
Willy melihat jam di pergelangan tangannya pukul sepuluh malam, bearti di Zurich saat ini pukul lima sore dan harusnya Ice saat ini sedang di apartemen.
Willy lalu mencari celah untuk menjauh dari yang lainnya agar bisa menelphone Ice.
Sementara di Zurich.
Saat ini Ice sedang menghabiskan waktunya dengan melukis, saat tanpa sengaja menemukan peralatan melukis milik Willy yang tersimpan di lemari khusus yang ada di ruang baca apartemennya.
Saat sedang melukis, tiba-tiba ponselnya berdering membuyarkan semua imajinasi Ice yang sedang membuat sketsa di atas kanvas.
Dilihatnya ID si penelpon tertulis Omami, entah sejak kapan dan kenapa dia jadi merasa senang saat Willy menelphone-nya, dengan tersenyum Ice segera mengklik tombol terima.
"Hallo Om, kenapa baru telpon? iya Ice gak kemana-mana kok."
Ucap Ice yang menerima telepon Willy.
"Hai Ce, iya maaf gue baru sempet telpon ini juga nyuri nyuri baru bisa telpon, kamu gak kemana-mana kan Ce? kamu harus hati-hati jangan ngelayap kalo pulang kuliah langsung pulang."
Ucap Willy yang merasa lega akhirnya bisa menelphone Ice tanpa ada ganguan dari personel The Bloody yang lainnya.
"Om kenapa disana berisik bener? Om sedang dimana dan ngapain?"
"Gue sedang kumpul sama temen temen gue di cafe tp sudah berubah jadi kedai kopi."
"Lah kamu sendiri sedang ngapain Ce? tadi sudah makan belum? makan pake apa?"
"Duh jadi lupakan... Ice sedang melukis Om, tadi sudah makan pake mie instan."
Jawab Ice yang kelupaan kalo sedang melukis.
"Kamu bisa melukis Ce? melukis apaan? kenapa cuma makan mie instan Ce?"
"Ya gimana lagi Om? Ice pulang kampus sudah capek juga kelaparan, kalo harus masak yang lain kan rempong dan lama jadi ya pilihan terakhir mie instan yang praktis dan cepat."
Ucap Ice yang memang sedang kumat malasnya.
"Lain kali kalo gak sempet masak lebih baik delivery Ce dari pada kamu kurang gizi dan sakit."
"Iya ih cerewet Om mah sudah kayak emak emak."
Kata Ice menjawab omelan Willy.
"Mana lukisan kamu gue mau lihat? gak nyangka ternyata kita punya hobi yang sama juga ya Ce."
"Kan saat ini Om gak sedang video call, gimana mau nunjukinnya?"
"Kamu sedang melukis dimana Ce?"
__ADS_1
"Di teras belakang tepi danau Om, Ice sedang melukis angsa putih, nanti kalo sudah selesai Ice foto-in."
"Udah ya Om Ice mau lanjut melukis, bye."
"Bye mmm.... mmmuach, hais asal main tutup telpon aja nih anak."
Belum juga selesai Willy memberikan kecupan, ternyata Ice sudah menutup telponnya membuat Willy hanya geleng-geleng kepala dengan tingkahnya.
"Apa cuma gue yang jatuh cinta ke kamu ya Ce?"
Ucap Willy pada dirinya sendiri.
Ice kembali melanjutkan lukisannya yang baru berupa sketsa dan belum berwarna.
Ice melukis suasana sore hari di Lake Zurich yang selalu dipenuhi angsa putih saat pagi maupun sore hari.
Dilukisnya angsa putih yang berenang, ada juga angsa yang baru turun ke air begitu juga angsa yang sedang mengepakkan sayapnya.
Semuanya di lukis Ice dengan cantik dan natural begitu apik dengan latar belakang gedung gedung bertingkat, membuat lukisannya tampak benar-benar nyata dan indah walau baru berupa sketsa.
Suasana yang hening tenang membuat Ice semakin hanyut dalam menuangkan bakat terpendamnya di atas kanvas, dan saat selesai barulah Ice sadar jika hari mulai gelap.
Sementara di cafetaria milik Sammy, Willy kembali bergabung bersama teman temannya setelah menghilang dari mereka tadi.
"Lo dari mana aja sih bro tiba tiba menghilang? kita kirain lo pulang sendirian tanpa pamit gak diantar juga."
"Gue sedang menelpon seseorang, jadi sengaja nyari tempat yang gak berisik kayak gini."
Jawab Willy yang memang sebenarnya ya begitu walau tak menerangkan tentang siapa seseorang itu.
"Udah malam nih bro, gue cabut duluan ya, mana masih agak pusing juga pengaruh jetlag nih."
Ucap Willy yang memilih untuk pulang lebih dulu.
"Kalo lo pulang gue juga pulang, kan kita kesini bareng pake satu mobil Will."
Ucap Kai yang ikutan pamit ke personel The Bloody lainnya.
"Ok bro kita berdua balik duluan ya, ketemu lagi weekend berikutnya."
Pamit Kai pada yang lain dengan saling merangkul dan menepuk pundak temannya.
"Ok Boss, be careful on the way."
Ucap Achmad sambil melambaikan tangannya bersama teman teman yang lainnya.
Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Willy tak banyak bicara, dia terus memejamkan matanya karena memang dia masih dalam keadaan jetlag.
__ADS_1
"Jadi gimana bro... besok sudah bisa ngantor belum?"
Tanya Kai memecah keheningan sambil tetap fokus mengemudi.
"Gue usahain untuk ngantor, tapi gue belum bisa ketemu klien dulu, gue belum fit beneran bro."
Ucap Willy masih dengan memejamkan matanya dan kepala yang disandarkan di sandaran bangku.
"Ok gak masalah, asal lo bisa ngantor aja itu sudah bagus."
Sahut Kai yang sedikit merasa lega karena akhirnya Willy mau ngantor lagi.
"Ini lo mau ikutan nginep, atau pulang kerumah lo sendiri bro."
Tanya Willy yang tau jika sahabatnya ini jarang mau pulang kerumahnya sendiri.
"Gue pulang kerumah, kangen sama jagoan kecil gue bro."
"Bagusla kalo gitu, cobalah untuk menyayangi anak istri lo walaupun lo gak pernah mencintai mereka awalnya."
Ucap Willy yang tiba-tiba menjadi bijak.
"Iya gue tau, gue juga sedang berusaha untuk bisa menjadi suami dan ayah yang baik buat anak istri gue."
Sahut Kai yang memang akhir-akhir ini lebih bisa menerima keadaan anak istrinya.
"Hmmm.. sudah sampe aja nih, ya udah gue turun ya."
Ucap Willy sambil membuka pintu mobil hendak keluar.
"Ok Boss, gue langsung balik ya good night."
"Hmmm... hati hati di jalan bro, tetap fokus jangan ngantuk."
Pesan Willy saat Kai mulai memutar mobilya kembali ke jalan raya.
Selepas Kai pergi, Willy segera masuk ke rumah yang penghuninya sudah mulai sepi, apalagi yang tinggal cuma empat atau lima orang dirumah itu.
Willy langsung naik kekamarnya untuk mandi membersihkan tubuhnya sebelum tidur.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1