Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Brigitta Marquise"


__ADS_3

Alvin terus memperhatikan rekaman CCTV di depan kamar tempat para pemuda itu membawa Ice, dilihatnya ada dua petugas keamanan club sedang patroli dan tiba-tiba kedua petugas keamanan itu mendobrak paksa pintu kamar tempat para pemuda itu membawa Ice.


Lalu dilihatnya kedua petugas itu melakukan baku hantam dengan para pemuda tersebut, lalu para pemuda itu kabur.


Setelah para pemuda itu kabur, seorang penjaga keamanan lalu meminta salah satu pelayan wanita membantu Ice menanyakan siapa kiranya yang bisa dihubungi untuk menjemput Ice.


Setelah itu petugas keamanan itu meninggalkan Ice bersama seorang pelayan wanita yang menjaganya di kamar itu, karena keadaan Ice yang sudah tidak sadarkan diri.


Setelah melihat semua rekaman CCTV itu, Alvin segera mengirimkan potongan rekaman yang memperlihatkan Ice itu kepada Willy.


Willy yang melihat rekaman itu mulai mengeras rahangnya, amarahnya serasa akan meledak ibarat BOOM waktu yang siap meledak kapanpun.


Alvin juga segera memindai wajah semua tersangka, mulai dari para gadis yang datang bersama Ice sampai para pemuda yang berniat melecehkan Ice.


Setelah berhasil memindai semuanya dan mendapatkan data masing masing dari mereka, Alvin segera mengirimkannya kepada Willy.


Kemudian oleh Willy langsung dia kirimkan kepada Rico agar dia menyelesaikan semuanya.


Setelah mengirimkan semua rekamannya ke Rico, Willy kembali memutar rekaman CCTV itu beberapa kali berusaha untuk mengenali setiap pelakunya.


Sebenarnya jika saja Ice tidak dalam pengaruh obat bius atau alkohol sudah bisa dipastikan Ice bisa mengalahkan ke empat pemuda itu dengan mudah oleh karenanya Willy tidak pernah khawatir akan keadaan Ice karena Ice menyandang sabuk hitam dalam beladiri taekwondo.


Tapi namanya bahaya selalu saja ada ketika sedang tidak waspada, apalagi saat bersama teman yang dikira tulus tapi menyimpan banyak muslihat untuk mencelakakan kita disaat lengah seperti yang dialami oleh Ice saat ini.


Setelah berulang kali memutar rekaman CCTV itu, Willy lalu memeriksa data setiap orang yang terlibat dalam rencana menjebak Ice.


Bahkan Willy juga memeriksa kontak handphone terakhir saat kejadian kemarin dari tiap-tiap mereka yang terlibat.


Dari riwayat kontak mereka ada beberapa yang memiliki riwayat kontak yang sama-sama tertuju pada satu nomor pengguna yang sama.


Willy segera memasukkan beberapa kombinasi abjad dan angka dan mulai meretas nomor yang dicurigainya itu.

__ADS_1


Dari sana dia mulai memasuki banyak aplikasi yang terhubungi dengan nomor si pengguna itu.


Dari sana Willy mengetahui identitas dari no pengguna yang terduga sebagai dalang dari peristiwa yang dialami Ice.


Yang ternyata salah satu mahasiswi dengan peringkat terbaik di university tempat Ice kuliah.


Tentang modus dari tindakan si pelaku sendiri belum diketahui apa penyebabnya.


Karena dari percakapan para pelaku hanya diketahui agar mereka bisa membawa Ice ke night club xxx dan membuatnya tak sadarkan diri.


Sedangkan dari riwayat percakapan handphone kelompok pemuda yang membawa Ice kekamarnya hanya mendapatkan perintah untuk menghancurkan Ice dengan imbalan senilai lima ribu Franc Swiss.


Untuk nominalnya jika di Rupiah kan silahkan ke kalkutasi siMbah Google ya readers.


Setelah mendapatkan semua data para pelaku, Willy lalu memerintahkan Rico untuk membawa mereka semua ke markas.


Hanya untuk mahasiswi yang menjadi otak dari semuanya, Willy bertindak lebih hati hati.


Marquise sendiri adalah gelar kebangsawanan yang berarti orang yang menggunakannya adalah keturunan bangsawan atau bangsawan itu sendiri, dan karenanya Willy lebih memilih untuk berhati hati, karena Willy tidak mengerti apakah seorang Marquise di sini mendapatkan kekebalan hukum atau tidak.


Setelah beberapa saat akhirnya Willy mendapatkan jawaban dari Alvin yang menjelaskan jika Brigitta Marquise adalah keponakan dari Rektor University tersebut, dan tentang gelar tidak ada perlakuan khusus semacam kekebalan hukum, semua berada pada posisi yang sama dimata hukum.


Dan dari keterangan Alvin juga Willy mengetahui jika Brigitta adalah Mahasiswi yang tidak jujur, peringkat mahasiswi terbaik itu dicuri dari seorang mahasiswi berprestasi yang kuliah disana dengan mengandalkan beasiswa.


Mahasiswi berprestasi itu sendiri adalah seorang yatim piatu sehingga hanya pasrah ketika prestasinya diambil atau dia harus kehilangan beasiswanya beserta rumah pantinya.


Willy hanya bisa menarik napas berat menahan sesak ketika mendengar cerita yang diceritakan oleh Alvin.


Hidup memang tidak pernah adil, entah pada orang yang susah ataupun berlimang harta, akan selalu ada sisi tidak adilnya.


"Baiklah untuk Brigitta Marquise tentunya tidak berani melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan dari pamannya saat mencuri prestasi mahasiswi lainnya kan, jadi periksa semua data tentang keduanya, aku yakin masih banyak lagi kejahatan yang pernah mereka lakukan."

__ADS_1


Ucap Willy lalu memberi perintah lagi ke Alvin.


"tapi.. bagaimana dengan alat yang sedang kita kerjakan?"


Tanya Alvin dari seberang.


"Tunda dulu untuk sementara waktu, sampai masalah Ice selesai."


Ucap Willy, yang tentunya membuat Alvin yang gila IT merasa sedikit kecewa karena pekerjaan mereka membuat alat canggih yang baru harus tertunda.


Setelah itu Willy langsung menutup teleponnya.


Dan Alvin beserta Elvan terpaksa menunda pekerjaan mereka dan segera melaksanakan tugas baru dari Willy.


"Siapa sebenarnya gadis itu? kenapa Boss terkesan lebih mengutamakan dia dari projects yang sedang kita kerjakan ini?"


Tanya Elvan yang Alvin sendiri juga tidak tahu jawabannya.


"Aku tidak tahu, yang pasti gadis ini orang yang berarti bagi Boss, dan kenapa kau menanyakannya pada ku yang jelas-jelas aku juga tidak tahu, dasar bodoh kau ini."


"He... kalau aku bodoh lalu kau sendiri apa?, ayo cepat kerjakan yang diperintahkan si Boss agar semua cepat selesai dan kita bisa melanjutkan projectnya."


Sementara ditempat lain Rico membagi tugas dengan anak buahnya dan mulai menangkap satu persatu pelaku dan membawa mereka semua ke markas tempat biasanya mereka memaksa para musuhnya untuk membuka mulut dan membongkar semua kejahatan mereka.


Para gadis remaja yang telah menjebak Ice pun merasa sangat ketakutan, awalnya mereka tidak tahu apa penyebab mereka ditangkap, tapi begitu mereka semua sudah terkumpul dan penutup mata mereka dibuka baru mereka menduga jika ini karena tindakan mereka menjebak Ice.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab dan tidak kemaleman seperti biasanya ya gaes πŸ€—dan jangan lupa dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment πŸ˜˜πŸ‘*

__ADS_1


πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


__ADS_2