh yang sedang berjaga di tempat itu.


Pergilah tempat ini sedang tidak bisa di lewati oleh orang lain, kata salah satu bodyguard musuh .


"Aku hanya ingin menuju ruangan yang ada di lantai dua ini,jika harus pergi, lalu kemana lagi aku harus berjalan agar tiba di tempat yang aku tujuh?"


Ucap Willy pura pura bodoh


"Kau bisa datang lain waktu, jika kau masih memaksa untuk melewati tempat ini maka jangan salahkan kami jika salah satu kakimu akan patah."


Kata salah satu dari mereka dengan mata melotot.


Willy menatap seorang pria yang sedang duduk dengan tenang tanpa memperdulikan tempat-sekitarnya


"Tuan kalian bahkan tidak melarangnya, lalu kenapa kalian berbicara seperti ini terhadapku?"


Tanya Willy dengan terus terang, dengan menahan rasa kesalnya.


Willy tetap mendekati ruangan tempat Daddy-nya di rawat.


"Apa pasien yang sedang kalian jaga sedang dalam keadaan darurat?sehingga aku tidak di perbolehkan berada di ditempet ini.

__ADS_1


Dengan bodohnya salah satu dari mereka menjawab jika pasien di dalam ruangan yang mereka jaga sedang beristirahat.


Willy tersenyum mendengar perkataan itu, dengan tenang terus berjalan tanpa memikirkan ucapan mereka yang terus meminta Willy untuk berhenti.


"Apa kau tuli?, sudah kami katakan untuk berhenti, atau kami benar benar akan membuat kakimu patah."


"Lakukan jika kalian mampu"


Tantang Willy dengan tersenyum tipis menggoda.


"Kau yang memintanya".


Teriak laki laki yang mengancam Willy tadi, Willy sendiri masih berdiri tenang, pandangannya mengarah pada


pada Pria yang saat ini masih duduk di tempatnya.


Sekelompok laki laki yang berseragam segera maju kedepan mencoba menghalangi Willy .


"aku katakan berhenti.?


Laki laki yang sejak awal melarang akhirnya berdiri hendak menghampiri Willy saat itu dengan bersamaan pintu lift yang terbuka.


Terdengar beberapa langkah kaki yang keluar dari lift, tampak Riko dan bebarapa anak buahnya.


Kedatangan mereka sendiri benar benar mengejutkan dan membuat seyum tersendiri.


Kalian sudah membangunkan singa yang sedang tidur, dengan mengatakan banyak hal buruk tentang Tuan muda kami.


Melihat situasi yang tidak kondusif akhirnya mereka memilih melarikan diri dan berjanji tak akan ikut campur urusan ini lagi.


Akhir Willy dapat bernapas lega, melihat kelompok musuh membawa pergi kawanannya.


"Ric please set the guard around here even tighter"


(Ric tolong jaga di sekitar sini lebih ketat lagi)


Intruksi Willy pada Rico kepala keamanan perusahaan-nya


"Siapp Boss, I think everything is done"


( kupikir semuanya sudah selesai)


Jawab Rico deng, dan mulai membagi tugas beberapa kepada beberapa bodyguard serta pengaturan jam tugasnya.


Sementara Willy setelah menengok keadaan Daddy-nya, dia pun segera kembali ke apartemennya.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau akhirnya kemalaman dan telat 1 hari update-nya dan terhitung hari berikutnya, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment πŸ˜˜πŸ‘*

__ADS_1


πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


__ADS_2