
Fathir mengusap wajahnya kasar, berharap apa yang diucapkan oleh Willy tentang Ice adalah calon istri Willy itu tidak benar adanya.
"Terus apa yang sudah lo lakuin sampe Ice memilih pergi meninggalkan lo?"
Tanya Fathir tak suka pada apa yang terjadi pada Ice.
"Gue yang salah, sudah nyia nyiain dia setelah memintanya pulang ke Indonesia dari Swiss, gue sudah membuatnya kecewa dan terluka."
Ucap Willy dengan wajah sedih menceritakan semua yang dia lakukan pada Ice.
Willy juga segera memerintahkan team IT perusahaannya untuk terus memantau keberadaan Ice, dirinya tak ingin kehilangan jejak Ice kembali.
"Pantau terus jangan sampai kehilangan jejaknya lagi, pastikan tetap dalam pantauan team."
Perintah Willy pada anak buahnya.
Setelah itu Willy juga segera menelphone Kaizar, setelah beberapa kali mengulangi panggilan telpon-nya barulah akhirnya terdengar suara Kaizar dari seberang.
"Halo Boss... gak bisakah membiarkan diriku ini istirahat barang sebentar aja, lo selalu aja ganggu, buruan sekarang ada kerjaan apa lagi."
Belum lagi Willy mengatakan satu katapun, Kaizar sudah lebih dulu memberondong nya dengan semua keluhannya.
"Sudah ngocehnya? sekarang dengarkan gue baik baik terus lo kerjakan, awas aja kalo lo gak ngerjakan tugas yang gue kasih."
"Iya buruan tugas apa yang kudu gue kerjakan sebelum gue tidur."
"Ice ada di Jakarta, dia sedang dirumahnya Pak Amat yang sopir taksi online itu, lo harus pastiin beberapa orang untuk selalu ngawasin kemanapun dia pergi."
"Hanya itu kan? oke gue mau molor dulu sekarang bye."
Ucap Kaizar yang langsung menutup sambungan teleponnya.
"Sialan banget tuh orang asal main tutup telepon aja, gak ada sopan sopannya sama Bossnya."
__ADS_1
Ucap Willy menggerutu atas sikap Kaizar yang asal main tutup teleponnya.
Sementara Fathir sedang berperang dengan pikirannya sendiri yang tak rela jika Ice kembali kepada Willy.
"Gue SMS Ice gak ya? ngingetin dia kalo Willy ada disini, agar dia jangan kembali dulu kesini."
"Tapi walaupun Ice gak kembali kesini, semua anak buah Willy pasti sudah memantaunya, aaahhhhh.... kenapa rasanya gue gak rela kalo Willy mendapatkan Ice."
"Atau gue suruh Ice pergi jauh aja ya? hah.... ada apa dengan gue benernya? kenapa dangan hati ini? apa gue cemburu? apa sebenarnya gue sudah jatuh cinta pada Ice."
"Oh... ayolah Fa... gue gak boleh begini, gue gak boleh nikung wanita milik temen sendiri, akh.... gue harus bagaimana?"
Fathir Wira Wiri di teras kamar kostnya sambil mengacak-acak rambutnya dengan menggenggam ponselnya dan berulang kali ingin mengirim pesan ke Ice tapi selalu dia urungkan.
Akhirnya Fathir menyerah dan memilih kembali masuk ke dalam kamar kostnya, dia ingin melihat perkembangan hubungan Willy dan Ice lebih dulu sebelum memutuskan apakah dia harus hadir diantara mereka dan merebut Ice dari Willy atau sebaiknya mundur sebelum rasa cinta yang ada semakin tumbuh subur yang akhirnya akan menyakitinya.
Padahal bagi Fathir, Ice adalah gadis pertama yang hadir dan mampu mengisi hatinya dan mungkin juga bisa memporak porandakan hatinya yang selama ini damai.
"Jadi apa keputusan lo sekarang setelah tahu saat ini Ice sedang di Jakarta, apa lo akan pulang ke Jakarta sekarang untuk menemui Ice? atau menunggu Ice kembali kemari?"
"Gue akan tunggu dia disini sampai dia balik kesini, karena jika gue balik ke Jakarta kemungkinan bisa berselisih jalan dengannya dan gak ketemu atau bisa jadi Ice justru kembali menghilang begitu dia tahu gue sudah pernah kesini."
Jawab Willy sambil membuka pakaian bagian atasnya hendak mandi.
"Hemmm lo bener, ya udah lo mandi aja dulu, gue mau pesen makan dulu via delivery."
Ucap Fathir yang segera memesan makanan untuk makan sore mereka.
Willy sendiri langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mandi, dan berniat untuk tidur sesudahnya.
Keesokan harinya seperti yang sudah di duga oleh Willy, Ice berpamitan kepada Pak Amat dan keluarganya untuk kembali ke Muntilan.
Tapi Ice tetap tidak bercerita kepada Pak Amat dan keluarganya kalo dirinya sebenarnya tinggal di Muntilan.
__ADS_1
Setelah berpamitan, Ice lalu berangkat ke Muntilan dengan menaiki bus seperti kemarin saat dirinya berangkat dari Muntilan ke Jakarta.
Kali ini perjalanan yang dilalui Ice selama di bus terasa lebih aman, yang tanpa diketahui oleh Ice jika sebenarnya beberapa anak buah Willy juga berada di dalam bus itu untuk menjaga keamanannya sesuai perintah Willy.
Karena merasa perjalanannya kali ini aman dan bus juga tidak sepenuh saat dirinya berangkat kemarin, kini Ice memilih untuk tidur selama perjalanannya.
Akhirnya setelah melewati perjalanan lebih kurang enam jam, kini Ice sudah sampai di terminal saat jam menunjukkan pukul tujuh malam.
Ice bingung antara menelpon Fathir atau lebih baik memesan taksi online untuk ke tempat kostnya.
Pada akhirnya Ice memilih untuk memesan taksi online dan menunggu di warung makan selama taksi online yang dipesannya belum datang.
Tak berapa lama akhirnya taksi online yang dipesannya pun sampai dan segera mengantarkan Ice ke tempat tujuannya.
Di tempat kostan Fathir, Willy sudah lebih dulu mendapatkan kabar dari snak buahnya yang mengikuti Ice selama perjalanannya dari Jakarta sampai ke Muntilan.
Willy menjadi tegang dan tak sabar untuk segera bertemu dengan Ice, dirinya merasa seperti kembali ke masa-masa ABGnya.
"Kenapa gue jadi berdebar-debar kek begini ya ta? (Onta panggilan Willy ke Fathir), gue merasa gugup."
Kata Willy kepada Fathir yang sebenarnya juga sedang gelisah takut Ice pada akhirnya beneran kembali ke Willy dan meninggalkannya.
"Lo kenapa sih ta? kayak orang sedang gelisah mau lahiran aja wira wiri begitu."
Ucap Willy yang heran melihat tingkah sahabatnya itu yang sedari tadi gelisah.
"Hemmm.... Will.... gue cuma pesen jangan pernah sakiti dan sia siain Ice."
Bukannya menjawab pertanyaan Willy, Fathir justru menitipkan pesan agar Willy tak pernah menyakiti Ice lagi apalagi mensia siakannya, membuat Willy mengerutkan keningnya mulai berpikir dan menduga-duga apakah Fathir memiliki perasaan khusus untuk Ice.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum fit juga kondisi anak yang Alhamdulillah baru mulai sehat dan semoga saja terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍