
Setelah menyampaikan pembubaran tim IT perusahaan saat ini, Willy lalu menutup meeting dan berniat pulang ke apartemennya.
Tapi di tengah perjalanan Willy tiba-tiba ingin melihat interaksi Ice selama di kampus barunya.
Diperhatikannya Ice dari jauh, dia lihat bagaimana Ice tersenyum dan bercanda dengan teman-temannya, ya Ice tipe cewek yang mudah bergaul sehingga yang berteman dengannya akan merasa nyaman.
Tapi tiba-tiba Willy merasa tidak senang saat dilihatnya seorang mahasiswa dengan wajah oriental lalu datang dan merangkul Ice seolah mereka adalah teman akrab atau lebih kali ya.
Willy segera menghampiri Ice, entah apa yang ada dipikirannya tapi Willy merasa tidak senang begitu melihat ada pria asing yang bersikap sok dekat pada Ice.
Willy terlihat terlalu protektif pada Ice entah karena rasa sayang sebagai kakak pada adiknya atau rasa cemburu karena yang dia anggap miliknya sedang di pegang oleh orang lain.
"Ice apa sudah waktunya jam pulang?, atau masih menunggu kelas berikutnya?"
Tanya Willy yang tanpa di duga oleh Ice tiba-tiba sudah menyingkirkan tangan pemuda yang sedang merangkul pundak Ice dan menarik Ice mendekat kepadanya.
"Eh... Om kapan dateng?, kok tiba-tiba sudah ada disini?"
Tanya balik ice sambil tersenyum malu pada teman-temannya karena Willy yang tiba-tiba muncul dengan sikapnya yang absurt seolah bermusuhan dengan Lim.
"Gue sudah lama disana (sambil menunjuk kearah bangku bawah pohon rindang tempat Willy duduk memperhatikan Ice tadi) sepertinya kamu sudah memiliki banyak teman disini ya.
Kata Willy sambil menyelipkan rambut Ice kebelakang telinganya.
"Oh... hai perkenalkan saya Lim, Ice first friend here."
Sapa Lim sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan berkenalan dengan Willy.
"Hai Lim nice to known you, semoga kamu tulus berteman dengan Ice."
Kata Willy saat menerima uluran jabat tangan Lim.
"Om pulang saja dulu, atau Om mau kemana ini masih jam kerjakan Om, kebetulan Ice masih ada kelas."
Kata Ice lirih lebih tepatnya berbisik kerena posisi wajah Willy saat ini dekat banget dengan muka Ice dan membuat Ice jadi salah tingkah bahkan pipinya sudah merona.
"ini uncle why is his attitude like he is seducing ice, tidak sadar apa dengan umurnya."
Batin Lim dalam hati yang sebenarnya cemburu melihat cara Willy pada Ice.
__ADS_1
"Tenang saja sayang, gue akan sabar menunggu disini."
Bisik Willy disamping telinga Ice yang menbuat Ice gemetaran panas dingin oleh ulah Willy.
"Ini Om Willy kenapa sih?, apa sedang kesurupan?, gak biasanya seperti ini ih bikin Ice gemetaran jadinya."
Bisik hati Ice berusaha menggeser tubuhnya menjauh dari Willy tapi segera ditahan Willy dengan mengeratkan rangkulannya pada bahu Ice.
"Om... jangan begini dong, Ice jadi malu kalo begini."
Kata Ice lirih yang bagi Willy seperti bisikan manja mungkin.
Lim tak dapat membantu apapun dia hanya bisa diam dalam perasaan cemburunya, melihat bagaimana Willy dan Ice saling berkata lirih seolah saling berbisik.
Willy yang memperlihatkan ekspresi Lim saat dirinya sedang menggoda Ice pun tersenyum penuh kemenangan karena telah berhasil membuat pemuda itu cemburu.
Sementara teman teman Ice yang lain selain Lim merasa bingung harus bagaimana menyikapi drama yang ada saat ini.
"Tenang gue gak akan pulang tanpa kamu Ice sayang, jadi gue akan nunggu disini."
Kata Willy yang mulai melepaskan rangkulan tangannya dari bahu Ice.
Kata salah satu mahasiswi kenalan Ice juga.
"Ok yuk kita ke kelas dulu"
Kata teman Ice yang lain lagi.
"Om ice ke kelas lagi ya."
Pamit Ice pada Willy dan langsung di gandeng oleh Lim.
Lim yang sudah merasa kesal dan cemburu dengan tingkah Willy tadi, langsung mengadeng Ice meninggalkan Willy dan tak lupa Lim kembali menoleh kebelakang dan memberikan seyum ejekan dan mengacungkan jari tengahnyaπseolah menjawab tantangan Willy yang menggoda Ice tadi.
Dan Willy yang melihat Lim mengacungkan jari tengahnya juga ikutan membalas dengan cara yang sama.
Setelah satu jam menanti Ice, akhirnya kelas terakhir Ice hari ini selesai.
Dan Ice pulang bersama Willy membuat Lim menahan iri karena awalnya Lim yang berniat untuk mengantarkan Ice pulang, tapi begitu tahu Ice pulang bersama Willy saat itu Lim terpaksa mengurungkan niatnya.
__ADS_1
Sesampainya di apartemen, ice yang sudah berusaha manahan malu karena tingkah Will tadi langsung masuk ke kamarnya meninggalkan Willy sendirian.
"Hai Ce mau kemana? ngambek ya."
Goda Willy sambil cengengesan.
Ice yang marah merajuk tanpa menoleh tanpa menjawab langsung masuk ke kamarnya.
Willy tak mempermasalahkan merajuknya Ice.
Willy yang lelah juga langsung menuju kamarnya, iseng iseng sambil tengkurap ditempat tidurnya yang empuk Willy memeriksa semua penampakan yang ada selama ini.
Dan saat memeriksa rekaman CCTV dikamar ice, tanpa sengaja terlihat Ice yang baru selesai mandi dan hanya mengenakan handuk sampai bagaimana Ice memakai pakaiannya satu persatu.
Willy yang mendapatkan tontonan gratis mulai merasakan adik kecilnya menegang, tapi Willy yang penasaran masih terus menikmati setiap bagian proses saat Ice memakai pakaiannya.
"Sial adik kecil gue bisa bisanya bangun cuma karena Ice, sadar Will sadar dia itu masih terlalu kecil apa kata orang nantinya."
Gumam Willy seorang diri sambil sesekali tangannya mengusap adik kecilnya berharap tuh si dedek tidur lagi.
Tapi bukannya tidur yang ada si dedek semakin tegak menantang, padahal saat ini ice sudah berpakaian rapi.
"Aduh gimana... ini?, mungkin harus me non aktifkan CCTV lagi dulu kali ya."
Willy akhirnya bisa menghilangkan pikiran pikiran liarnya setelah dia memutuskan untuk men non aktifkan CCTV di kamar Ice.
"Gue gak nyangka bakalan buat si dedek bangun gara-gara melihat dia begitu, apa mungkin gue ada rasa sama Ice ya?"
"Seandainya gue sama Ice, pasti bakalan diketawain oleh The Bloody and the gangs, pasti mereka bakalan mencap gue pedofil."
Kata Willy sambil bayangin seadainya dia dan Ice jadian.
"Ah masa bodohlah orang mau bilang apa, gue harap perasaan gue ke Ice cuma rasa sayang kepada adik dan tak lebih."
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau akhirnya kemalaman dan telat 1 hari update-nya dan terhitung hari berikutnya, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment ππ*
__ADS_1
ππππππππππππππππππππππππππππππππ