Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Mobil Baru Ice"


__ADS_3

Begitu masuk kedalam rumah, Nurul langsung mengandeng tangan Ice dengan gembira seakan baru saja mendapatkan reward istimewa.


"Jadi ini yang namanya Ka Ice ya Pak, akhirnya kesampaian juga Nurul punya kakak, makasih ya ka Ice sudah mau tinggal disini dan jadi kakaknya Nurul."


Ucap gadis ABG anak Pak Amat dan Ibu Lastri itu penuh euforia.


"Iya Nurul sayang, ka Ice yang harusnya banyak berterima kasih karena sudah diterima di keluarga ini."


"Nurul laper Bu, ayo kita makan ka Ice."


Ajak gadis itu sambil menarik tangan Ice mengajaknya Ice ke menuju meja makan.


"Nurul... biasakan berganti baju dulu, lalu cuci tangan, baru kita makan bareng."


Tegur Bu Lastri, yang harus selalu memperingatkan Nurul setiap kali pulang sekolah.


"Iya Bunda, ka Ice, Nurul ganti baju dulu ya."


Ucapnya lalu berlari kecil menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Ice.


"Dek Nurul ternyata lucu ya Pak, sekarang kelas berapa Pak sekolahnya dek Nurul?"


"Iya Neng, semoga kalian bisa akrab dan akur bahkan saling menyayangi layaknya saudara kandung ya Neng."


"insya'Allah Pak, Bu."


"Kalo sekolahnya sekarang sudah kelas tiga SMP Neng."


"Sebentar lagi lulus kalo begitu ya Pak."


"Iya Neng insya'Allah, makanya Bapak harus getol cari uang untuk daftarin Nurul ke SMA besoknya."


Tak lama Nurul sudah kembali datang dengan pakaian santainya, dan mereka akhirnya makan malam bersama dengan menu sederhana tapi terasa nikmat saat makan bersama keluarga.


Mereka makan tanpa ada percakapan hanya ada suara dentingan sendok dan garpu dari piring mereka.


Keesokan paginya


Bersamaan Pak Amat keluar rumah hendak mencari penumpang, Ice ikut menumpang minta diantar Pak Amat ke money changer yang akan membantunya melakukan penarikan mata uang asing miliknya dan menukarnya ke Rupiah.


Setelah mengantarkan Ice, Pak Amat melanjutkan keliling sambil menunggu orderan masuk.


Butuh waktu setengah hari bahkan lebih bagi Ice untuk mengikuti setiap proses saat transaksi penarikan dan menukarnya ke Rupiah lalu memindahinya lagi ke salah satu Bank kenamaan dan terjamin keamanannya.


Saat semua proses selesai, Ice lalu mampir ke sebuah dealer mobil dan membeli satu mobil yang tak terlalu mewah agar tidak menarik perhatian orang kampung tempatnya tinggal kini.


Ice memilih mobil Toyota Yaris warna silver metalik.


Setelah itu, Ice juga pergi ke dealer komputer dan membeli satu notebook untuk memudahkan pekerjaannya.

__ADS_1


Setelah semua yang dianggapnya penting sudah di beli, Ice lalu pulang dengan mengendarai mobil barunya.


Ice sampai di rumah saat hari mulai gelap hampir menjelang mahgrib, dan Bu Lastri yang heran saat melihat sebuah mobil baru memasuki pekarangan rumahnya.


Bu Lastri menutup mulutnya yang mangab dengan kedua telapak tangannya saat melihat ternyata Ice yang keluar dari pintu pengemudi.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh"


Ice mengucapkan salam saat akan membuka pintu rumah.


Saat belum sempat menyentuh handle pintu tiba-tiba pintu sudah terbuka dari dalam dan terlihat Bu Lastri yang memandang wajah Ice dengan ekspresi yang tak bisa ditebak.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, masuk Neng... malem banget baru pulang ya Neng?"


"Iya Bu, tadi saya ke Bank dulu lalu membeli mobil dan notebook dulu."


Ucap Ice menjelaskan dengan tangan satu menjinjing tas notebook, dan satu lagi membawa sebuah bungkusan yang tertulis M*c D lalu memberikannya kepada Bu Lastri.


"Ini untuk dek Nurul Bu, oh iya apa si dedek belum pulang ya Bu? kok masih sepi gak kedengar suaranya."


"Iya Neng, entahlah mungkin sedang di jalan."


Jawab Bu Lastri yang sebetulnya juga gelisah.


"Kenapa gak di telpon dulu Bu, biar jelas gitu jadi gak bikin was was."


"Iya bener Neng, bentar Ibu telpon Bapak dulu sudah jemput Nurul apa belum."


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, Bapak sedang dimana? sudah jemput Nurul belum Pak?"


"Bapak masih bawa penumpang Bu, coba telpon aja Nurul-nya dulu Bu, suruh naik ojol aja dulu."


Ucap Pak Amat dari seberang sana, lalu menutup panggilan telpon-nya.


"Bapak masih ada order nganter penumpang, dan Bapak pesen supaya Nurul pulang naik ojol aja."


kata Bu Lastri menerapkan seperti apa yang Pak Amat pesankan tadi.


"Ya udah Bu, si dedek biar Ice yang jemput, Ibu telpon aja dulu si dedek ya Bu."


Ucap Ice sambil berjalan kembali ke arah mobilnya.


Ice yang tak tau arah cuma bisa browsing dan mengikuti google map menuju alamat sekolahnya Nurul.


"Ternyata lumayan jauh juga sekolahnya ini si dedek."


Ucap Ice seorang diri sambil memperhatikan halaman sekolah mencari keberadaan si dedek.


Saat dilihatnya si dedek yang menunggu di pos satpam, Ice lalu membunyikan klakson mobilnya dan menurunkan kaca jendela mobilnya agar Nurul bisa mengenali Ice.

__ADS_1


"Tiiinnnn... tin... tin.. tin......."


"Hmmm... siapa sih berisik banget tuh orang."


Ucap Nurul sambil berusaha mengenali wajah di dalam mobil.


"Oh... kakak, kenapa gak bilang kalo punya mobil?"


Ucap Nurul sambil berlari mendekat.


"Masuk aja dulu dedek, ini sudah malam loh..., yuk buruan ini belum mahgriban juga."


Nurul langsung masuk kedalam mobil


"Wah mobil baru"


Ucap Nurul dengan tersenyum bahagia.


"Ka boleh gak besok berangkat sekolanya tuh dianterin ka Ice?"


Ucap Nurul sambil tersenyum merayu.


"Iya boleh sayank, kalo ka Ice ada dirumah ya."


Sahut Ice sambil memarkirkan mobilnya di depan rumah.


"Lah baru juga duduk bentar ngerasain mobil baru, eh gak terasa sudah sampe aja."


Ucap Nurul dengan memasang wajah sedih, yang kelihatan kecewa.


"Sekarang kita masuk dulu yuk sudah malem, besok baru ka Ice ajak keliling keliling pake mobil baru."


Ucap Ice yang sedang merayu Nurul agar tak sedih lagi.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh."


Seru kedua gadis beda usia itu lalu memasuki kamar masing-masing untuk mandi.


Keesokan paginya, Ice menepati kata kata nya


mengajak Nurul jalan jalan sambil mencari sarapan pagi.


Setelah merasa puas membawa Nurul berkeliling, mereka lalu kembali ke rumah setelah membeli sarapan pagi.


Nurul tampak bahagia seolah tak pernah naik mobil, padahal mobil yang dipake Pak Amat juga biasa baginya.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2