Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Pelampiasan Willy"


__ADS_3

Sudah satu Minggu Willy menyebar anak buahnya untuk mencari keberadaan Ice, tapi semuanya hanya menemukan jalan buntu.


Kali ini Willy benar benar frustasi, dia merasa seperti Dejavu seperti saat dulu dirinya pernah kehilangan Rani, apakah kini cerita itu akan terulang lagi bagaimana dirinya harus kembali kehilangan Ice gadis kecil yang dicintainya setelah Rani.


"Apakah ini karmaku? apakah gue harus kehilangan orang yang gue cintai lagi? gue merasa bodoh karena telah menyia-nyiakan kamu Ce."


"Gue mohon Ce... kembalilah, gue gak akan kuat kalo harus kehilangan lagi, kalo harus kehilangan kamu Ce."


Ucap Willy sambil menatap foto Ice yang tersimpan di galery handphone-nya.


Willy bahkan tak bisa fokus dengan pekerjaannya, beberapa meeting temu klien terpaksa Kaizar yang harus mewakilinya.


Wajah yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus tidak terawat karena sibuk mencari keberadaan Ice, bahkan Willy tak lagi memperdulikan pakaian dan penampilannya yang berantakan, dan rambut yang tak lagi tersisir rapi.


Sikembar bahkan enggan saat Willy hendak menciumnya, apalagi Miss perfect si cantik Mika yang alergi dengan semua yang tampak kotor.


Dipandangan si cantik Mika, Willy saat ini tak kalah kotornya dengan kondisi Ice waktu pertama kali Mika bertemu Ice.


"Jauh jauh jangan detat detat, ayah joyok tayak oyang yang gak pelnah mandi, mutana banak buluna Mika gak mayu ditium ayah."


Mika mendorong muka Willy menjauh saat Willy hendak menciumnya.


Willy yang mendapatkan penolakan dari si cantik Mika hanya menyengir kuda, ingin tertawa disaat hatinya sedang menangis.


Untuk memudahkan pencarian ice, Willy terpaksa harus menitipkan kedua bocah kembar itu kepada Mommy-nya.


Beberapa kali Mommy-nya sempat terkejut dengan penampilan Willy yang berantakan dan terkesan masa bodo.


"Willy terus terang sama Mommy, sebenarnya apa yang terjadi kenapa kamu berantakan begini sayang?"


Tanya Mommy-nya saat melihat penampilan Willy yang berantakan tak terawat.


"Gak ada apa apa Mom, Willy hanya sedang pusing karena pekerjaan yang sedang banyak masalah."


Ucap Willy berbohong karena tak ingin Mommy-nya khawatir.


"Apa ini tentang gadis yang kamu sembunyikan dari Mommy? kamu tuh anak Mommy Will, mudah bagi Mommy untuk mengetahui apa yang sedang kamu alami."


"Gak ada Mom... sudahlah Mommy gak perlu khawatir, Willy ok kok ! jadi Mommy jangan mikir yang aneh aneh lagi, Willy titip si kembar dulu ya Mom... ada banyak tugas yang sedang menanti."

__ADS_1


Setelah menitipkan kedua bocah kembar itu kepada Mommy-nya, Willy langsung berpamitan dan meninggalkan rumah Mommy-nya.


"Jika kamu benar-benar mencintainya, cepatlah kejar dan temukan gadis yang sudah mampu membuat seorang Willy benar benar porak poranda seperti saat ini."


Ucap Mommy-nya Willy yang lebih ke arah mengejek dari pada bersimpati.


Willy yang sudah berjalan menjauh bahkan masih bisa mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh Mommy-nya.


Saat sedang mengendarai mobilnya mencari keberadaan Ice, tiba-tiba ponselnya bergetar, tampak inisial yang menelponnya tertuliskan Daddy Arjun.


Willy dengan perasaan yang tidak enak seolah tahu akan kemana pembicaraan dirinya dengan si Daddy Arjun.


"Halo !!! Willy Daddy peringatkan jika kamu sampai tak bisa menemukan Ice, Daddy akan hapus nama kamu dari KK."


Terdengar suara sang Daddy yang tampaknya sedang menahan marahnya.


"Iya Daddy, Willy paham, ini juga sedang usaha nyariin si Ice."


Jawab Willy yang tampak tak bersemangat.


"Kamu bodoh Will, bagaimana bisa gadis sebaik Ice kamu sia siain sampe Ice pergi ninggalin kamu."


Willy tak lagi ingin menjawabnya, toh saat ini juga Willy sedang keliling mencari keberadaan Ice.


Sebelum Daddy Arjun semakin emosi, Willy sudah lebih dulu menutup panggilan telpon-nya.


Willy yang sedang badmood ditambahin omelan dari sang Daddy membuat Willy semakin enggan untuk bicara apapun.


Dengan mobilnya Willy menyisir semua sudut kota Jakarta, tapi disayangkan tak ada satupun tanda tanda keberadaan ice.


"Bagaimana ini, tetap tak menemukan tanda-tanda keberadaan kamu Ce, teganya kamu ninggalin gue Ce."


Sementara Ice yang sedang tertidur mendadak terbangun karena tersedak oleh air liurnya sendiri.


"Uhuk... uhukkkk kok bisa sih tidur aja juga tersedak begini?"


Keluh Ice yang terbangun dari tidurnya.


Setelah minum cukup air mineral yang disediakan oleh pemilik kost kostan saat awal Ice baru datang tadi, Ice kembali melanjutkan tidurnya merangkai mimpi yang sempat terputus tadi.

__ADS_1


Tengah malam akhirnya Willy memutuskan pulang menghentikan pencariannya saat tubuhnya sudah tak dapat.


Willy pulang dan dalam perjalanan pulang dirinya sempat melihat seorang gadis yang dari belakang tampak seperti Ice sedang menjadi korban pemalakan.


Willy segera menepikan mobilnya dan turun untuk menolong gadis itu yang awalnya dia kira Ice.


"Jauhi gadis itu, atau kalian ingin tangan dan kakinya patah."


Ucap Willy yang seolah mendapatkan jalan untuk melampiaskan kekesalannya karena tak menemukan Ice.


"Ha... ha.... ha.....,siapa kamu yang sok jadi pahlawan kesiangan? maju sini kalo berani.


ucap salah satu pemuda itu seolah dia yang paling jago.


Tanpa banyak bicara lagi Willy langsung menerjang kelompok pemalak itu.


Willy dengan lincahnya menggerakkan tangan dan kakinya bergerak menghindar dan memukul lawan yang ada didekatnya.


Hitung-hitung melampiaskan kekesalannya karena kehilangan Ice, pikirannya tidak selalu mendapatkan kesempatan seperti ini, bisa memukul orang sepuas hati.


Pikir Willy lagi sambil melemparkan tinjuan ke wajah lawannya, satu tinjauannya sudah membuat lawannya jatuh pingsan dengan mengalami patah hidung dan otomatis berdarah.


Membuat kelompok pemuda yang memalak gadis tadi menjadi ciut.


"Gue paling suka mukuli orang kayak gini, apalagi memang gue butuh orang yang bisa gue pukulin, dan ini adalah hari sial kalian karena harus ketemu gue."


Ucap Willy sambil memberikan tendangan setengah putaran seolah terbang yang dikenal Dwi Hurigi dalam taekwondo, membuat lawannya langsung jatuh pingsan karena kuatnya tendangan.


"Ampun bang, ampun... tolong maafin kita, kita gak akan ngulangin perbuatan kita lagi."


Jawab salah seorang pemalak itu sambil berusaha bangun dengan memegang hidungnya yang berdarah.


"Kalo gitu cepetan pergi dari sini, sebelum gue berubah pikiran."


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum sehat benar juga harus menjaga anak yang sedang sakit, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2