Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Ice Yang Dijebak"


__ADS_3

Sesampainya di depan kamar, Willy segera masuk dan melihat keadaan Ice yang tidak sadar dengan pakaian yang berantakan.


Willy membuka jasnya dan menutupkannya ke tubuh Ice.


Setelahnya Willy menghubungi Rico, satu kali panggilan langsung diterima oleh Rico.


"Rico cepat ke Club xxx dan minta Jack periksa CCTV yang memperlihatkan gadis yg aku kirim fotonya, tuntaskan semuanya."


Perintah Willy, lalu memutuskan hubungan teleponnya sebelum sempat Rico menjawabnya.


"Hais ini si Boss asal main putus telepon aja."


Ucap Rico lalu menghubungi Jack dan menyampaikan intruksi dari Willy tadi.


Sementara Rico sendiri bergegas menuju night club xxx seperti yang Willy perintahkan, kebetulan tempat tinggal Rico tidak terlalu jauh dari night club xxx sehingga tak butuh waktu lama bagi Rico untuk segera sampai di night club itu.


Sementara itu Willy sedang berada di kantor manager dari night club xxx setelah meminta seorang pelayan wanita untuk menemani Ice yang sedang tak sadarkan diri.


"Saya harap anda bisa bekerjasama dengan baik dalam menangani kasus ini, atau tempat ini akan segera saya hancurkan."


Ucap Willy yang sedang menekan sang manager, agar mau bekerjasama saat Rico datang nanti.


Setelah mengucapkan apa yang perlu diucapkan dan memberikan ancaman kepada sang manager, Willy segera melangkahkan kakinya kembali menuju kamar tempat Ice sedang tidak sadarkan diri.


Sementara Rico sudah ada di hole mencari keberadaan Willy, yang setelah berkeliling tapi tetap tidak menemukan keberadaan Willy.


Akhirnya Rico memilih untuk menelepon Willy dan langsung diterima Willy pada satu kali panggilan.


"Ya hallo, ada apa?"


Ucap Willy begitu mengangkat teleponnya.


"Boss dimana sekarang?"


Tanya Rico tanpa basa basi karena dia yakin suasana hati Willy sedang tidak baik dari nada suaranya.


"Tunggulah di ruang security, sebentar lagi aku kesana."

__ADS_1


Jawab Willy singkat lalu memutuskan teleponnya begitu saja.


Rico lalu segera menuju ruangan security seperti yang sudah di perintahkan oleh Willy.


Sementara Willy segera menggendong Ice dan menutupi tubuhnya dengan jasnya, Willy membawa Ice ke mobilnya lebih dulu, baru kembali lagi ke ruangan security untuk menemui Rico.


Setelah menemui Rico, Willy lalu mengajaknya ke ruangan manager night club xxx, sambil menerangkan apa saja yang harus mereka lakukan.


Begitu sampai di depan ruangan Manager, Willy langsung masuk dan memperkenalkan mereka berdua.


"Jadi saya harap Tuan bisa bekerja sama dengan baik dan menceritakan semua yang tuan tahu pada asisten saya ini."


ucap Willy lalu mulai meningalkan keduanya.


Willy segera menuju mobilnya dan mulai mengemudikannya kearah jalan pulang ke apartemennya.


Setelah itu Willy segera menggendong Ice dan membawanya masuk kekamarnya ice.


Rasanya Willy sudah tidak sabar lagi ingin membangunkan Ice dan menanyakan bagaimana Ice bisa sampai di night club dan berakhir seperti sekarang ini.


'Ya Boss, CCTV mereka sudah mereka hancurkan, tampaknya ada orang tertentu yang cukup berpengaruh sehingga CCTV pun sudah mereka hancurkan."


Jawab Jack dari seberang telepon.


"Tidak bisakah kamu mengembalikannya seperti semula? sehingga kita bisa mendapatkan mereka."


Tanya Willy pada Jack dan terdengar agak kecewa lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Jack yang sadar jika Willy merasa kecewa pun hanya bisa menarik napas dan mengendikkan bahunya.


Willy segera menghubungi si kembar Alvin dan Elvan, dan dia sangat yakin jika kedua bersaudara kembar itu bisa menerobos CCTV night club xxx meskipun telah di rusak tapi pasti kedua bersaudara kembar itu bisa memperbaikinya.


Setelah melakukan panggilan berulang kali, akhirnya terhubung juga.


"Halo vin, cepat masuk ke CCTV night club xxx dan perbaiki lalu periksa tentang gadis yang akan aku kirimkan fotonya, lakukan segera."


Ucap Willy memberikan perintah lalu memutuskan panggilannya dan mengirimkan foto Ice kepada Alvin.

__ADS_1


Alvin yang mendapat perintah segera mencari posisi night club xxx dan mulai mengetikkan beberapa kombinasi abjad dan angka, programnya mulai masuk ke CCTV night club xxx dan kembali Alvin mengetikkan kombinasi abjad dan angka sehingga mendapatkan keakuratan untuk memperbaiki CCTV yang sudah dengan sengaja dirusak oleh seseorang.


Setelah rekaman CCTV didapatkan, Alvin segera mencari rekaman yang menampakkan Ice.


Setelah cukup lama melihat rekaman CCTV itu, akhirnya Alvin mendapatkan rekaman dimana Ice bersama beberapa gadis seusianya sedang duduk di depan meja bartender dan memesan cocktail no alkohol.


Sampai di situ Alvin memperhatikan sesuatu yang janggal saat salah satu gadis menukar gelas cocktail-nya dengan milik Ice.


Setelah itu satu persatu para gadis itu pergi meninggalkan Ice yang tampak mulai tidak fokus, sampai serombongan pemuda datang dan membawa Ice.


Kejadian selanjutnya Ice dibawa para pemuda itu ke salah satu kamar inap yang disediakan oleh night club xxx untuk para pelanggan yang ingin menginap atau sekedar make love one night dengan gadis mereka.


Alvin terus memperhatikan rekaman CCTV di depan kamar tempat para pemuda itu membawa Ice, dilihatnya ada dua petugas keamanan club sedang patroli dan tiba-tiba kedua petugas keamanan itu mendobrak paksa pintu kamar tempat para pemuda itu membawa Ice.


Lalu dilihatnya kedua petugas itu melakukan baku hantam dengan para pemuda tersebut, lalu para pemuda itu kabur.


Setelah para pemuda itu kabur, seorang penjaga keamanan lalu meminta salah satu pelayan wanita membantu Ice menanyakan siapa kiranya yang bisa dihubungi untuk menjemput Ice.


Setelah itu petugas keamanan itu meninggalkan Ice bersama seorang pelayan wanita yang menjaganya di kamar itu, karena keadaan Ice yang sudah tidak sadarkan diri.


Setelah melihat semua rekaman CCTV itu, Alvin segera mengirimkan potongan rekaman yang memperlihatkan Ice itu kepada Willy.


Willy yang melihat rekaman itu mulai mengeras rahangnya, amarahnya serasa akan meledak ibarat BOOM waktu yang siap meledak kapanpun.


Alvin juga segera memindai wajah semua tersangka, mulai dari para gadis yang datang bersama Ice sampai para pemuda yang berniat melecehkan Ice.


Setelah berhasil memindai semuanya dan mendapatkan data masing masing dari mereka, Alvin segera mengirimkannya kepada Willy.


Kemudian oleh Willy langsung dia kirimkan kepada Rico agar dia menyelesaikan semuanya.


*Terimakasih untuk para readers yang selalu setia mengikuti ceritaku, selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau selalu kemalaman karena Outhornya yang masih belum sehat. Semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2