
Bus kembali berjalan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta, setelah kurang lebih 6 jam perjalanan akhirnya bus mulai memasuki Jakarta.
Ice sengaja turun di pinggiran sebagai kejutan.
Dengan menumpang taksi online akhirnya Ice sampai di depan halaman rumah Pak Amat yang mulai sepi karena sudah lewat jam 7malam.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh tok.... tok.... tok....."
Ice mengucapkan salam sambil mengeruk pintu.
Setelah berulang kali mengetuk pintu, akhirnya pintu terbuka setelah terdengar saseorang menjawab salam Ice.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh sebentar."
Nurul yang membukakan pintu langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya karena terlalu bahagia saat melihat Ice yang ada di depan pintu rumah.
"Siapa neng tamunya kok gak diajak masuk."
Terdengar suara Bu Lastri istri Pak Amat dari dapur.
"Ka Ice... Nurul kangen (sambil memeluk Ice) benerkan ini ka Ice? ayo masuk ka."
Ajak Nurul sambil menarik tangan Ice untuk masuk kedalam rumah.
"Ibu.... Bapak.... buruan ada ka Ice, ka Ice pulang Bu Pak."
Teriak Nurul dengan gembira sambil menghapus air matanya yang menggenang disudut matanya.
"Pak... Ice, kata Nurul Ice pulang Pak."
Ucap Bu Lastri sambil menepuk punggung tangan Pak Amat yang masih terduduk di depan meja makannya.
Pak Amat menganggukkan kepalanya sambil berdiri dari duduknya.
"Iya Bu, ayo kita lihat kedepan."
Ucap Pak Amat mengajak Bu Lastri istrinya kedepan untuk menemui Ice.
Pasangan suami istri itupun berjalan ke ruang tamu bersamaan untuk menemui Ice yang pernah menjadi bagian dari keluarga mereka walau tak lama.
"Bapak Ibu Assalamu'alaikum."
Ucap Ice sambil berdiri menghampiri Pak Amat dan Bu Lastri untuk menyalami keduanya.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh."
"Senang melihat neng Ice kembali dalam keadaan sehat, iyakan Bu?"
Ucap Pak Amat sambil menepuk bahu Ice.
__ADS_1
"Iya neng, pasti neng Ice belum makan kan, ayo ikut makan bareng."
Ajak Bu Lastri sambil memeluk Ice.
"Iya ka Ice, lama kita gak makan bersama."
Ucap Nurul menimpali sambil menarik tangan Ice ke dapur untuk ikutan makan bersama.
"Iya dedek, makasih Bu... jadi ngerepotin."
"Ngomong apa sih neng Ice ini, kayak sama siapa aja, kita ini keluarga loh... selalu ingat itu walaupun sekarang neng Ice sudah tidak tinggal disini lagi.'
Ucap Pak Amat mengingatkan Ice.
"Iya Pak, Terimakasih sudah menganggap Ice anak sendiri."
Ucap Ice sambil duduk di bangku ikut menghadap meja makan.
"Ini ka makan dulu."
Ucap Nurul sambil memberikan piring dan sendok ke Ice.
"Iya dedek terimakasih, sudah lama gak makan masakan Ibu."
Ucap Ice sambil menyendokkan nasi ke dalam piringnya dan mengambil beberapa lauk pelengkapnya.
Ice bersama keluarga Pak Amat menikmati suasana makan bersama dengan gembira.
Seperti sebelumnya, Ice tidur dikamarnya dulu sewaktu tinggal di rumah Pak Amat. Walaupun Nurul masih sangat ingin melepas rindunya pada Ice, tapi Nurul memilih menahan diri dan membiarkan Ice untuk istirahat tanpa mengganggu Ice.
Keesokan paginya Ice memilih untuk joging bersama Nurul berusaha quality time bersama Nurul saling melepaskan rindu.
"Dedek maaf ya, karena ka Ice sudah menjual mobil ka Ice, jadinya gak bisa ngajak dedek jalan jalan pake mobil pribadi."
"Gakpapa ka, kan kita bisa minta anter bapak kalo ingin jalan-jalan."
Ucap Nurul masih dengan senyum yang terus mengembang.
"Iya juga ya, tapi kasihan dong Bapak kalo harus nganterin kita bisa bisa Bapak gak narik penumpang dan gak dapet duit dong."
Ucap Ice menggoda Nurul.
"Biarin gakpapa ka, kan gak tiap hari juga."
Jawab Nurul bersemangat.
Akhirnya Ice dan Nurul menghabiskan waktunya dengan mengajak Ice berbelanja sepuasnya di mall-mall.
Ice memanjakan Nurul dengan membelikan semua yang sangat di inginkan oleh Nurul, mulai dari pakaian casual yang sedang trend, sepatu juga sandal, dan tak ketinggalan handphone Android terbaru yang sangat di inginkan oleh Nurul.
__ADS_1
Tanpa Ice sadari jika aktivitasnya di kota terekam oleh beberapa kamera pantau CCTV yang langsung terdeteksi oleh team IT perusahaan yang diperintahkan Willy untuk mencari keberadaan Ice.
Begitu mereka mengenali sosok gadis yang tertangkap kamera CCTV sebagai Ice, mereka segera mengirimkannya kepada Willy.
Willy yang sedang berada bersama si onta temannya yang merupakan salah satu personil Gangs The Bloody, segera memeriksa hasil rekaman CCTV yang telah dikirimkan ke emailnya.
"Yes... akhirnya aku menemukanmu."
Seru Willy merasa sangat bahagia juga lega begitu melihat jika Ice ternyata ada di Jakarta.
Si onta yang melihat Willy tertawa sendiripun mulai ikut melihat rekaman CCTV di mini komputer milik Willy.
"Ice !.... ternyata dia pergi ke Jakarta, tapi bagaimana rekaman CCTV ini sampai ke elu bro? ada hubungan apa sebenarnya lo sama Ice?"
Tanya si onta yang ternyata adalah siganteng Fathir.
"Tunggu.... tunggu.... lo kenal Ice? harusnya lo yang cerita ke gue gimana lo bisa kenal sama ice?"
Tanya Willy balik ke Fathir.
"Hemmm.... Ice tetangga sebelah, dia ngkost disini sudah beberapa bulan ini."
Jawab Fathir sekenanya, karena entah kenapa dirinya merasa tak suka saat tahu Willy menguntit Ice.
"Dan lo sendiri, apa sebenarnya hubungan lo sama Ice? jangan bilang dia yang lo bilang masa depan lo itu."
Tanya balik Fathir pada Willy.
"Sayangnya memang benar begitu adanya, dia masa depan gue yang sedang gue cari beberapa bulan ini, dia calon istri gue."
Jawab Willy yang tak ingin menyembunyikan hubungannya dengan Ice.
Karena Willy merasa curiga jika Fathir juga memiliki rasa pada Ice saat melihat ekspresi tidak suka di wajah Fathir ketika melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan Ice tadi.
Fathir mengusap wajahnya kasar, berharap apa yang diucapkan oleh Willy tentang Ice adalah calon istri Willy itu tidak benar adanya.
"Terus apa yang sudah lo lakuin sampe Ice memilih pergi meninggalkan lo?"
Tanya Fathir tak suka pada apa yang terjadi pada Ice.
"Gue yang salah, sudah nyia nyiain dia setelah memintanya pulang ke Indonesia dari Swiss, gue sudah membuatnya kecewa dan terluka."
Ucap Willy dengan wajah sedih menceritakan semua yang dia lakukan pada Ice.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum fit juga kondisi anak yang Alhamdulillah baru mulai sehat dan semoga saja terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍