Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Ice Yang Diculik"


__ADS_3

Siang harinya karena Alvin dan Elvan sedang sibuk dengan pekerjaannya membuat keduanya tak dapat mengantarkan Ice ke kampus.


Karenanya Ice memilih untuk menumpang taxi saat pergi ke kampus, tapi Ice lupa tentang teror ancaman yang selalu dia terima lewat pesan di ponselnya beberapa hari terakhir ini.


Saat Ice sedang menunggu taxi tiba-tiba muncul sebuah mobil dengan papan kuning kecil bertuliskan taxi diatasnya.


Tanpa curiga Ice langsung melambaikan tangannya menghentikan taxi itu.


Ice lalu masuk kedalam mobil, awalnya tak ada yang mencurigakan hanya saja sang sopir mengenakan masker dan kaca mata tapi tak membuat Ice menaruh curiga sedikitpun.


Tanpa disadari Ice perlahan dia mulai merasakan kantuk yang teramat sangat dan akhirnya tertidur tanpa bisa dia tahan.


Mobil yang membawa Ice mulai berjalan menuju luar kota menuju perbukitan Uetliberg.


Di Indonesia saat ini sedang pukul tiga sore, jam sibuk para pekerja yang sedang sibuk-sibuknya karena menyelesaikan pekerjaan mereka menjelang jam pulang kerja.


Entah kenapa tiba-tiba Willy merasa gelisah, dia merasa ada sesuatu yang buruk tapi tidak tau apa itu, hanya intuisinya entah kenapa ingin mengetahui keadaan Ice karena sejak pagi memang dia belum menelphone Ice.


Willy lalu mencari titik koordinat Ice yang seharusnya saat ini sedang di kampus, tapi alangkah terkejutnya willy saat sistem pelacak menunjukkan posisi Ice yang sedang tidak berada di kampus dan berada jauh di luar kota.


Willy lalu mencari posisi pasti Ice lewat GPS yang terpasang di gelangnya, dan terdeteksi berada di daerah perbukitan Uetliberg.


Tak membuang waktu lebih lama, Willy segera menghubungi Alvin dan Elvan untuk mengkonfirmasi tentang keadaan Ice dan bagaimana bisa Ice sampai berada di perbukitan Uetliberg.


Alvin yang sedang fokus pada pekerjaannya harus rela menghentikan pekerjaannya saat ponselnya berulang kali berdering.


Setelah dilihatnya ID sipemanggil tertulis Big Boss dengan segera Alvin mengklik tombol terima dan langsung terdengar suara Willy yang panik.


"Hello Al.. Al... how are you guys so careless? what are you guys doing so you guys don't keep an eye on Ice?"


"Hello Al.. Al... bagaimana kalian begitu ceroboh? apa yang kalian lakukan sehingga kalian tidak mengawasi Ice?"


"What's up Boss? what happened to the ice?"


"Ada apa Boss? apa yang terjadi dengan ice?"


"Check on your GPS, see for yourself where Ice is currently"


"Periksa lewat GPS kalian lihat sendiri saat ini Ice sedang dimana"

__ADS_1


Setalah itu Willy langsung memutus sambungan teleponnya dan lanjut menelphone Rico.


"Ric what do you know about the hills of Uetliberg? Ice... someone kidnapped him and took him there."


"Ric apa yang kamu tahu tentang perbukitan Uetliberg? Ice... ada yang menculik dan membawanya kesana."


"I know a little about the route in the hilly forest, I and the team better go now before it's too late."


Rico said which made Willy even more worried.


"Saya sedikit mengetahui rute di hutan perbukitan tersebut, sebaiknya saya dan team segera pergi sekarang sebelum terlambat."


Kata Rico yang semakin membuat Willy khawatir.


"Please explain in more detail Ric."


"Coba jelaskan lebih rinci Ric."


"At the bottom of the hill is the base for the dark village known as the Wolf Forest, and they won't let go of anyone who has entered their territory."


"Dibawah kaki bukit terdapat markas tempatnya perkampungan gelap yang dikenal Wolf forest, dan mereka tidak akan melepaskan siapapun yang sudah memasuki kawasan kekuasaan mereka."


Willy yang mendengar hal itu mengepalkan tinjunya, ingin rasanya dia sendiri yang datang menyelamatkan Ice tapi saat ini sangatlah tidak mungkin.


Karena sangat marah Willy menendang meja kerjanya yang membuat Kaizar yang hendak meminta tanda tangannya pun kaget.


"Lo kenapa Boss, apa ada masalah?"


Tanya Kaizar yang tak langsung di jawab Willy karena masih tersambung dengan Rico.


"Do your best Ric, don't let anything bad happen to Ice, bring all the kids."


"Lakukan yang terbaik Ric, jangan sampai terjadi hal buruk pada Ice, bawa semua anak anak."


"Kalian semua benar benar-benar membuatku marah kali ini, akan aku pastikan kalian semua tamat di tanganku jika terjadi sesuatu pada Ice."


Kaizar yang mendengar kata-kata Willy yang penuh amarah dan menyebut nama Ice mulai bisa menebak jika telah terjadi sesuatu pada Ice.


"Bro jika lo ingin pergi menolongnya, lo bisa pergi sekarang dan setidaknya besok lo sudah ada disana."

__ADS_1


Ucap Kai agar Willy bisa ngambil sikap dan tidak menyesal akhirnya jika terjadi sesuatu pada Ice.


"Thanks Bro, antar gue sekarang ke bandara dan pesankan untuk penerbangan saat ini juga."


Ucap Willy memberi intruksi pada Kaizar sambil merapikan semua berkas yang sempat terjatuh dari meja saat dia menendang meja tadi.


"Siap Boss, kita berangkat sekarang bro."


Willy yang akhirnya diantar Kai berangkat ke bandara dan beruntungnya saat Kai memesan tiketnya masih tersisa satu bangku untuk penerbangan sore ini juga.


"Gue akan pergi untuk mengurus semut semut itu, lo tolong kabari ke Mommy kalo gue mendadak ada yang harus dikerjakan di Zurich."


Pesan Willy pada Kai saat dia akan segera masuk ke stasiun pemberangkatan.


Kai menjawabnya dengan satu tepukan di punggungnya dan satu ucapan penyemangat.


"Lo pasti bisa nyelametin Ice bro, hati hati bye."


Ucap Kaizar lalu melambaikan tangannya pada Willy.


Taklama dari itu pesawat yang ditumpangi Willy pun mulai mengudara.


Dan Kai juga langsung kembali pulang kekantor lebih dulu untuk membereskan beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan karena harus tertunda saat mengantarkan Willy ke bandara tadi.


Setelah melakukan penerbangan selama kurang lebih 21jam akhirnya Willy sampai juga di bandara udara internasional Zurich.


Sesampainya di sana saat waktu setempat menjukkan pukul satu siang, Willy langsung menuju mansion Daddy-nya untuk menemui Alvin dan Elvan.


Setelah sampai Willy tidak masuk ke dalam kediaman utama, tapi Willy langsung ke bangunan samping tempat kamar Alvin dan Elvan.


Setelah bertemu Alvin dan Elvan, W,illy bersama keduanya segera memindahi keberadaan Ice dan melalui satelit mereka bisa melihat keadaan Ice dan orang orang yang telah menyekapnya.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2