Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Rencana Willy Balik Ke Indonesia"


__ADS_3

Setelah bersitegang juga apa yang dilakukan Willy sebelumnya, Ice buru² turun dari tempat tidurnya dan berlari ke kamar mandi setelah diciumnya aroma tubuhnya benar-benar masam sisa bau muntahannya dan alkohol.


Sementara Ice mandi membersihkan tubuhnya, Willy masih setia tidur dikasur Ice.


Mungkin aroma Ice yang menempel di kasur juga bantal gulingnya telah membuat Willy merasa nyaman.


Selesai mandi, Ice buru buru membereskan semua sisa sisa kekacauan yang diperbuatnya semalam.


"Om... sudah bangun?"


"Untung untung.... aku sudah membereskan semua kekacauan semalam sebelum si Om bangun."


Batin Ice sambil mengusap dadanya.


Tidak perduli dengan pusing dan mual efek mabuk semalam, Ice merasa harus bertanggung jawab untuk mengembalikan rumah seperti semula.


Willy berjalan melewati Ice, Willy menuang segelas susu lalu duduk di meja makan.


Ice lalu menghampiri Willy dan ikut bergabung di bangku seberang Willy.


Tak lupa Ice memasang wajah semanis mungkin full senyum berharap Willy akan luluh melihat wajah bersalahnya.


"Om... maafin kelakuan Ice semalam ya, Ice beneran nyesel Om, Ice janji gak akan mabuk lagi cukup semalem aja pengalaman pertama dan terakhir Ice mabuk."


Willy tak menanggapi semua kata kata Ice, dia mengambil setangkup roti dengan selai coklat yang ada diatas piring.


Willy tak bersuara apapun kecuali makan dengan gaya batu bernafasnya.


"Om..."


Panggil Ice frustasi karena di cuekin oleh Willy.


Merayu seorang Willy tak semudah merayu anak balita.


Beneran asli sulitnya merayu orang yang irit bicara jauh lebih mengerikan dari apapun.


Gayanya yang keren sekaligus memancarkan sensasi maut, membuat Ice harus pintar pintar memutar otak untuk mendapatkan maaf dari Willy.


Setelah memakan setangkup roti dan minum segelas susu.


Willy lalu menuju ruang fitness, masih dengan keadaan cuek mengabaikan Ice dari tadi seolah gadis ini tak kasat mata.


"Prankkkk..."


Terdengar suara pecahan.


Willy segera menghentikan kegiatannya saat dia mendengar ada suara benda jatuh seperti kaca.


Dia segera menuju kearah sumber suara, selalu ada saja tingkah Ice mulai dari jatuhlah, kepentok meja, terkena pisau juga yang lainnya.


"Astaghfirullah..."


Willy segera berlari menghampiri saat dilihatnya kaki ice berdarah.


Sebuah kaca seperti serpihan pecahan beling menancap di telapak kaki Ice cukup dalam dan mengerikan.


Bahkan Ice mulai menangis, walaupun penyandang sabuk hitam tapi begitu dia terluka karena tertusuk pecahan beling tetap saja membuatnya menangis.


Willy langsung menggendong Ice yang sedang terduduk di lantai sambil menangis, lalu mengambil kotak obat yang ada di laci nakas di kamarnya.


"Jangan!..."

__ADS_1


Teriak Ice saat Willy akan mencabut pecahan beling di kaki Ice.


"Tahan bodoh, ini hanya sebentar!"


Ucap Willy dengan nada membentak.


Sungguh itu bukan tutorial menenangkan cewek yang kesakitan.


Tapi bagi Willy itu sudah sangat lembut.


"Jangan!...."


Teriak Ice lebih keras karena ketakutannya, gadis itu bahkan menendang dada Willy hingga terjungkal.


"Shitt!..."


Geram Willy pasti murka.


"Apa kamu ingin mengoleksi beling dikaki kamu Ce?"


Tanya Willy dengan nada membentak.


Sementara tangan kirinya memegang bagian dada yang masih terasa Sakit karena hantaman kaki Ice.


"Gue sedang nolongin kamu, apa begitu caranya membalas perbuatan orang yang sudah nolingin kamu."


"Ma...maaf Om, Ice beneran takut."


Ucap Ice sambil terisak, sudah sakit tertimpa gajah pula, sudah menderita di marahin pula.


Akhir akhir ini Willy sering marah ke Ice karena semakin hari Ice semakin ceroboh dan kerap membahayakan dirinya sendiri.


"Tutup mata kamu Ce lalu bayangin sesuatu yang indah indah."


Ice menurut seraya mengangguk.


Ice menuntup matanya selagi Willy sedang mencoba mencabutnya beling dan menyiramkan cairan alkohol.


"Akhhhh...!"


Teriak Ice melengking saat Willy mencabut pecahan beling di kakinya.


Matanya terpejam kuat karena menahan ngilu dan perih di telapak kakinya.


"Dasar bocah manja, masa penyandang sabuk hitam nangis karena takut darah."


Ejek Willy.


Lima menit berlalu.


Willy membanting tubuhnya disamping Ice setelah selesai membalut lukanya.


"Ce... kenapa akhir-akhir ini kamu selalu ceroboh dan selalu hampir celaka, apa kamu sengaja ya Ce?"


"Sengaja apaan sih 0m?


Elak Ice, dia gak nyangka Willy dapat menebak jika dirinya sedang modus agar Willy lebih memilih menjaganya dan tak jadi balik ke Indonesia.


"Pokoknya Ice ucapkan banyak terimakasih ya Om, Om selalu baik dan sabar walau Ice sering melakukan kesalahan."


"Akhirnya kamu sadar juga ya Ce."

__ADS_1


"Oh ya Ce mulai besok kamu kuliah sendirian disini, karena saya harus balik ke Indonesia karena tugasku disini sudah selesai.


"Ingat pesan gue Ce, fokus pada kuliah. Dilarang berpacaran sebelum kuliah kamu selesai, dan semua fasilitas yang gue kasih gak gratis loh Ce, kamu harus membayarnya dengan kuliah yang bener dan bekerja di kantor gue na"Iya Om tenang aja, Ice akan belajar dengan lebih giat lagi."


Hening sejenak, diam diam Ice mencuri pandang pada sosok Willy yang ada disampingnya.


Willy terlihat tetap tampan mesti usianya sdh empat tahun.


Hidungnya tegak menantang, bulu mata lentik , dan garis rahang tegas milik Willy.


"Kok adasih Om, Om Om ganteng setampan dirimu."


Batin Ice yang mulai kumat lagi.


Otaknya mulai traveling memikirkan kejadian semalaman, saat mereka tidur di satu tempat tidur yang sama.


Ice masih sedikit heran memikirkannya


Lalu apakah Willy laki-laki normal?


"Om..."


Panggil Ice ragu ragu.


"Hemmm"


Willy hanya membalasnya dengan deheman


"Benarkah semalam kita gak melakukan apa-apa?"


Mancing Ice, yang sejujurnya dia takut tapi rasa penasarannya lebih dari apapun.


"Memangnya kamu berharap kita melakukan apa?"


Ice menunduk malu dan kembali menyembunyikan rona merah pada pipinya.


"Bukan begitu, biasanyakan jika lelaki itu memiliki hasrat normal, pasti dia akan melakukan hal seperti itu pada gadis yang sedang mabuk."


"Apa kamu bilang?"


Sorot mata Willy mulai berapi api seolah ingin memakan orang.


"Beraninya kamu Ice? setelah kamu mengataiku impotent sekarang beraninya kau menuduhku homo?"


Willy bertepuk tangan sengit seolah anak kecil yang ngambek.


Willy langsung bangkit dan kembali masuk kamarnya.


"Om...."


Nasi sudah menjadi bubur, Sekarang Ice semakin sadar betapa mengerikannya berhadapan dengan Willy jika dia sedang marah.


Orang bilang jika ada laki laki dan perempuan maka yang ketiganya adalah syaitan.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2