Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Menjadi Baby Sister"


__ADS_3

Ternyata Pria yang pernah bilang akan menikahinya setelah selesai kuliah empat tahun di Swiss, ternyata sudah menikah bahkan telah memiliki dua anak kembar.


"Gila?"


Itu yang bisa dipikirkan Ice, hancur sudah semua harapannya.


Pria yang empat tahun lalu hadir sebagai dewa penyelamatnya juga yang memberikan janji-janji pernikahan ternyata sudah berkeluarga bahkan telah memiliki sepasang anak kembar.


"Oh my..."


Ice menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, berusaha untuk tegar dan menata hatinya.


Untungnya selama empat tahun mereka terpisah sehingga tak begitu sakit Ice rasakan walau tetap ada rasa kecewa.


"Ajumma."


Seru gadis kecil itu, membawa Ice kembali pada kenyataan.


"Apa yang Ajumma latutan di kantol Ayah? kenapa bajunya cudah ganci?"


Tanya gadis kecil itu yang bingung karena Ice sudah tak lagi memakai pakaiannya yang kotor tadi.


"Ahh... apa?...."


Belum puas Ice terkejut, kini dia dibuat gugup oleh pertanyaan gadis kecil itu.


"Bahaya bisa bisa nih anak cerita ke Ibunya, terus gue dituduh pelakor, ih gak mau gue kalo harus Jambak jambakan."


Ada rasa sedikit takut saat harus menjawab pertanyaan anak kecil itu, Ice khawatir jikalau anak kecil itu akan melaporkan pada ibunya.


Ice tak ingin dijambak jambak dan dituduh pelakor oleh ibu gadis kecil itu.


"Ajumma gak boyeh detet detet ayahnya mika."


Teriak gadis kecil itu, yang membuat Ice semakin gugup dan melambaikan tanganya isyarat bahwa dia tidak akan melakukan itu.


"Yang bocah laki laki kalem tapi kenapa yang satu ini garang banget sih? buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya, pasti dia mirip ayahnya."


Pikir Ice dalam hati sambil memperhatikan kedua bocah kembar itu.


"Tidak... tidak... (sambil melambaikan tangannnya mengisyaratkan tidak) saya tidak akan dekat dekat ayah kalian tenang saja, saya hanya karyawan baru jadi tidak akan dekat dekat dengan ayah kalian."


Ucap Ice cepat sambil tersenyum manis bak mentari di pagi hari.


"Mika, Miko, perkenalkan ini adalah kakak Ice, dan mulai hari ini ka Ice akan bekerja di sini dikantor ayah, jadi wajar saja jika ka Ice akan sering dekat dekat ayah."


Kaizar berusaha menjelaskan pada si kembar dan tak memperdulikan pakaian Ice yang sudah berganti.


Kaizar tak ingin berfikiran negatif juga, karena Kai tahu betul bagaimana dan siapa Willy.

__ADS_1


"Hai adik manis, maaf ya... tapi kakak janji gak akan deket deket ayah kalian."


Sapa Ice sok manis walau kedua bocah kembar itu tampak acuh tak acuh.


Apalagi yang gadis kecil melihat Ice tak suka seperti ingin menelan Ice bulat bulat."


Kaizar tak ingin melewatkan kesempatan, dia berusaha merayu Ice agar mau menolongnya menjaga si kembar.


"Ce.... kebetulan sekali ya? bisakah kamu membantuku sebentar?"


Ice beralih menghadapkan wajahnya dari kedua bocah kembar itu kearah Kaizar, bau bau tidak enak mulai terpikirkan oleh Ice.


Ice sudah menebak, sikap baik kai hanya modus pasti ada hal yang ingin dimintanya.


"Butuh bantuan apa Tuan? oh iya maaf saya mau meminta kunci apartemen baru milik saya."


"Tolong bantu saya mengasuh sikembar ini Ce"


Kan beneran sikap baiknya Kai ada maunya.


"Apa!....!"


Lutut Ice mendadak lemas, Ice tidak bisa membayangkan bahwa kepulangannya ke Indonesia hanya untuk mengerjakan pekerjaan pekerjaan tak penting seperti ini.


Seumur hidup, Ice belum pernah merasakan seperti apa rasanya mengasuh bocah, bahkan dia tidak paham bagaimana caranya.


"Tolonglah Ce..., baby sister yang biasa mengurus mereka baru saja mengundurkan diri, ini adalah baby sister keenam yang mengurus mereka."


"Tidak ada yang sanggup menangani mereka berdua, tolonglah Ce kasihan Mika dan Miko."


Keluh Kaizar menceritakan tentang kelakuan kedua bocah kembar itu secara garis besarnya.


"Lalu... kalo baby sister aja gak sanggup, bagaimana dengan saya Tuan?"


"Tolong lah Ce... gue sungguh pusing, padahal hanya tersisa beberapa menit lagi Tuan Willy dan gue bakalan meeting bersama rekanan bisnis kita."


"Tak mungkin kan kedua kembar ini diajak meeting, yang ada dunia bakal berantakan, ini tender gede Ce, rugi kalo sampe gagal kasihan Tuan Willy, aku mohon Ce (sambil menangkupkan kedua tangan memohon)."


Kaizar berusaha merayu Ice, tapi bocah perempuan itu berkeras g mau di asuh Ice.


"Mika gak mau cama ajumma icu, Mika mau kecemu ayah, kacanya ayah bica menghijupkan ci manis."


"Dengan tersenyum sabar, Kaizar mengusap rambut kepala si gadis kecil itu."


"Sabar ya sayank, sekarang kalian main sama ka Ice dulu ya, nanti Om Kaizar akan bawakan si manis yang baru."


Rayu Kaizar agar si gadis kecil mau diasuh Ice.


"Cius Om? tapi kandangnya udah dipindahin teyus gimana dong Om? nanti ci manis tindal dimana?

__ADS_1


Tanya gadis kecil itu polos dan mulai melupakan kebenciannya pada Ice.


"Betul Om, si manis nanti gimana mau boboknya.'


ucap Miko yang gak cedal dan lancar berkata katanya ikut menimpali.


"Tenang aja, nanti kita minta mang ujang untuk mindahin kandangnya si manis ke kamarnya lagi ya."


"Tapi sekarang main bersama ka Ice dulu dan jangan nakal ya, sampai ayah selesai pekerjaan nya."


Rayu Kaizar agar kedua bocah mau bermain bersama Ice.


"Ice yang awalnya ingin berkeras menolak mengasuh si kembar, akhirnya mau tak mau terpaksa harus mengasuhnya.


"Iya mau Om."


Jawab Mika dan Miko bersamaan.


"Ah..."


Kini Ice paham, si manis adalah kucing peliharaan yang mati, dan Willy memerintahkan Ice untuk mencari kucing baru untuk mengelabui sikembar.


Tapi sayangnya Ice tak mendapatkan kucing yang mirip seperti yang dipesan Willy.


"Ce... gimana? sikembar sudah setujuh, kamu ajak saja mereka ke taman bermain, supir ada dibawah jadi kalian bisa minta antar kemanapun."


Ucah Kaizar kembali merayu Ice agar mau mengasuh kedua bocah kembar ini.


"Tapi... Ice belum hapal daerah sini Tuan"


"Ce.... tolonglah, kamu cukup bilang aja ke supir, nanti biar supir yang nganter dan jangan takut tersesat."


'Iya... tapi...."


"Please Ce, kasihan Tuan Willy dia pasti pusing."


Kaizar terus memelas dengan majah dibuat sedih mengiba.


"Hufff... baiklah tapi cuma kali ini aja ya Tuan."


Akhirnya Ice tak tega, dan mengiyakan untuk mengasuh si bocah kembar.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kemalaman dan kondisi othor yang belum sehat benar, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2