Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Tangan Nakal Miko"


__ADS_3

Sammy sedikit mengintip ke belakang untuk melihat istrinya yang kebingungan karena ponsel si kembar lowbat.


Marie lanjut memeriksa isi tas Mika untuk mencari cari yang bisa dijadikan petunjuk guna mengantarkan si kembar pada orangtuanya, tapi sayang nihil.


Saat berhenti di lampu merah, Sammy kembali menengok ke belakang untuk bertanya pada kedua bocah kembar itu, siapa orang tuanya dan dimana alamat rumahnya.


Wajah kedua bocah kembar itu langsung terlihat sedih, tapi bibir mereka tersenyum saat menjawab pertanyaan Sammy dan berkata jika kedua orang tuanya berada di surga.


"Tata ayah Wi, papa cudah ada di curga dan ada yang lebih cayang pada nya, Mika hayus jadi anak yann baik calo mau tetemu cama papa mama."


Ucap Mika dengan mata berbinar.


"Cekayang Mika tan Mito cuma unya Ayah Wil."


Mendadak ada yang terasa sesak didada Marie dan Sammy.


Ternyata ada anak yang nasibnya lebih miris dari mereka, ditinggal kedua orangtuanya sejak berumur empat tahun, pastilah hidup kedua bocah kembar ini sangat berat.


"Dadaku sesak sakit banget, lihat mereka berdua yang sudah ditinggal oleh orang tuanya di umur yang baru empat tahun."


Ucap Marie dengan mata yang mengembun tak kuasa merasakan sedih.


"Atau kita adopsi aja mereka ya hon?"


Ucap Marie spontan yang memang rindu memiliki anak.


"Jangan aneh aneh deh yank, tadi si gadis kecil bilang mereka punya ayah, bearti sudah ada yang mengadopsi mereka yank."


Marie dan Sammy menarik nafas dalam-dalam berusaha melupakan rasa sesak yang sempat singgah dalam dada mereka.


"Maaf hon !... cuma hati aku sakit banget lihat mereka berdua, masih kecil sudah yatim piatu, rasanya mendadak sayang aja gitu pada mereka jadi bawaannya ingin adopsi mereka."


Ucap Marie yang belum tahu seberapa parah kenakalan si kembar.


"Yang sabar yank, nanti juga kita pasti punya anak sendiri, kita coba bercocok tanam lagi nanti ya yank"


"Ah dasar kamu hon, itumah maunya kamu tiap ada kesempatan juga selalu bercocok tanam."


Ucap Marie sambil merengut gemes sendiri sama suaminya.


"Tapi sukakan yank, mau ya yank ya... ya... ya..., iya in dong yank."


Ledek Sammy menggoda istrinya.


"Sayang Mika dan Miko, kalian ingat gak dimana alamat rumah kalian."

__ADS_1


Tanya Marie yang berharap si kembar mengingat alamat rumahnya.


Namun kedua bocah kembar itu menggelengkan kepalanya.


"Kalo gitu gimana kalo kita ke kantor polisi aja yank."


Ide Sammy yang langsung membuat kedua bocah kembar itu menangis ketakutan saat mendengarnya.


"Hwaa.... jak mayu te tantor polici, Mika tatut."


"Miko mau turun, hwaa.... mau turun Om stop mau turun !..."


Teriak Miko yang ikutan menangis ketakutan saat mendengar kata polisi.


Kedua bocah kembar itu kembali menangis histeris membuat Marie dan Sammy panik.


"Kamu sih hon, udah ah kamu diem aja gak usah ikutan ngomong, jadi ribet kan mewek lagi nih bocah."


Marie lagi lagi memukul lengan suaminya gemes, karena gak bisa memahami anak anak.


"Cup... cup... ah sayang, jangan nangis lagi ya, tadi itu Om cuma becanda kok, jangan nangis lagi ya nanti kita beli es cream ya."


Bujuk Marie mencoba menenangkan kedua bocah kembar itu.


Melihat merk baju yang dikenakan oleh Mika dan Miko, Marie dapat mengenali jika kedua bocah kembar ini berasal dari keluarga berduit.


Setelan outfit yang dikenakan oleh satu anak itu aja bisa lebih dari sepuluh juta rupiah.


Sammy kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan normal setelah kedua bocah, kembar itu mulai berhenti menangis.


Diperhatikannya istrinya yang tampak bahagia dengan kehadiran kedua bocah kembar yang imut ini.


Setelah lelah menangis keduanya tampak mengantuk, dan mulai tertidur saat Marie mengusap usap kepala mereka.


"Sepertinya mereka ngantuk deh hon."


"Elus elus aja yank, biasanya anak kecilkan paling suka di gituin."


"Kayak kamu dong hon."


Goda Marie sambil mengedipkan matanya.


Benar seperti apa yang dikatakan suaminya, gadis kecil itu mulai terpejam, Marie langsung mengambil bantal untuk menyangga kepala Mika dan Miko agar tidak terbentur.


"Hon.. mereka tertidur, kalau kita punya anak kembar pasti lucu seperti mereka ya hon."

__ADS_1


Ucap Marie sambil mengusap-usap kepala keduanya.


"Kalo gitu ayo kita buat anak yank, mau kembar berapa? dua tiga atau lima hayu aku siap loh yank."


Kata Sammy yang kembali menggoda istrinya sambil tertawa geli.


"Apaan sih hon? mau satu aja belum dapet gimana mau langsung kembar lima, ngehalu kamu hon."


Sahut Marie kembali memukul lengan Sammy gemas karena selalu saja menggodanya.


"Justru itu yank, kalo minta satu gak dikasih nah apa salahnya kalo langsung minta kembar lima, iya gak?"


Sammy sengaja berkata-kata ngehalu agar istrinya tidak kembali sedih tiap kali menginginkan punya anak.


"Udah jangan sedih sedih lagi lah yank, anak itukan rejeki dari Tuhan, kalo kita sudah berusaha tapi masih belum dipercaya untuk menjadi orang tua, ya apa boleh buat, kita nikmati aja hidup kita dan tetap berdo'a."


Ucap Sammy menghibur Marie agar tidak kembali bersedih.


"Iya hon..., gimana kalo kita ngadopsi anak aja dulu hon? kata orang ngadopsi anak itu bisa jadi pancingan agar kita bisa punya momongan."


"Istilahnya sebagai tes kelayakan, apakah kita bener sudah layak jadi orang tua atau belum, insya'Allah Allah ridho dan memberikan kita anak hon."


"Iya boleh juga sih yank, kita kan gak pernah tahu kalo rejeki dateng setelah kita ngadopsi anak, dan tulus membesarkannya dengan kasih sayang."


Sahut Sammy yang menanggapi positif rencana Marie mengadopsi anak.


"Beneran hon kamu setuju? makasih ya hon... cup mmmuach...."


Marie menghadiahi Sammy kecupan di pipinya.


"Selama itu positif aku pasti dukung kamu yank."


Detik berganti menit, namun tangan Miko mulai tidak dapat dikondisikan, anak itu menelusupkan tangannya melalui celah kancing baju Marie.


"Sam... lihat dia mau apa ini."


Seru Marie sambil tertawa.


Tangan Miko mulai mengusap bukit bersertifikat milik Sammy, membuat Sammy melotot kesal karena ada mahluk kecil nakal yang berani menjajah daerah kekuasaannya.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2