Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Keluarga Baru Ice"


__ADS_3

Setelah meletakkan koper pakaiannya, Ice lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, seharian sejak turun dari pesawat dirinya bahkan belum mandi.


Memikirkan hal itu membuat Ice menggelengkan kepalanya berusaha mengusir semua pikirannya tentang Willy.


Sejak turun dari mobil Willy di depan Toserba, Ice sudah memantapkan diri untuk move on, dia akan melangkah maju, ada atau tiadanya Willy untuk dirinya.


Niat awalnya yang ingin kembali ke Swiss Ice batalkan, saat duduk termenung sambil makan mie di depan Toserba tadi, Ice berpikir akan lebih baik jika dirinya ke kota lain saja tak perlu harus kembali ke Swiss.


Apalagi saat ini bisa dibilang kalo dirinya cukup kaya, tabungannya berupa mata uang Franc Swiss hanya tinggal dia tukar ke Rupiah makanya semuanya akan menjadi simpel bagi Ice.


Dengan uang yang Ice punya, dia Tak perlu bersusah payah mencari pekerjaan, dirinya bahkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang lain.


"Setelah mandi rasanya tubuhku lebih fress gak kayak tadi, bayangin aja sudah dua puluh satu jam di pesawat masih ditambah dua belas jam lagi yang penuh drama dan masalah dan baru ini bisa mandi gaes, aku gak nyangka kalo Om Willy punya sisi gila begitu."


Ucap Ice seorang diri sambil mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer yang Ice bawa dari Swiss.


Sementara di rumah sikembar.


Willy yang sedang makan bersama kedua anak kembar kesayangannya, tiba-tiba tersedak saat sedang makan.


"Uhukkkk... uhuk... uhk..."


"Ayah kenyapa? matanya ati ati kayo cedan matan ayah."


Ucap si gadis kecil sambil menepuk-nepuk punggung Willy seperti yang biasa dilakukan orang dewasa saat anaknya tersedak.


"Ini yah minum dulu biar lega."


Ucap Miko memberikan segelas air putih kehadapan Willy.


"Sudah sudah ayah haaa... haaaa... hachimmm.... hachimmm..."


Belum juga selesai berkata kata eh Willy malah sudah bersin bersin.


"Ayah aja apa cih? tadi kecelek nah secayan mayah belcin belcin."


"Ayah mau sakit ya? minum obat Yah ! jangan sampe sakit."


Kata Miko sambil berlari ke kamarnya mencari kotak tempat penyewaan obat.


Willy yang melihat sikap si kembar begitu perhatian padanya, membuatnya terharu dan semakin sayang kepada keduanya.


"Sudah sudah, Ayah gakpapa kok, ini mungkin karena Ayah yang kecapean aja."


Ucap Willy menenangkan kedua bocah kembar itu


"Ayah danan tatit, talo Ayah tatit ciapa yan atan dadain Mika cama Miko."


Ucap si gadis kecil itu yang sudah mulai melipat bibirnya kedalam dengan mata dan pipi yang merah siap untuk menangis.


"Eittt... jangan ada yang nangis, anak Ayah dua duanya kan hebat ya, ayo sekarang kita lanjut lagi makannya."


Ucap Willy sambil menyuapkan satu sendok makanan kemulut mereka.


Mereka bertiga pun mulai melanjutkan makanan masing masing.


Kembali ke Ice.


Setelah selesai semua ritual mandinya, Ice lalu kedapur bermaksud menolong Bu Lastri menyiapkan makan malam mereka berempat.


Tapi semuanya sudah selesai, tampak bu Lastri sedang menata semua masakannya di meja makan.


"Wah sudah selesai ya Bu masaknya? padahal baru ingin bantu bantu."

__ADS_1


Ucap Ice, saat dilihatnya semua sudah tertata rapi di meja.


"Iya Neng, kebetulan lauk siang tadi masih, jadi Ibu cuma menghangatkan aja lagi."


Jawab Bu Lastri ramah.


"Oh syukuran kalo sudah selesai Bu, oh iya adek Nurulnya mana ya Bu? Ice juga gak lihat Pak Amat kemana Bu?"


"Ya itu si Bapak tuh sedang jemput Nurul Neng."


"Oh jadi dek Nurul dapat jadwal sekolah siang ya Bu."


"Iya Neng, paling bentar lagi mereka pulang kok."


Dan benar apa yang di ucapkan oleh Bu Lastri tadi, selesai Bu Lastri berkata dan saat itu juga terdengar suara Pak Amat dan Nurul mengucapkan salam.


Ice dan Bu Lastri bersamaan menjawab salam Pak Amat dan Nurul, lalu mereka kedepan untuk membukakan pintu bagi Pak Amat dan Nurul.


Begitu masuk kedalam rumah, Nurul langsung mengandeng tangan Ice dengan gembira seakan baru saja mendapatkan reward istimewa.


"Jadi ini yang namanya Ka Ice ya Pak, akhirnya kesampaian juga Nurul punya kakak, makasih ya ka Ice sudah mau tinggal disini dan jadi kakaknya Nurul."


Ucap gadis ABG anak Pak Amat dan Ibu Lastri itu penuh euforia.


"Iya Nurul sayang, ka Ice yang harusnya banyak berterima kasih karena sudah diterima di keluarga ini."


"Nurul laper Bu, ayo kita makan ka Ice."


Ajak gadis itu sambil menarik tangan Ice mengajaknya Ice ke menuju meja makan.


"Nurul... biasakan berganti baju dulu, lalu cuci tangan, baru kita makan bareng."


Tegur Bu Lastri, yang harus selalu memperingatkan Nurul setiap kali pulang sekolah.


Ucapnya lalu berlari kecil menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Ice.


"Dek Nurul ternyata lucu ya Pak, sekarang kelas berapa Pak sekolahnya dek Nurul?"


"Iya Neng, semoga kalian bisa akrab dan akur bahkan saling menyayangi layaknya saudara kandung ya Neng."


"insya'Allah Pak, Bu."


"Kalo sekolahnya sekarang sudah kelas tiga SMP Neng."


"Sebentar lagi lulus kalo begitu ya Pak."


"Iya Neng insya'Allah, makanya Bapak harus getol cari uang untuk daftarin Nurul ke SMA besoknya."


Tak lama Nurul sudah kembali datang dengan pakaian santainya, dan mereka akhirnya makan malam bersama dengan menu sederhana tapi terasa nikmat saat makan bersama keluarga.


Kembali ke rumah si kembar


Willy tampak kewalahan saat harus menidurkan keduanya, dan itu selalu terjadi bila baby sister kedua bocah itu mengundurkan diri karena tak tahan dengan tingkah polah kedua bocah kembar itu.


Seperti saat ini, Mika yang selalu minta di nyanyikan, dan Miko yang selalu mentil tiap kali mau tidur.


Sambil bernyanyi lagu pengantar tidur untuk Mika, Willy menepuk-nepuk pantat kecil Miko agar cepat tidur, tapi tangannya mulai beraksi meraba raba dada Willy mencari cari kesukaannya dan merengek karena tak menemukannya.


Bersama Bintang


Lagu Drive


Senja kini berganti malam

__ADS_1


Menutup hari yang lelah


Dimanakah engkau berada


Aku tak tahu dimana


Pernah kita lalui semua


Jerit tangis canda tawa


Kini hanya untaian kata


Hanya itulah yang aku punya


Tidurlah selamat malam


Lupakan sajalah aku


Mimpilah dalam tidurmu


Bersama bintang


Sesungguhnya aku tak bisa


Jalani waktu tanpamu


Perpisahan bukanlah duka


Meski harus menyisakan luka


Tidurlah selamat malam


Lupakan sajalah aku


Mimpilah dalam tidurmu


Bersama bintang


Tidurlah selamat malam


Lupakan sajalah aku


Mimpilah dalam tidurmu


Bersama bintang


Lupakan diriku


Lupakan aku


Mimpilah dalam tidurmu


Bersama bintang


Oh


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2