
Tanpa tujuan yang jelas Ice pergi meninggalkan kota Jakarta, setiap sampai di satu kota maka Ice akan berganti bus, tujuannya untuk mengaburkan jejaknya agar tak mudah untuk dilacak seandainya Willy mencarinya.
Ice sadar betapa kuat kuasa Willy sehingga sangat mudah bagi Willy jika ingin mencari keberadaan dirinya. Sehingga Ice sebisa mungkin untuk mengaburkan jejaknya.
Bahkan beberapa kali Ice tidak langsung berganti bus saat transit di terminal, Ice memilih untuk menginap satu malam di kota itu sebelum keesokkan harinya baru melanjutkan perjalanannya dengan bus lain.
Akhirnya setelah berulang kali transit dan berganti bus juga tujuan, pada akhirnya Ice sampai di kota kecil yang bernama Muntilan.
Ice yang merasa sudah cukup berputar-putar merubah arah perjalanannya memutuskan untuk tinggal di Muntilan beberapa hari.
Sebenarnya Ice bisa langsung naik bus dengan satu arah ke kota yang dia tuju, tapi karena kepergiannya kali ini identik dengan pelarian, maka Ice sengaja berputar-putar arah dan berganti bus.
"Hufff... ahh... (sambil merentangkan kedua tangannya Ice menghirup udara sekitar) suasana pedesaan yang sejuk, aku harap disini aku bisa menjalani hidupku dengan lebih tenang."
Setelah turun dari bus, yang dilakukan Ice adalah mencari warung makan, disana selain untuk mengisi perutnya tujuan utama Ice adalah mencari tempat yang bisa dia jadikan tempat tinggal sementara.
"Monggo pinarak Mbak'e, silahkan mau pesen makan apa?"
Pemilik warung segera menyapa dan mempersilahkan Ice untuk mampir dan menawarkan sekiranya Ice mau membeli makan.
"Terimakasih Bu, pesen nasi rames lengkap sama lauknya gimbal udang sama mendoan Bu."
Ice mulai memesan makanan setelah lebih dulu melihat lauk yang ada di etalase.
Tak sampai sepuluh menit, makanan yang dipesan Ice sudah tersaji di meja tempat Ice duduk.
Sambil makan, Ice mulai bertanya kepada pemilik warung makan, sekiranya ada rumah yang bisa disewanya untuk tempat tinggal.
"Maaf Bu... numpang tanya, disini ada rumah yang dikontrakkan tidak ya? saya butuh tempat tinggal sekarang juga Bu."
"Oh Mbak'e pendatang baru ya? kalo kontrakan agak jauh dari sini Mbak, tapi di belakang warung saya ini ada kost kosan Mbak, kalo Mbak'e mau nanti saya antar."
"Kost kosan juga boleh kok Bu, yang penting nyaman untuk ditinggali."
"Pasti nyaman Mbak.... saya jamin, kamar kostnya lumayan besar Mbak, kamar mandi juga tiap kamar ada, air lancar, dan pake AC jadi gak perlu takut kegerahan tapi ya itu harganya mahal ya sesuai kamar dan fasilitasnya."
Ucap Ibu pemilik warung makan yang mulai promosi padahal bukan miliknya.
"Gak masalah harganya Bu, yang penting nyaman dan masih ada kamar yang kosong untuk saya tempati."
Kata Ice sambil minum air mineral setelah makan.
"Mau Ibu anter sekarang atau gimana Mbak'e? selagi warung sedang sepi."
Tanya Ibu pemilik warung makan.
"Sekarang aja Bu, semakin cepat dapet kamar maka semakin cepat juga saya bisa istirahat."
Ucap Ice yang mulai merasa lelah dan mengantuk setelah makan.
__ADS_1
"Wah Mbak'e sudah gak sabaran, ayok mari Mbak... Ibu antar."
"Iya mari Bu, tapi ini nasi yang saya makan tadi berapa harganya Bu?"
"Semuanya lima belas ribu Mbak."
Jawab Ibu pemilik warung, setelahnya Ice lalu mengikuti Ibu pemilik warung makan setelah membayar harga nasi yang di makannya tadi.
"Nah ini kost kostan nya Mbak, mari saya antar ke pemilik kostan nya."
Ice lalu kembali mengikuti si Ibu pemilik warung untuk bertemu si pemilik kost kostan nya.
Setelah bertemu dengan pemilik kost kostan dan membayar uang sewa sementara, Ice lalu mulai memasuki kamar kostnya karena sudah tak tahan ingin merebahkan tubuhnya yang selama berhari-hari dibawanya berkeliling naik bus.
Tak terasa bagitu masuk kamar dan merebahkan tubuhnya, Ice langsung terlelap ke alam mimpinya.
Saat terbangun dari tidurnya, Ice tak mengira jika hari mulai menjelang isya.
Di Jakarta emosi Willy kembali menjadi tidak terkontrol saat dia mendapatkan informasi dari orang yang ditugaskan untuk memata matai Ice, memberikan laporan jika Ice tidak ada di rumah Pak Amat maupun di kampus tempatnya mengajar.
Satu hari, Willy belum berburuk sangka, hari kedua Willy mulai curiga dan gelisah sampai tak dapat tidur.
Willy mulai memerintahkan beberapa tim keamanannya untuk menyebar mencari keberadaan Ice.
Tapi setelah lewat dari tiga hari dan belum menunjukkan hasil pencarian mereka, Willy mulai frustasi, Willy bahkan tambah galau saat tahu jika gelang platina pemberiannya ternyata di buang oleh Ice, padahal itulah satu-satunya harapan Willy untuk bisa menemukan Ice.
"Kenapa titik yang menunjukkan keberadaan Ice hanya berkedip kedip?"
"Ce... kemana kamu benernya? gue minta maaf jika semua ini karena gue yang sudah bikin kamu sakit hati."
"Kemana sebenarnya kamu Ce? kenapa gelang itu juga kamu buang."
Ucap Willy yang sudah menemukan titik keberadaan gelang platina yang dibuang ice.
Seluruh penerbangan juga stasiun kereta api mulai di periksa oleh anak buahnya Willy tapi tetap tidak mendapatkan hasil.
Willy juga mulai melacak keberadaan mobil milik Ice untuk mengetahui keberadaannya, tapi sayangnya dia mendapatkan informasi jika mobilnya Ice sudah dijualnya
Kehilangan
Lagu Rhoma Irama
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Sungguh berat aku rasa kehilangan dia
Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia
__ADS_1
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Ku tahu rumus dunia semua harus berpisah
Tetapi kumohon tangguhkan tangguhkanlah
Bukan aku mengingkari apa yang harus terjadi
Tetapi kumohon kuatkan kuatkanlah
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Sungguh berat aku rasa kehilangan dia
Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Ku tahu rumus dunia semua harus berpisah
Tetapi kumohon tangguhkan tangguhkanlah
Bukan aku mengingkari apa yang harus terjadi
Tetapi kumohon kuatkan kuatkanlah
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Sungguh berat aku rasa kehilangan dia
Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum sehat benar juga harus menjaga anak yang sedang sakit, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍