
Saat sedang sibuk mencari semua yang harus dibelinya tiba tiba tanpa di duga Willy kembali bertemu Jessy mantannya yang dulu meninggalkannya untuk laki laki lain demi harta tapi kembali lagi saat keluarganya diambang bangkrut dan berusaha untuk kembali mendapatkan cinta Willy agar bisa menaikkan tingkat sosial keluarganya dan menyelamatkan dari kebangkrutan.
Tapi sayang Willy bukan laki-laki yang mudah terjebak bujuk rayuan hanya karena kecantikan dan paha mulus wanita seperti Jessy.
"Hai Will.... how are you beb... "
Sapa Jessy sok hangat ketika dia melihat Willy dan langsung mendekat.
"Hai Jess, tak perlu bersikap berlebihan, kita tidak sedekat itu dan jaga sikapmu"
Balas sapa Willy yang menjadi dingin dan langsung mendorong Jessy membuat jarak darinya saat Jessy dengan sangat berani langsung menempel merangkul lengannya sehingga dua mochie kenyalnya menempel di lengan Willy.
Rasanya Willy sangat jijik padanya dengan tingkahnya yang memuakkan bukan membuat Willy simpatik yang ada justru Willy merasa alergi, mendadak dia merasa mual dan ingin muntah melihat tingkah Jessy yang lebih rendah dari seorang wanita penghibur.
"Dan juga sedang apa kau di selasar rak khusus kebutuhan pria? ck... sepertinya hidupmu sekarang sangat menenyedihkan sekali ya"
Willy dengan sinisnya berkomentar mencibir tingkah Jessy, berharap Jessy akan malu lalu menjauhinya.
Tapi bukan Jessy namanya kalo tak tahu malu, dia hanya menanggapi cibiran Willy dengan tersenyum dan mengalihkan topik pembicaraan dengan mengambil beberapa barang dari rak lalu dimasukkannya dalam keranjang trolly belanjaan Willy.
"Kau sedang berbelanjakan?, ini aku bantu mengambilkan barang barang yang kau butuhkan, ini apa kamu perlu ini? mau yang rasa apa beb? hem... aku akan membuatmu ketagihan..."
Jessy bahkan dengan gilanya mengambil banyak kotak pengaman dengan banyak varian, dan memasukkan semuanya kedalam keranjang trolly belanjaan Willy, dan membisikkan beberapa kata maut ke telinga Willy hingga nafasnya terasa hangat di leher Willy.
"Hmmm... berapa banyak pengaman yang kau ambil? aku pastikan kamu akan merasa puas dan tak sempat istirahat, akan ku sewa beberapa gigolo untuk melayani nafsu mu itu."
Balas Willy ketus dengan nada dinginnya, dia biarkan semua ulah Jessy yang mengganggunya, dia tahu Jessy sedang sangat emosi dan Willy menikmati setiap detik dari rasa menyakiti wanita itu.
Wanita yang sudah tak layak lagi mendapatkan cintanya walau hanya sedikit perhatian saja.
Willy sudah tahu bagaimana tingkah Jessy selama kembali dari luar negara, dia selalu berburu pria pria kelas atas untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidupnya selama ini.
"Terserah apa katamu beb, aku akan menunggumu malam ini jam sepuluh di apartemen-ku"
Bisik Jessy lagi sambil mengedipkan matanya dan kembali melemparkan beberapa barang kedalam keranjang trolly belanjaan Willy.
__ADS_1
"Hai sayang, aku mencarimu ternyata kau disini sedang menggoda laki-laki lain, apa yang aku berikan untuk mu tadi masih kurang?"
Seorang laki-laki tiba-tiba datang dan memeluk Jessy, juga mengatakan banyak hal yang membuat Willy semakin muak dan ingin cepat cepat menjauh.
"Tuan tolong urus wanita-mu dengan baik, jangan biarkan berkaliaran kalau tak ingin dia menggigit yang lain, permisi"
Willy segera pergi meningalkan keduanya, dia juga meninggalkan keranjang trolly belanjaan yang penuh dengan barang barang yang tidak dia butuhkan.
Jessy hanya menanggapi semua perilaku Willy kepadanya dengan senyuman yang penuh arti, sementara laki-laki yang memeluk pinggangnya sibuk menciumi lehernya.
"Kenapa kau terus memperhatikan laki-laki yang tidak menginginkanmu itu hem? sementara aku sedang bersamamu"
Tanya laki-laki itu masih terus dengan kegiatannya.
"Hentikan kita lanjutkan di tempat yang lebih privasi ok?"
Ajak Jessy pada laki-laki yang terus menempel seperti ulat keket.
Setelah keluar dari pusat perbelanjaan itu Willy segera melajukan mobilnya ke RS XX tapi dia tidak menemui Om Jay-nya, Willy langsung menuju ruang rawat Rani.
Tubuh wanita itu juga mulai mengurus dan kulitnya juga tampak pucat.
Willy menggenggam tangannya dan berdoa dalam diam agar wanita yang dicintainya segera membuka matanya kembali.
"Bangunlah sayang, seandainya kita tidak bisa bersama asalkan kamu bangun dan sehat, aku sudah cukup bahagia melihatmu kembali tersenyum bersama Om Jay"
Tapi tidak seperti malam malam sebelumnya dimana Willy akan menemani Rani sepanjang malam, malam ini Willy memilih untuk pulang kerumahnya.
Niat hati Willy ingin pulang, tapi ditengah perjalanan dia memilih untuk mampir ke sasana tinju Club xxx, sudah lama Willy tidak melatih kemampuan bertinjunya sejak terakhir Willy patah hati saat tahu kenyataan kalo istri Om Jay-nya adalah Rani.
Saat itu Willy dengan gilanya dan tanpa pengaman apapun melakukan sparing tapi dia tak melakukan serangan apapun dan hanya menjadikan dirinya samsak tinju hingga terluka parah.
Dan kebetulan sekali saat ini dia sedang merasa kesal karena pertemuannya dengan Jessy tadi membuat emosinya meningkat.
Sebelumnya dia juga sudah menghubungi manager Club untuk menyiapkan seorang petinju yang akan menjadi lawan sparing-nya.
__ADS_1
Sesampainya di Club xxx, Willy langsung menuju loker-nya disana sudah ada seorang asisten yang akan membantunya memakai sarung tinju dan Gum Shield serta pengaman lainnya.
Lebih dulu Willy mengganti pakaiannya dengan baju yg ada di dalam loker-nya, baru setelahnya dibantu sang asisten memakai sarung tinju, gum shield, dan pengaman lainnya untuk mencegah cedera yang tidak diinginkan.
Setelahnya Willy langsung naik ke atas ring yang disana sudah menunggu seorang petinju yang sudah disiapkan oleh pihak Club xxx sesuai reques Willy untuk menjadi lawan sparingnya.
Setelah berada diatas ring dan keduanya saling berhadapan, lebih dulu mereka melakukan Adu kepalan tanganΒ (fist bump) sebelum mulai sparing.
Setelahnya Willy dan lawannya saling memukul dengan tinjuan mereka, setelah delapan ronde dan saat performa keduanya benar benar sudah terkuras, barulah keduanya mau mengakhiri duel mereka.
Mereka mengakhiri sparing dengan saling peluk dan memberikan tinjuan ringan di lengan lawan.
"Terimakasih sudah menjadi lawan yang tangguh untuk ku"
Kata Willy pada lawan sparingnya saat telah melepas semua perangkat tinjunya.
"Terimakasih juga telah mendapat lawan setangguh dirimu bro"
Jawab lawan sparing Willy dengan ramah.
Akhirnya keduanya saling berkenalan dan membuat janji untuk sparing lagi dilain waktu.
Club xxx adalah Club tinju elite, yang pelayanannya memanjakan para membernya.
Setelah adu tinju para member akan mendapatkan pelayanan relaksasi dan massage.
Sehingga badan dan otot yang terasa sakit, pegel, ngilu setelah bertinju dapat kembali pulih.
*,Selamat membaca para readers akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walaupun telat update nya dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
Dan do'akan agar outhor tetap sehat sehingga bisa up tiap harinya.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment π2π*
__ADS_1
ππππππππππππππππππππππππππππππππ