
Willy dan Ice mulai perjalanan pulang ke apartemennya yang nyaman dengan view Lake Zurich yang indah.
"Om tumben tadi kalem gak buat ulah seperti biasanya."
Ucap Ice sambil memperhatikan wajah Willy yang selalu tampan walau di usianya yang sudah lewat dewasa.
"Apa sekarang kamu rindu gue isengin atau rindu gue peluk?"
Sahut Willy yang mulai kambuh isengnya ingin menggoda gadis kecil yang duduk disampingnya ini.
"Is amit amit Om, jangan mulai lagi lah, entar Ice ngambek lagi."
Ucap Ice yang pipinya mulai merona merah seperti tomat lalu membuang muka kearah lain takut Willy tahu kalo saat ini dia sedang merona.
"Ce... kerjaan gue disini sudah selesai, jadi gue harus balik lagi ke Indonesia, kamu hati hati ya, jangan sapai tertipu atau terjebak lagi seperti kemarin."
Ucap Willy memberitahu Ice kalo dia sudah harus balik lagi ke Indonesia.
Dan Willy juga berpesan agar Ice lebih berhati-hati dan pandai pandai menjaga diri disaat mereka sedang tidak bersama.
"Jadi Ice sendirian dong disini Om... kalo ada apa apa sama Ice gimana?"
Tanya Ice yang mulai takut ditinggal sendirian di sini.
"Kamu gak perlu khawatir karena gue gak akan pergi begitu saja, gue akan tugaskan beberapa orang khusus untuk jaga kamu."
Kata Willy yang tak ingin Ice merasa khawatir.
"Tapi tetap aja disini Ice akan sepi sendirian kalo Om balik ke Indonesia."
Ucap Ice dengan mata yang mulai berkaca-kaca menatap Willy yang sedang fokus ke jalan raya.
"Kapan kamu akan menjadi kuat dan mandiri jika tidak belajar untuk mandiri dari sekarang, kamu cukup belajar dengan tekun untuk dapatkan nilai terbaik agar pantas untuk bekerja di samping gue."
Ice tak lagi dapat mengucapkan satu katapun, saat ini yang dia rasakan cuma ingin menangis saat tahu orang yang peduli padanya akan pergi meninggalkannya.
Willy bisa mendengar isakan tangis Ice, tapi untuk saat ini tak ada jalan lain selain berpisah untuk sementara waktu.
Saat Isak tangis Ice semakin tidak dapat teredam, Willy akhirnya menepikan mobilnya.
Hatinya ikut sedih karena harus meninggalkan gadis kecil ini sendiri, gadis kecil yang sudah mewarnai hidupnya untuk beberapa waktu terakhir ini.
Gadis kecil yang tanpa disadarinya telah menempati satu ruang khusus di hatinya, yang terkadang membuatnya rindu.
Setelah menepikan mobilnya Willy lalu meminta Ice untuk mendekat lalu menghapus air mata Ice dan memeluknya.
__ADS_1
"Jangan menangis ok, bersabarlah empat tahun itu tidak lama, dan sewaktu waktu juga gue pasti akan datang untuk mengunjungi kamu."
Ucap Willy berbisik saat Ice dalam pelukannya.
Ice tak mau berkata apapun dia hanya mengeratkan pelukannya pada Willy yang dia tahu selama mengenalnya selalu baik dan sayang padanya.
Setelah dirasanya Ice lebih tenang dan tak lagi menangis, Willy melepaskan pelukannya dan memposisikan tubuhnya lagi untuk kembali mengendarai mobilnya.
"Kita lanjutkan perjalanan pulang ya"
Kata Willy lalu mulai mengemudikan mobilnya lagi.
Mereka melanjutkan perjalanan tanpa ada yang bersuara, baik Willy dan Ice tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
Setelah melakukan perjalanan dalam keheningan akhirnya mereka sampai juga di apartemen.
Keduanya masuk ke dalam apartemen masih tanpa suara, dan itu membuat Willy menjadi tidak nyaman.
Dilihatnya Ice langsung masuk kedalam kamarnya.
Willy masih bisa memahami pasti sulit bagi Ice untuk menerima kenyataan bahwa akhirnya dirinya harus tinggal disini seorang diri.
Setelah cukup lama diperhatikan oleh Willy kalau Ice masih tidak keluar kamar, Willy berinisiatif untuk memasak makan malam untuk mereka.
Dengan terampil Willy memasak dan tak butuh waktu lama spaghetti saus bolognese dengan potongan jamur dan daging asap tersaji dan tampak lezat menggugah selera.
Willy menyiapkan dalam nampan dua piring spaghetti porsi besar dan dua gelas orange jus, lalu membawanya ke kamar Ice.
"Tokk... tok... tok... Ce boleh masuk gak?"
Bunyi pintu kamar Ice saat Willy mengetuknya dan meminta ijin untuk masuk.
"Iya Om, masuk aja gak di kunci kok."
Terdengar suara Ice yang agak serak menjawab Willy.
Willy membuka pintu kamar Ice dengan satu tangan dan tangan yang lain membawa nampan berisi makan malam mereka.
Dilihatnya Ice sedang berbaring di atas tempat tidur dengan kepala yang ditutupi selimut.
Willy meletakkan nampan berisi makan malam mereka di atas nakas, lalu mendekat kearah Ice dan menarik selimutnya agar Ice mau bangun untuk makan malam.
"Ce kita makan dulu yuk, gue udah masakin spaghetti special gue buat hanya untuk kamu loh."
"Ice gak laper Om."
__ADS_1
"Jangan begitu Ce, setidaknya hargai usaha gue yang sudah masak untuk kamu."
"Tapi Ice gak laper Om."
"Gue gak akan makan kalo kamu gak mau makan, dan gue akan tetap disini di kamar ini."
Ucap Willy yang masih berusaha membujuk Ice agar mau makan.
Ice yang mendengar kata-kata Willy yang lebih pada ke ancaman dari pada bujukan langsung bangun dari tidurnya dan duduk menghadap Willy dengan matanya yang sembab dan hidungnya yang merah menampakkan kalo Ice tadi menangis.
"Om gak bisakah tetap disini sampe Ice selesai kuliah? disana juga kan ada Om kepo."
Kata Ice berharap agar Willy mengurungkan niatnya untuk pulang ke Indonesia.
"Mana bisa begitu Ce, sebaik dan secakap apapun pekerjaan Kai, tapi perusahaan tetaplah butuh gue selaku Presdir disana."
"Tapi Om..."
Belum selesai Ice menyelesaikan kata-katanya, Willy sudah menutup mulut Ice dengan telunjuknya.
"Ssss.... jangan berkata apapun lagi, lebih baik kita makan dulu ya, atau mau gue suapin?"
"Gak usah biar Ice makan sendiri."
Kata Ice sambil mengambil piring berisi spaghetti.
"Gimana enak gak? pas gak rasa sausnya?"
Tanya Willy yang khawatir kalo sausnya mungkin keasinan atau terlalu masam.
"Ini enak Om rasanya pas kok, tapi dari tadi Ice makan kerasa ada yang kenyal kenyal ini apa Om?"
Kata Ice saat merasa spaghetti hasil karya chef Willy.
"Itu jamur, dan daging asap isian untuk saus bolognese-nya."
Ucap Willy sambil ikut menyantap spaghetti buatannya sendiri.
"Oh jamur enak Om, eh... kenapa harus jamur?!"
Tiba-tiba Ice berteriak lalu buru buru turun dari tempat tidur dan berlari menuju kamar mandi.
*Alhamdulillah akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya dan bisa up tepat waktu walau lagi lagi kemalaman ya gaes, walaupun hanya bisa up 1 bab, do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1