
Setelah kasus Ice selesai, Willy bersama si kembar Alvin dan Elvan kembali melanjutkan pekerjaan mereka membuat alat canggih yang sudah sampai pada tahap penyempurnaan.
Ditengah tengah kesibukannya tiba-tiba Willy teringat akan Ice dan ada rasa rindu saat-saat bercanda dan menggoda Ice ketika mereka sedang bersama.
"Ice sedang apa ya? beberapa Minggu ini gue terlalu sibuk sehingga jarang ada waktu bersama Ice walau sekedar ngobrol di rumah."
Iseng iseng Willy membuka semua rekaman CCTV di seluruh ruangan dalam apartemen nya dan juga dikamar Ice untuk melihat aktifitas Ice selama beberapa hari ini.
Mulai dari kegiatan Ice sedang membersihkan rumah, memasak, bahkan aktivitas pribadi Ice saat tidur juga berganti pakaian, semuanya tak luput dari penglihatan Willy saat menonton semua rekaman CCTV.
Willy seperti ketagihan selalu berulang-ulang memutar rekaman aktivitas Ice selama di kamarnya, dia sendiri merasa jika dirinya seperti penguntit.
"Apa aku sudah tidak normal ya? kenapa selalu ingin mengulang lagi dan lagi, apalagi saat dia sedang berganti pakaian, apa karena sudah lama tidak pernah merasakannya."
Ucap Willy yang bicara sendiri saat kembali memutar ulang rekaman CCTV saat Ice sedang melakukan aktivitas pribadinya yang satu itu.
Willy sadar apa yang dilakukannya itu salah dan termasuk kejahatan, tapi dia tidak bisa berhenti untuk menikmatinya menontonnya.
Sampai kesenangannya terganggu saat Alvin menunjukkan alat canggih yang sudah mereka sempurnakan.
"Boss look, you can test how it works now, your design is really amazing Boss."
"Boss lihatlah, kau sudah bisa menguji cara kerjanya sekarang, rancanganmu benar benar luar biasa Boss."
Ucap Alvin penuh semangat saat memasuki ruangan Willy yang membuat Willy terkejut dan buru buru menutup notebook nya takut jika Alvin melihat apa yang sedang di tontonnya.
Baginya tak boleh ada satu orangpun yang boleh melihat tubuh Ice selain dirinya, tanpa disadarinya jika sikap posesifnya pada Ice itu karena ada satu rasa tersendiri untuk Ice.
"Next time you knock on the door first, don't just come in and startle like before."
"Kau ini lain kali ketuk pintu dulu, jangan asal masuk dan mengagetkan seperti tadi."
Tegur Willy yang menjadi emosi karena kesenangannya terganggu oleh Alvin yang muncul tiba-tiba.
"Eh... i... i... yes Boss, sorry I was too excited earlier."
"Eh... i... i.... iya Boss, maaf tadi saya terlalu bersemangat."
Ucap Alvin meminta maaf sambil menundukkan kepalanya dua kali.
Lalu menunjukkan alat canggih yang sudah dia sempurnakan bersama saudara kembarnya, alat yang sekilas hanya tampak seperti jam tangan pada umumnya.
"This Boss can try it first to judge the level of perfection."
__ADS_1
"Ini Boss bisa mencobanya lebih dulu untuk menilai tingkat sempurnanya."
Ucap Alvin.
"Ok, let's test it now, has the connectivity been installed with the company's IT system?"
"Ok kita uji coba sekarang, apa sudah di pasang konektivitas nya dengan sistem IT perusahaan?"
Tanya Willy sambil memeriksa alat canggih yang ditunjukkan oleh Alvin tadi.
"Boss, all of them are connected to the parent company's IT equipment."
"Sudah Boss semua sudah terkoneksi dengan perangkat IT perusahaan induk."
Jawab Alvin sambil menunjukkan perangkat yang sudah terkoneksi dengan alat canggih itu.
"Ok good, like I promised you, you can choose the car you want and the bill let me pay it off."
"Ok good, seperti janji ku pada kalian, kalian bisa memilih mobil yang kalian mau dan tagihannya biarkan aku yang melunasinya."
Ucap Willy yang merasa puas dengan pekerjaan sikembar.
"Don't forget to make a program copy of this tool, and make 10 tools like this."
"Jangan lupa buat salinan program dari alat ini, dan buatkan 10 alat seperti ini."
"Ready Boss, thank you very much, excuse me to go back to the IT room first."
"Siappp Boss terimakasih banyak, saya permisi kembali ke ruang IT dulu."
Ucap Alvin berterimakasih lalu kembali keruang kerjanya lagi.
Merasa pekerjaannya sudah cukup hari ini, apalagi alat canggih yang mereka rancang sudah selesai disempurnakan.
Willy memilih pulang untuk bisa menjemput Ice di kampusnya.
Sesampainya di kampus Ice, seperti biasanya jika sedang menjemput ice Willy akan duduk di bangku dibawah pohon rindang di taman kampus.
Setelah cukup lama menunggu akhirnya mulai terlihat Ice yang berjalan bersama teman temannya mulai mendekat kearah Willy.
Saat ini Willy sedang tak ingin membuat Ice kesal, jadi dia bersikap kalem tidak bertingkah seperti biasanya.
Ice yang melihat Willy yang mendadak kalem itupun menjadi heran.
__ADS_1
"Hai Om sudah lama menunggu ya?"
Sapa Ice basa basi di depan teman temannya.
"Ya seperti biasa, sudah selesaikan kelasnya? kita pulang sekarang ya."
Ucap Willy sambil mengajak Ice pulang.
"Ya Om, well friends go home first, okay?"
"Iya Om, teman teman aku pulang duluan ya."
Pamit Ice kepada teman temannya.
"Yes Ice please, be careful on the way bye."
"Iya Ice silahkan, hati hatilah dijalan bye."
Jawab mereka para teman teman Ice.
Willy dan Ice mulai perjalanan pulang ke apartemennya yang nyaman dengan view Lake Zurich yang indah.
"Om tumben tadi kalem gak buat ulah seperti biasanya."
Ucap Ice sambil memperhatikan wajah Willy yang selalu tampan walau di usianya yang sudah lewat dewasa.
"Apa sekarang kamu rindu gue isengin atau rindu gue peluk?"
Sahut Willy yang mulai kambuh isengnya ingin menggoda gadis kecil yang duduk disampingnya ini.
"Is amit amit Om, jangan mulai lagi lah, entar Ice ngambek lagi."
Ucap Ice yang pipinya mulai merona merah seperti tomat lalu membuang muka kearah lain takut Willy tahu kalo saat ini dia sedang merona.
"Ce... kerjaan gue disini sudah selesai, jadi gue harus balik lagi ke Indonesia, kamu hati hati ya, jangan sapai tertipu atau terjebak lagi seperti kemarin."
Ucap Willy memberitahu Ice kalo dia sudah harus balik lagi ke Indonesia.
Dan Willy juga berpesan agar Ice lebih berhati-hati dan pandai pandai menjaga diri disaat mereka sedang tidak bersama.
"Jadi Ice sendirian dong disini Om... kalo ada apa apa sama Ice gimana?"
Tanya Ice yang mulai takut ditinggal sendirian di sini.
__ADS_1
*Alhamdulillah akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya dan bisa up tepat waktu walau lagi lagi kemalaman ya gaes, walaupun hanya bisa up 1 bab, do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍