
Setelah menerima panggilan dari RS XX, Willy segera mandi dan bersiap untuk kembali berangkat ke RS XX.
Sebelum berangkat, Willy lebih dulu menjumpai mommy-nya untuk melihat keadaan mommy-nya yang akhir-akhir ini kurang baik karena terus bersedih.
"Mom... selamat pagi mmmuach.... gimana keadaan mommy pagi ini?, oh iya Willy cuma mau kasih kabar kalo Om Jay sudah bangun dari komanya, tapi keadaanya masih belum pulih dan saat ini Willy akan ke RS XX karena harus melihat kondisinya."
"Alhamdulillah.... ya Allah akhirnya do'a ku Kau kabulkan, gimana keadaannya sekarang? tidak ada hal serius lainnya kan mengenai kesehatan Om Jay kamu sayang?"
"Insya'Allah... do'a kan saja yang terbaik untuk Om Jay ya mom, ya udah Willy pamit mau ke RS dulu."
"Will... boleh gak mommy ikut ke RS? mommy rindu kangen ingin ketemu adik mommy."
"Besok saja ya mom, kalo keadaan Om Jay sudah lebih baik, Willy gak mau mommy kembali sedih sebelum Om Jay benar benar sehat"
"Baiklah.... tapi janji besok mommy ikut jenguk Om Jay kamu ya."
"Iya.... tapi mommy juga harus sehat, makanya makan yang banyak yang semangat ok... mom...."
"Iya, ih kok kamu yang jadi lebih cerewet dari mommy sihπ"
"He... he... kan cerewet ini warisan mommy ππ€£π€£π€£"
"Ya udah Willy pergi dulu, ingat mommy harus makan biar sehat, semangat mom...πͺπͺπͺπππ"
"Iya.... iya.... sudah sana buruan tengok Om Jay kamu, kasihan kalo terjadi sesuatu lagi padanya"
Willy segera berangkat ke RS XX untuk mengetahui laporan terkini perihal kesehatan Jay.
Sesampainya di RS XX Willy langsung menuju ruangan yang notabene-nya adalah ruang kantor-nya yang merupakan pemilik RS XX.
Willy segera memberi perintah agar Dokter yang bertanggung jawab atas perawatan Om Jay segera menghadapnya untuk memberikan laporan secara detail.
Tiga Dokter spesialis terkait penyakit yang diderita oleh Jay segera memasuki ruangan Willy.
Diantaranya ada Dokter spesialis saraf (neurolog), Dokter ahli jiwa (psikiater), atau Dokter geriatriΒ karena ketiga bidang ini yang sudah biasa mendiagnosis dan menangani kasus-kasus tersebut.
"Baiklah kita mulai sekarang, silahkan dimulai dari mana?"
Willy tanpa basa basi langsung membuka percakapan, karena dia tau waktu para Dokter ini sangat berharga untuk para pasiennya.
"Begini Tuan pasca serangan rasa sakit yang dialami Tuan Jay semalam, tadi pagi beliau mengeluh perihal sulit mengingat banyak hal"
Dokter saraf menjelaskan perkembangan kesehatan Jay setelah mengalami serangan rasa sakit semalam.
__ADS_1
"Lanjutkan"
"Setelah melakukan tanya jawab dengan Tuan Jay, kami bertiga curiga Tuan Jay terserang Alzheimer tahap awal."
"Lalu pengobatan seperti apa yang harus dilakukan untuk memulihkan keadaannya?"
"Kita sebaiknya melakukan CT SCAN lebih dulu untuk mengetahui penyebabnya,.
CT scan dilakukan sebagai upaya untuk dapat menunjukkan perubahan otak yang umum terjadi pada tahap selanjutnya dari pasien."
"Lalu Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mengetahui apakah hilangnya memori karena ada syaraf yang terluka atau tumor dan uga membantu untuk menunjukkan perubahan pada otak yang menyebabkan melemahnya ingatannya"
Dokter spesialis syaraf kembali menerangkan
Dokter Spesialis Kejiwaan juga menambahkan.
"Kemudian Neuropsychological Testing
Tes ini dilakukan untuk mempelajari kesinambungan antara otak dan perilaku. Sangat membantu dalam mendiagnosis dan melakukan perawatan kondisi yang memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku pasien."
"Kita juga harus mengobservasi kejiwaannya, apakah beliau ada merasa tertekan yang memicu hilangnya beberapa ingatan."
"Baiklah, Lalu?"
"Baiklah lakukan yang terbaik, terimakasih untuk waktunya dan silahkan kembali pada rutinitas masing"
Setelah mendengar semua laporan dari para Dokter, Willy segera mengakhiri meeting dadakan seputar penyakit Om Jay-nya.
Dan menyalami para Dokter terlebih dahulu sebelum meninggalkan ruangannya.
Setelahnya Willy langsung menuju ruang rawat Om Jay-nya, Dia melihat Om Jay-nya dari kaca jendela sedang membaca sebuah tabloid bisnis, ada rasa lega dihati-nya setidaknya Om Jay-nya pasti masih mengingat jika dia seorang pengusaha.
Willy segera membuka pintu dan dia langsung tercengang melihat ekspresi Om Jay-nya yang seolah sangat senang saat dia datang.
"Ah Willy apakabar? kemarilah anak mami, kenapa baru sekarang kamu datang menjenguk Om mu yang ganteng ini"
Sapa Jay ceria melihat keponakannya datang menjenguknya.
Willy auto menahan ketawa melihat tingkah Om Jay-nya, sambil mengusap tengkuknya Willy mendekati Om Jay-nya.
"Emmm.... apa kabar Om? gimana perasaan Om?"
Sapa Willy yang bingung gak tau harus memulai percakapan dari mana.
__ADS_1
"Entahlah Will, gue bingung benernya gue sakit apa dan kenapa harus dirawat disini, hanya gue merasa kehilangan banyak ingatan gue"
"Om memang sedang tidak sehat, oh iya apa yang sedang Om baca? boleh gue pinjem bentar Om?"
"Ini, biasa sedang baca siapa yang jadi top bisnis minggu ini, oh ya Will selama gue dirawat siapa yang ngehandle perusahaan gue?"
Satu pertanyaan dari Om Jay-nya membuat Willy bisa bernafas sedikit lega, setidaknya Om Jay-nya beneran masih ingat jika dia seorang pembisnis.
"Tenang saja Om, yang harus Om lakukan saat ini adalah berusaha untuk sembuh dan harus mengikuti setiap terapi yang dianjurkan oleh Dokter"
Saran Willy membujuk Om Jay-nya.
"Tapi gue bisa mati bosan kalo harus lama di RS ini Will, gue mau balik kerumah Will."
"Iya nanti kita tanyakan apakah Om bisa pulang dan melakukan rawat jalan saja kepada Dokter-nya."
"Hmmm... jadi siapa yang ngehandle perusahaan gue selama gue sakit Will?"
"Tentu saja Peter asisten Om Jay lah, tapi tetap dalam pantauan gue dan Kai, jadi semua aman Om."
"Syukurlah kalo begitu, oh iya kenapa mbakyu Retno tidak ikut menjengukku?"
"Mommy juga sedang tidak sehat Om, Insya'Allah besok akan Willy ajak kemari."
"Oh iya Om kenal gak dengan gadis yang bernama Rani?"
Pancing Willy ingin tahu apakah Om Jay-nya masih mengingat Rani atau juga melupakannya.
"Rani... Rani... entahlah gue gak bisa mengingat nama itu, apakah sebelumnya gue mengenal gadis yang bernama Rani itu Will? namanya serasa tidak asing tapi beneran gak ada kenangan apapun di internal otak gue tentang gadis bernama Rani itu."
Jawaban Jay barusan otomatis membuat Willy mengerutkan keningnya.
"Gimana kalo Rani itu nama istri Om Jay?"
"Hais jangan bercanda Will, gue selalu sibuk dengan pekerjaan, gimana bisa tau tau punya istri."
Willy benar benar dibuat cengo oleh jawaban Om Jay-nya kali ini, dia gak nyangka Om Jay-nya bahkan melupakan istrinya.
*,Selamat membaca para readers akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walaupun harus begadang dan disambung lagi subuh ****tadi**** dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment π2π*
__ADS_1
ππππππππππππππππππππππππππππππππ