Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Akhirnya Indonesia Aku Pulang"


__ADS_3

Otaknya Ice mulai traveling memikirkan kejadian semalam, saat mereka tidur di satu tempat tidur yang sama.


Ice masih sedikit heran memikirkannya


Lalu apakah Willy laki-laki normal?


"Om..."


Panggil Ice ragu ragu.


"Hemmm"


Willy hanya membalasnya dengan deheman


"Benarkah semalam kita gak melakukan apa-apa?"


Pancing Ice, yang sejujurnya dia takut tapi rasa penasarannya lebih dari apapun.


"Memangnya kamu berharap kita melakukan apa?"


Ice menunduk malu dan kembali menyembunyikan rona merah pada pipinya.


"Bukan begitu, biasanyakan jika lelaki itu memiliki hasrat normal, pasti dia akan melakukan hal seperti itu pada gadis yang sedang mabuk."


"Apa kamu bilang?"


Sorot mata Willy mulai berapi api seolah ingin memakan orang.


"Beraninya kamu Ice? setelah kamu mengataiku impotent sekarang beraninya kau menuduhku homo?"


Willy bertepuk tangan sengit seolah anak kecil yang ngambek.


Willy langsung bangkit dan kembali masuk kamarnya.


"Om...."


Nasi sudah menjadi bubur, Sekarang Ice semakin sadar betapa mengerikannya berhadapan dengan Willy jika dia sedang marah.


"Aduh Ice... Ice... sepertinya kali ini Om Willy beneran marah, gimana nih kalo dia gak bakal tengokin Ice lagi."


Sementara Willy dikamarnya mulai mandi dan berpakaian rapi, bersiap siap hendak ke bandara.


Willy merasa lega, akhirnya bisa meninggalkan Ice tanpa harus membuatnya menangis, Drama yang dimainkan Ice justru mempermudah rencananya untuk kembali ke Indonesia.


"Ce... gue berangkat sekarang, kamu baik baik ya belajar disini, ingat empat tahun tidak lama kalo dijalani penuh semangat."


"Om... tapi Om Willy akan sering tengokin Ice kan?"


"Maaf Ce, gue gak janji, dan juga dengan pengalaman kamu yang beberapa kali hampir celaka itu pasti kamu sudah bisa lebih berhati-hati bergaul diluar sana."


"Apalagi dengan tingkah kamu yang absurt akhir akhir ini, gue mesti jaga jarak dari kamu."


"Lah memangnya kenapa dengan tingkah Ice Om? perasaan gak ada yang aneh."

__ADS_1


"Itu PR untuk kamu Ce, setelah empat tahun gue mau lihat apakah kamu sudah mendapatkan jawabannya."


"Oh... iya, hari ini kamu gak usah kemana mana, kamu sepertinya masih pusing sisa sisa pengaruh alkohol semalam."


"Iya Om, hati hati titip salam untuk tanah airku."


Ucap Ice tanpa semangat.


Sudah tak mungkin bisa dihalangi lagi, bagaimanapun Willy harus pulang ke Indonesia untuk mengurus perusahaannya di Indonesia.


Willy lebih dulu memberikan pelukan dan kecupan di kening Ice sebelum pergi, dan sengaja Willy tak memberikan ciuman di bibir Ice.


Karena dia tak ingin Ice akhirnya hanyut dalam hayalan disaat dirinya seharusnya fokus untuk belajar.


Skip


Setelah melakukan perjalanan udara selama kurang lebih dua puluh satu jam akhirnya Willy sudah berada di dalam taxi menuju apartemennya.


Kali ini Willy ingin istirahat total tanpa gangguan dari Kai atau sang Mommy, karenanya dia memilih pulang ke apartemennya yang sebelumnya sempat di tempati Ice juga sebelum Willy membawa Ice ke Swiss.


Kembali ke Ice.


Setelah kepergian Willy, Ice yang sebelumnya sempat bersedih karena harus kembali di tinggal sendirian oleh Willy, akhirnya kembali mendapatkan semangatnya setelah Daddy Arjun menengoknya dan mengajaknya untuk bekerja paruh waktu sebagai sekretaris sang Daddy.


Ice mulai menjalani hidupnya dengan baik, satu waktu kuliah dan paruh waktunya bekerja di perusahaan Daddy Arjun.


Tak terasa empat tahun telah terlewati dengan baik, kini Ice benar benar menjadi gadis yang tangguh dibawah bimbingan Daddy Arjun.


Ice menghirup udara dalam dalam lalu menghembuskannya kembali dengan perlahan.


"Akhirnya rasa rindu ini terobati juga."


Ucap Ice pelan tak terasa setetes air matanya jatuh.


Sungguh Ice masih tak menyangka dia dapat menyelesaikan pendidikan S1 nya di University xx dengan predikat Cumlaude.


Apa yang menjadi usahanya selama ini tidak sia sia.


Kedisiplinan dan ketegasan Willy juga didikan Daddy Arjun telah merubah Ice menjadi gadis taguh yang memiliki cita cita.


Maka disinilah Ice sekarang, Ice menatap sekeliling dengan rasa bangga dan haru.


Akhirnya Ice bisa mengobati rindunya pada tanah air.


Indonesia sudah didepan mata, hari baru untuk Ice telah akan dimulai.


"Ahh apa kabarnya dengan Om Willy, empat tahun tidak bertemu apakah dia telah menjadi tua atau tetap ganteng ya?"


Pikir Ice yang mulai kumat konyolnya membayangkan Willy yang mulai menjadi tua lalu Ice mulai tertawa sendiri.


Tiba-tiba Ice merasa rindu pada perhatian Willy yang selalu lembut padanya, walau kadang juga marah saat Ice ceroboh dan selalu celaka karena lalai.


Tak berapa lama, sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan Ice.

__ADS_1


Kaizar sang asistennya Willy datang menjemput Ice.


"Ice! ayo masuk!


Seru Kaizar yang hanya membuka kaca mobil dan menunggu Ice masuk.


"Baik Tuan!"


Ice membungkuk hormat lalu menyeret kopernya dan memasukkannya ke dalam bagasi lebih dulu.


Saat akan membuka pintu penumpang bagian belakang, tiba-tiba Kaizar membukakan pintu depan sebelah kemudi.


"Kamu duduk di depan aja Ice, biar gue gak berasa sopir"


Ucap Kai tergelak, jika tak ada Willy maka Kaizar bisa sedikit ramah pada Ice.


"Iya, baiklah Tuan"


Lantas Ice duduk di bangku depan sebelah Kaizar.


Mobil mulai melaju dengan kecepatan normal, menyibak jalan raya yang mulai dipadati oleh pengendara.


"Selamat ya Ce! akhirnya kamu bisa terbebas dari jeratan maut si Boos


Ice mengernyit, melempar tatapan bingung pada Kaizar yang sedang mengemudikan di sampingnya.


"Maksudnya gimana ini Tuan."


"Jangan panggil gue tuan, satu satunya Tuan kita saat ini hanya Willy, panggil saja gue Kaizar."


Kaizar menoleh pada Ice seiklas, lalu lanjut mengemudi dengan kecepatan sedang.


"Mana boleh begitu, kamu kan lebih tua dari aku Om kepo, gak sopan kalo cuma manggil nama doang."


"Dan mulai saat ini kamu bisa menjalani kehidupan kamu sedikit lebih bebas."


"Boss Willy bilang, beliau sangat puas dengan predikat Cumlaude yang kamu dapat."


"Dan juga barusan Boss Willy juga membelikan hadiah Apartemen khusus sebagai fasilitas dari pekerjaan."


"Ice, kamu adalah juniorku sekarang, kita bertiga akan bekerja sama di perusahaan, Aku, Kamu dan tentunya si Boss Willy."


Jujur saja, Ice merasa bingung dengan semua kebaikan Willy.


Ice tak tahu bagaimana cara membalas semua kebaikan Willy suatu saat nanti.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2