Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Anak Siapa"


__ADS_3

Jujur saja, Ice merasa bingung dengan semua kebaikan Willy.


Ice tak tahu bagaimana cara membalas semua kebaikan Willy suatu saat nanti.


Setelah berpikir tujuh kali bolak balik dari bandara ke lampu merah, dari lampu merah menjadi hijau, sambil memutar jari jemari tangannya akhirnya Ice memberanikan diri untuk untuk bertanya lebih lanjut tentang rasa penasarannya.


"Eumm... Om kepo, bolehkah saya bertanya sesuatu?"


"Mau tanya apa Ce?"


Balas Kaizar antusias dengan pertanyaan yang akan ditanyakan oleh Ice.


Kaizar bahkan mengurangi kecepatan laju kendaraannya lalu memfokuskan dirinya pada Ice yang sepertinya ragu untuk bertanya.


"Kalau boleh tahu, apakah Om kepo tahu tentang alasan Om Willy baik ke saya selama ini?"


Ice merasa gugup dengan jari jemari yang saling bertaut kencang, lalu berdehem sedikit untuk menutupi kegugupannya.


Ingatan Ice kembali saat awal mula Willy mencium bibirnya dulu saat Willy akan pulang ke Indonesia meninggalkan Ice pertama kali di Swiss saat itu.


"Maksud kamu gimana Ce?, kok saya kurang paham arah pertanyaan kamu ya."


Tanya Kaizar yang mendadak kurang fokus karena lampu lalu lintas yang awalnya merah kini berubah hijau, sehingga Kaizar harus lebih dulu mengemudikan kendaraannya.


"Eumm... maksud saya begini Om, saya merasa aneh saja kenapa Om Willy baik sekali ke saya sejak awal bertemu?"


"Padahal saya ini hanya gadis yatim piatu yang miskin yang tanpa sengaja bertemu Om Willy saat di kejar-kejar oleh anak buah rentenir yang ngutangin duit buat modal judi ke paman dan bibi saya waktu itu."


"Kalo saya pikir pikir, gak mungkin juga kan Om, kalo Om Willy itu baik ke saya karena jatuh cinta terhadap saya."


Mendengar kata-kata Ice seperti itu, entah kenapa rasanya Kaizar ingin ngakak sambil guling guling diatas tanah.


"Begini ya Ce, eummm... jangan salah paham dulu, awalnya saya juga satu pemikiran sama kamu, mengira si Boss suka kamu. Tapi ternyata dia cuma kasihan."


"Kasihan?"


Ice mengeryit heran


"Maaf Ce gue gak maksud loh menyinggung kamu."


"Boss Willy tau jika kamu dicampakkan oleh keluarga kamu."


Ice bener bener merasa tertohok saat mendengar penjelasan Kaizar.


Ice tak berani bertanya lebih jauh, lebih baik dia fokus pada karyanya karena dikejar up date untuk mempertahankan level juga bonus rewardnya.


"Jadi Om Willy sudah tahu, kalau aku gak pernah diperlakukan dengan baik oleh keluargaku oleh paman dan bibiku dulunya, eumm... maka dari itu Om Willy dia...."


Ucap Ice yang masih terheran-heran.


"Tentu saja tahu, bisa di bilang si Boss berniat mengadopsi kamu jadi anaknya."


Ucap Kaizar yang sok tahu.


"Kamu serius Om?"


Tanya Ice sambil teriak sampai membuat Kaizar kagetnya ke ubun ubun.


"Ehhh... iya iya Ce, tapi tolong jangan bicarakan hal ini pada si Boss ya, sebab ini hanya pemikiranku saja."


"Hilih si Om ini ya... sudah buat Ice kaget, saya kira beneran Om Willy mau ngadopsi Ice jadi anaknya."


"Ya kan tadi kamu yang mulai tanya kenapa si Boss baik sama kamu, nah mungkin itu jawabannya Ce."


Lagi lagi Ice di buat geleng kepala.


"Akhhhh... ternyata perjalanan masih panjang."


Harapan Ice tentang hadirnya sebuah skandal antara Boss dan pegawainya telah sirna.

__ADS_1


Kehidupan nyata memang tak pernah sama dan tak seindah cerita di novel maupun comik


Tak terasa mereka telah sampai di area parkiran Perusahaan Atmadja Group.


Kaizar langsung mengantarka Ice menghadap Willy.


"Apa kabar Tuan? Apa anda baik² saja."


Sapa Ice sesaat setelah Ice masuk ke ruang kerja Willy.


Kaizar hanya mengantarka Ice sampai pintu ruangan Willy, selanjutnya Ice harus menghadapi Willy seorang diri.


"Hemmm..."


Willy menjawab sapaan Ice hanya dengan deheman singkat.


Tak sedikitpun Willy menoleh pada Ice yang baru datang dengan membawa satu koper besar.


Pria itu masih terus sok sibuk dengan beberapa proposal yang sedang dia periksa.


"Tuan... apakah saya harus langsung bekerja pada hari ini?"


ice mulai membuka suaranya.


Kali ini Willy mendongak menatap Ice dengan kernyitaan di dahinya.


"Terserah kamu jika tidak ingin kelah, kamu bisa langsung bekerja hari ini."


"Hemmm... dasar Om kepo pembohong."


Ice merasa kesal dalam hati.


"Dasar Om kepo pembohong, dari mana letak si Om bangga padaku? bahkan dia tidak mengucapkan kata selamat atas kelulusanku. Ah boro boro selamat! menanyakan kabar aja nggak."


"Saya mau langsung bekerja saja tuan."


Jawab Ice singkat padat dan jelas, meskipun lelah tapi dia tak ingin terlihat lemah didepan Willy


"Kalo boleh tau, apa pekerjaan...."


Ucapan Ice terpotong saat ponsel Willy berdering tiba-tiba.


Pria itu mengangkat panggilan tanpa memperdulikannya Ice yang ada di depannya.


"Apa? Si manis mati? Lalu bagaimana dengan Twins?"


Willy terlihat kaget banget, keningnya berkerut kerut karena panik.


Ice masih memperhatikan bicara Willy yang cukup keras, sambil berpikiran siapa yang itu si manis.


"Bawa anak-anak sekalian ke kantor ku sekarang Bi, biar aku yang menenangkan mereka berdua."


"Anak?"


Bola mata Ice melotot sempurna.


Mendadak rasanya Ice ingin menggigit dan menghisap darah Willy.


"Apa anak yang dimaksud adalah anak kandung Om Willy? tapi sejak kapan? ya Tuhan, bahkan tadi dia bilang ada dua, apa dia sudah menikah? inikah hasil empat tahun yang akhirnya aku tuai? hiks... hiks... hiks... teganya kau Om memberikan harapan palsu padaku selama ini!"


Rasanya Ice jadi pingin nyanyi


Hati Yang Kau Sakiti


Lagu Rossa


Jangan pernah katakan bahwa


Cintamu hanyalah untukku

__ADS_1


Karena kini kau telah membaginya


Maafkan jika memang kini


Harus ku tinggalkan dirimu


Karena hatiku slalu kau lukai


Tak ada lagi yang bisa ku lakukan tanpamu


Ku hanya bisa mengatakan apa yang ku rasa


Ku menangis


Membayangkan


Betapa kejamnya dirimu atas diriku


Kau duakan cinta ini


Kau pergi bersamanya


Ku menangis


Melepaskan


Kepergian dirimu dari sisi hidupku


Harus slalu kau tahu


Akulah hati yang telah kau sakiti


Maafkan jika memang kini harus ku tinggalkan dirimu


Karena hatiku slalu kau lukai


Tak ada lagi yang bisa ku lakukan tanpamu


Ku hanya bisa mengatakan apa yang ku rasa


Ku menangis


Membayangkan


Betapa kejamnya dirimu atas diriku


Kau duakan cinta ini


Kau pergi bersamanya


Ku menangis


Melepaskan


Kepergian dirimu dari sisi hidupku


Harus slalu kau tahu


Akulah hati yang telah kau sakiti


Ku menangis


Harus slalu kau tahu


Akulah hati yang telah kau sakiti


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2