
Setelah puas menghajar sekelompok preman, Willy lalu pergi begitu saja setelah dilihatnya kelompok preman pemalak itu mulai saling bantu memapah teman temannya yang pincang juga pingsan mulai pergi menjauh.
Willy bahkan tak berkata-kata apapun pada gadis yang di tolongnya begitu dia tahu gadis itu bukan Ice.
"Rasanya sedikit lega setelah mukulin orang, setidaknya rasa ingin marah ini sedikit terlampiaskan."
Ucap Willy sambil menekuk lehernya kekiri dan kekanan juga memutar, berusaha merilekskan otot lehernya yang kaku karena merasa tegang selama beberapa hari tak menemukan Ice.
Pagi harinya Ice yang terbangun memandang langit-langit kamarnya karena low loading, dia berusaha mengingat dimana dirinya saat ini kenapa tak mengenali kamar tempatnya tertidur.
"Astaghfirullah, kok aku bisa lupa kalo sudah gak tinggal di rumah Pak Amat sih !, sholat subuh dulu baru jalan cari sarapan."
Ucap Ice berbicara sendiri, lalu bangun dari tidurnya dan mulai berjalan ke arah toilet.
Setelah selesai sholat subuh, Ice mulai berjalan keluar kost dengan menggunakan setelan pakaian olahraga.
Ice mulai lari lari kecil sekedar joging pagi hari sambil mencari warung penjual sarapan pagi, udara perkampungan yang dingin dan sejuk saat langit pagi masih gelap menambah semangat para penyuka joging pagi hari.
Akhirnya setelah lari lari kecil tak terlalu jauh dari rumah kostnya, Ice melihat warung yang rame oleh para pembeli yang sebelumnya juga joging seperti dirinya.
Ice ikutan mampir ke warung lebih mirip pondok gubuk dengan balai balai bambu sebagai meja tempat menaruh panci dan bascom (mangkok besar) yang berisi bubur, nasi, gudeg, opor ayam dengan kuah arehnya dan sambel krecek.
Terlihat sangat sedap nampaknya, membuat Ice menelan air liurnya saat membayangkan nikmatnya makan bubur gudeg kuah opor dengan suwiwi juga ceker ayam kampung, dan sambel kreceknya.
"Ummm... yummy, Bu bubur gudeg komplit pake suwiwinya sama cekernya Bu, sambel kreceknya dibanyakin ya Bu."
Ice mulai memesan bubur gudeg seperti yang lainnya.
Setelahnya Ice kembali ke rumah kostnya dengan membawa kantung berisi bubur gudeg yang dibelinya, Ice tak melanjutkan jogingnya karena tak sabar ingin menikmati bubur gudeg yang di belinya.
Sesampainya di rumah kostnya, Ice yang tak sabar ingin menikmati bubur gudeg nya terpaksa harus mengetuk penghuni kost sebelahnya untuk meminjam piring juga sendok, karena Ice sama sekali tak memilikinya selain gelas satu buah yang dipinjami oleh pemilik kostan kemarin.
"Tok... tok... tok... assalamu'alaikum, permisi..."
Suara pintu yang diketuk Ice dan tak lupa salam.
Pintu langsung terbuka setelah Ice mengetuknya dan menampakkan wajah penghuninya yang hanya melongokkan kepalanya.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi, Iya ada apa ya?"
Tanya sosok yang hanya menampilkan wajahnya doang.
"Kenalkan saya Ice penghuni baru disebelah sini, boleh pinjam piring sama sendok gak?"
Tanya Ice tanpa malu setelah mengucapkan salam.
"Tunggu bentar ya, duak....."
Jawabnya sambil menutup pintunya tapi seperti sedang ngamuk aja tuh orang saat menutup pintu, membuat Ice ragu apa harus menunggu atau balik ke kamarnya.
"Kasar banget nutupnya kayak ngusir aja, hah... di tunggu atau balik kamar ya? tapi katanya tadi tunggu sebentar."
Ucap Ice yang berkata kata sendiri.
Saat Ice memutuskan untuk kembali ke kamarnya sendiri tiba-tiba pintu kamar tetangganya tadi terbuka dan menampilkan sosok utuh sang pemiliknya yang membuat Ice terpesona karena ketampanannya.
"Ini piring sama sendoknya, halooo.... hai... are you still here?"
Tanya pria berwajah arab itu sambil melambaikan tangannya tepat di depan wajah Ice.
"Hai... awas nanti ada lalat yang masuk."
__ADS_1
Ucap laki laki itu sambil menepuk bahu Ice agar kesadarannya kembali.
"Eh.. oh... iya... he... he... he... ganteng upss..."
Ice yang telat loading setelah terpesona langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya karena kelepasan kata.
"Masih butuh piring dan sendok gak ini?"
Tanya pria didepannya yang tampak mulai jengah dengan sikap Ice yang norak dan tak ada bedanya dengan kebanyakan gadis lainnya saat melihat dirinya.
"Oh... iiiyaa... terimakasih, pinjam dulu ya."
Ucap Ice yang mulai merasakan malu dengan tingkahnya sendiri, lalu segera masuk ke kamarnya meninggal tetangganya yang gandeng itu.
"Gadis yang aneh, tapi tatapannya sama aja seperti yang lainnya."
Ucah pria itu mencibir setelah Ice masuk ke dalam kamar kostnya.
"Ohhhh... God ! itu cowok cakep banget, Om Willy aja kalah, upsss... kenapa harus menyebut namanya lagi sih."
Ice menjadi kesal sendiri saat mengingat Willy.
Willy yang baru tidur setelah larut malam karena pulang telat disebabkan lebih dulu menghajar para preman pemalak, baru terbangun setelah matahari mulai tinggi.
Willy terbangun saat sang Daddy Arjun kembali menelponnya dan menayangkan prihal Ice.
"Apaan sih Dad... Willy baru bangun nih."
"Dasar bocah geloo... terima telpon bukannya ngucapin salam malah bilang apaan, gimana sudah nemukan Ice belum? awas aja kalo sampe terjadi sesuatu pada Ice, Daddy gak akan maafin kamu Will."
"Iya Dad, Willy tahu, ini juga masih dicari nih, makanya Willy baru bangun, semalem pulang sudah jam 3 dinihari."
"Iya Dad, sabar kenapa? Willy juga sedang gak baik baik saja karena kepergian Ice Dad, jadi tolong cobalah mengerti, Willy tutupya ini telponnya."
Willy langsung mengklik tombol off di kolom panggilan telpon-nya, tanpa menunggu jawaban dari Daddy Arjun, jiwanya merasakan sepi tanpa Ice.
Kesayanganku
Lagu Al Ghazali
Dengarlah cinta, hatiku remuk redam
Jika tak ada kamu
Menemani aku
Dengarlah cinta, ku memanggil namamu
Di setiap malamku
Ku memikirkan kamu
Aku sepi, sepi, sepi, sepi
Jika tak ada kamu
Aku mati, mati, mati, mati
Jika engkau pergi
Dengarlah kesayanganku (kesayanganku)
__ADS_1
Jangan tinggalkan aku
Tak mampu jika ku tanpamu, hu
Dengarlah kesayanganku
Hidup matiku untukmu
Kumohon pertahankan aku
Dengarlah cinta, hatiku remuk redam
Jika tak ada kamu
Menemani aku
Dengarlah cinta, ku memanggil namamu (namamu)
Di setiap malamku (di setiap malamku)
Ku memikirkan kamu
Aku sepi, sepi, sepi, sepi
Jika tak ada kamu
Aku mati, mati, mati, mati
Jika engkau pergi
Dengarlah kesayanganku (kesayanganku)
Jangan tinggalkan aku
Tak mampu jika ku tanpamu, hu-oh
Dengarlah kesayanganku
Hidup matiku untukmu
Kumohon pertahankan aku
Dengarlah kesayanganku (kesayanganku)
Jangan tinggalkan aku
Tak mampu jika ku tanpamu, hu-oh
Dengarlah kesayanganku
Hidup matiku untukmu
Kumohon pertahankan aku
Dengarlah kesayanganku
Hidup matiku untukmu
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1