
Sambil menahan rasa sakit senut senut diboyoknya Kai berjalan tertatih tatih kearah sofa.
"Ini gara gara lo yang gak bangun bangun, padahal mbok Na juga gue dari tadi sudah teriak teriak sambil gedor gedor pintu lamar lo"
"Masa sih? kok gue gak tau ya, jam berapa sekarang bro???"
"Nah itu dia!! cepet buruan mandi kita harus ketemu klien sebentar lagi"
"Gue tanya ini jam berapa???"
"Jam 2 lebih Boss buruan, meetingnya jam 3"
"Aku lupa maaf bro, thanks ya sudah ngingetin, gue gak nyangka bisa tidur sepulas tadi he...he....he...."
"Ya udah buruan mandi sono, adduuuhhhh...boyok gue kayaknya keseleo ini"
Kai menggerutu sambil mengurut urut boyoknya yang terasa sakit, untuk duduk juga serba salah
"Kudu di urut ini, Boss lo harus tanggung jawab"
"Lo Googling aja dulu tempat urut salah urat yang paten dimana, entar biayanya gue yang bayar"
Sahut Willy sambil menenteng handuk masuk ke kamar mandi.
"Buruan mandinya, waktunya sudah mepet ini Boss"
Teriak Kai masih sambil mengurut urut pinggang juga boyoknya yang mulai senut senut.
"Semoga nih boyok bisa diajak kerjasama sampai meeting selesai, aduh.... mulai senut senut ini"
Kai beranjak berdiri tujuan mau ke dapur menemui mbok Na.
Setelah bersusah payah berjalan dan menurunin tangga penuh perjuangan akhirnya Kai sampai di dapur dan mengadu pada mbok Na.
"Mbok.... tolongin Kai mbok...."
__ADS_1
Panggil Kai memelas pada mbok Na.
"Lah.. lah.... den Kai kenapa kok jalannya begitu"
Mbok Na segera membantu Kai memapahnya dan mendudukkannya di bangku.
"Ini pinggang sama boyok keseleo atau kecetit pokoknya sakit banget mbok... hik... hik.... nyut nyutan mbok😖😖😖"
"Oh walah..., ya sudah sini mbok Na bantu urut semoga bisa sembuh ya den"
Mbok Na menggelar tikar dan membantu Kai untuk tengkurap agar mudah mengurutnya.
"Aaa.... sakit... mbok.... aaduhh... aduh... pelan... pelan... mbok... Aaa... duh... saaakiiiitttttnya... hik... hik... 🤧🤧🤧"
Mbok Na dengan keahlian yang tak terduga ternyata pandai mengurut, segera menemukan titik dimana sumber penyakitnya dan sedikit urutan atau pijatan yang pasti sakit juga dan bikin Kai menjerit akhirnya tuh pinggang juga boyoknya mulai berkurang sakitnya.
"Gimana masih sakit gak? coba berdiri gimana rasanya?"
Kai segera menggerakkan badannya dan bangkit berdiri, dan memang urutan mbok Na paten manjur, sudah gak berasa lagi nyut nyutan tuh pinggang juga boyoknya Kai.
"Ya wajarlah den, sesuatu yang kejepit kalo dibenerin pasti masih ada luka memarnya, nah itu yang bikin masih terasa nyeri"
Jawab mbok Na yang sedang mode ala ala terapis alternatif 🤣🤣🤣"
"Setidaknya Kai bisa dampingi Willy meeting tanpa harus jalan pincang seperti tadi mbok"
"Ya syukurlah, semoga meetingnya berjalan lancar ya den"
Bersamaan selesai kalimat mbok Na bersamaan munculnya Willy yang sudah tampil rapi perfect dan harum aroma pinus yang menjadi ciri khasnya.
"Gimana Kai bisa berangkat sekarang gak?, pinggang lo bisa dibawa jalan gak nih?"
Tanya Willy yang sedikit khawatir dengan keadaan Kai.
"Beres Boss udah sembuh, udah diurut juga dijampiin mbok Na, jadi bayaran untuk urutnya klaim untuk mbok Na 10jt"
__ADS_1
"Lah mbok Na ikhlas kok bantu ngurut den Kai tadi, udah gak usah den Willy si mbok ikhlas kok"
"Gakpapa mbok, berarti rejeki yang Willy siapin untuk tukang urutnya sekarang jadi punya mbok Na, nanti Willy kirim ke tabungan si mbok ya"
Jawab Willy dengan suara yang lembut dan berhati hati karena bagaimanapun mbok Na yang selama ini mengurus dirinya dan mommy-nya.
Dan bagi Willy juga Kai, mbok Na adalah ibu kedua bagi mereka.
"Baiklah kalo begitu mbok Na ucapkan terimakasih banyak ya den, semoga dilancarkan semua yang menjadi hajad juga urusan aden berdua"
"Aamiin..."
Jawab Kai dan Willy serempak.
"Ya udah mbok, saya dan Kai pergi dulu, hati hati dirumah dan titip mommy"
Pamit Willy sebelum berlalu pergi.
"Pergi dulu ya mbok mmmuach 😘😘😘, Terimakasih urutannya mbok"
Kai tak lupa mencium pipi mbok Na sebelum menyusul mengikuti Willy.
"Semoga den Willy juga den Kai mendapakan kemudahan dalam semua urusannya, Aamiin ya robbal a'lamin"
"Gimana Kai apa beneran sudah sembuh sudah gak sakit lagi itu pinggang juga boyok lo? kalo masih sakit kita cari tukang urut yang recommended"
"Beneran sudah baikan, gue juga gak nyangka kalo mbok Na pinter ngurut"
Jawab Kai masih sambil fokus ke jalan nyetir mobil.
*Selamat membaca para readers akhirnya othor selesai juga up 1 bab hari ini disela sela kesibukan outhor.
Dan semoga outhor bisa up setiap harinya.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍