
Kaizar buru buru melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi agar bisa lebih cepat sampai di tempat Willy berada, tapi sebelumnya Kaizar menitipkan kedua bocah kembar itu kepada sopir mereka, agar diantarkan pulang lebih dulu kerumah Mommy-nya Willy.
Setelah lebih satu jam perjalanan akhirnya Kaizar sudah sampai di tempat Willy berada saat ini.
Dilihatnya mobil Willy teronggok begitu saja di tepi jalan, dan di dapatinya Willy sedang terduduk sambil terisak-isak.
Kaizar lalu mendekati Willy berharap Willy tidak gila karena dilihatnya penampilan Willy yang sudah mirip orang gila, perlahan Kaizar mendekat dan mulai menyapanya.
"Willy are you oke? apa yang terjadi sampai kamu jadi begini?"
Tanya Kaizar yang prihatin dengan keadaan Willy.
"Panggil orang untuk menderek mobil gue, kehabisan bensin."
Bukannya menjawab pertanyaan Kaizar eh si Willy justru langsung request agar mobilnya segera di derek."
Kaizar yang mendengar jika mobil Willy kehabisa bensin pun hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Gue sudah panggil orang untuk derek mobil lo Boss, Sekarang ayo pulang, si kembar dari tadi sudah cerewet nyariin ayahnya."
Willy yang sedang frustasi langsung berdiri saat mendengar kedua bocah kembar sudah rewel mencarinya, dia berjalan lebih dulu meninggalkan Kaizar menuju mobil yang dikendarai Kaizar tadi.
Seolah hilang sudah rasa frustasinya Willy seperti asap yang menguap entah kemana, karena memang baginya kini kedua bocah kembar itu bahkan lebih berarti dari hidupnya, sehingga dia dengan mudah membuang semua perasaan pribadinya termasuk rasa cintanya saat sudah berhadapan dengan kedua bocah kembar kesayangannya.
Willy segera membersihkan mukanya dengan tissue basah yang untungnya selalu ada di atas dashboard mobilnya Kaizar.
"Dimana anak-anak sekarang Kai?"
Tanya Willy sambil membersihkan mukanya yang penuh debu.
"Mereka diantar sopirnya ke rumah Mommy."
Jawab Kaizar sambil matanya sesekali melirik memperhatikan keadaan Willy yang berantakan.
"Antar gue pulang ke rumah Mommy untuk jemput si kembar, gue gak mau Mommy sakit gara gara sikembar berulah di rumah Mommy."
Ucap Willy yang masih sibuk membersihkan wajahnya dari debu.
__ADS_1
"Maaf gue kepo dikit, lo tadi kenapa bro? gue gak pernah lihat lo seberantakan kayak tadi, emmm... pernah juga sih dulu waktu lo sengaja jadiin tubuh lo samsak di ring tinju."
Tanya Kai sambil mengenang saat saat Willy yang juga pernah frustasi saat tahu jika istri dari Om Jay nya itu Rani.
"hmmm..."
Hanya deheman yang diberikan Willy sebagai jawaban.
"Apa lo sedang putus cinta bro? sama siapa? sama Ice? makanya selagi cinta itu ada maka pertahankan, bukan kayak lo yang nyia nyiain Ice, begitu ada orang yang suka dia, eh... lo baru nyadar sakitnya gimana."
"Jadi gue harus apa? harus gimana?"
Tanya Willy balik pada Kaizar.
"Ya mana gue tahulah, lo yang punya rasa, punya cinta, kalo lo suka Ice ! hello... bro... kemana aja lo selama ini? sekarang bukan waktunya untuk lo pertahanin sebab dia sudah lepas dari genggaman lo."
"Jadi gue harus apa Kai !!!"
Tanya Willy dengan menekan intonasinya, sebab mau teriak sedang di dalam mobil, juga yang kebisingan dirinya sendiri selain Kaizar.
"Untung aja ini Indonesia coba di luar negeri sono ! gue yakin lo sudah di bawa orang ke tempat rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa disana, seperti yang belum lama ini heboh terjadi pada artis kita yang sedang healing disono beberapa waktu lalu."
Ucap Kaizar panjang kali lebar.
"Entahlah Kai, saat ini gue ingin fokus ke anak anak dan ngelupain semua masalah pribadi gue juga cinta gue, tapi ternyata gue gak bisa."
"Dan disaat melihat Ice sedang bersama pria lainnya, rasanya hati ini tak rela, hati ini sakit walau sudah gue coba untuk menepis semua rasa ini tapi tetap saja disini sakit banget bro."
Ucap Willy yang akhirnya tumpah juga tuh galon.
"Salah lo juga bro, coba lo bayangin gimana perasaan Ice saat dia baru aja balik ke sini, sikap lo yang dingin dan kasar padanya, semua kata kata juga sikap lo yang brengsek itu sudah pasti sangat menyakiti hati dan melukai perasaannya."
Ucap Kai kembali berusaha menyadarkan Willy akan sikapnya yang salah pada Ice saat itu.
"Iya gue tau, gue sendiri berusaha untuk tegar saat melakukan semua itu ke Ice, tapi gue gagal."
"Lalu mau lo sekarang apa bro? kalo lo beneran ingin Ice pergi maka jangan ganggu dia lagi dan biarkan Ice mendapatkan kebahagiaannya, dia berhak untuk bahagia Will."
__ADS_1
"Gue sudah berusaha tapi gak bisa, Gue tau gue pecundang tapi gue gak bisa liat dia sama pria lain."
"Kalo gitu kejar dan perjuangkan, jangan malah bertingkah seperti orang gila kayak tadi, dimana Willy yang gue kenal selama ini."
Ucap Kaizar memberi suport pada Willy.
"Entahlah bro."
Gumam Willy lirih sambil menarik lepas dasinya dari kerah kemejanya.
"Satu sisi gue mau dia bahagia, tapi di sisi lain gue gak bisa liat dia sama pria lain."
"Terus lo sendiri gimana?"
Tanya Kaizar yang semakin tidak mengerti dengan cara berpikir Willy
"Gue?... saat ini gue hanya ingin fokus ngurus si kembar, dan gue gak mau karena masalah hati dan cinta gue ke Ice akan membuat gue lalai dalam mengurus si kembar."
"Dan lo ngorbanin perasaan cinta lo pada Ice, dan lo gak mikir gimana perasaan Ice."
Ucap Kaizar dengan nada yang terkesan gak suka dengan sikap dan keputusan yang Willy ambil.
"Gue harus apa sekarang? gue bener bener dilema gak bisa mikir harus berbuat apa dan bagaimana baiknya untuk si kembar, gue juga Ice."
"Kenapa lo gak nikahin aja Ice? dengan begitu semua masalah terselesaikan tanpa ada yang tersakiti, lo bisa ngurus dan ngerawat sikembar lebih baik dengan dibantu Ice jika kalian sudah menikah."
Ucap Kaizar memberi saran pada Willy.
"Tapi gue gak yakin Ice mau, begitu juga dengan anak anak, belum tentu mereka akan menerima Ice sebagai mamanya, terutama Mika yang sejak awal sudah tampak jealous pada Ice."
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau selalu kemalaman dan kondisi othor yang belum sehat benar juga harus menjaga anak yang sedang sakit, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1