
"Uhhh.... sudah pagi aja, padahal perasaan belum lama tidur hoaammmm....."
Ucap Ice sambil mengucek matanya di barengi mulutnya yang masih menguap karena masih merasakan kantuk.
"Sholat subuh dulu ah"
Ice lalu memaksakan tubuhnya untuk bangun dan memulai ritual paginya di kamar mandi, lalu mulai melakukan sholat subuh setelah mengambil wudhu lebih dulu.
Setelah selesai melaksanakan sholat subuh, Ice ingin melanjutkan tidurnya kembali tapi karena perutnya selalu berteriak membuatnya tak bisa melanjutkan tidurnya.
"Duh mau tidur, tapi nih perut gak bisa diajak kompromi hu.... hu.... hu.... laper.... ngantuk... ih ini mata sama perut kenapa gak akur sih."
Teriak Ice sebel sambil melompat dari tempat tidurnya.
Niat hati mau keluar sekedar mencari sarapan, tapi sepertinya nasib baik sedang berpihak pada Ice.
Sebelum sempat membuka pintu, lebih dulu ada yang mengetuk pintunya.
"Tokkk... tok... tokkkk... assalamu'alaikum Ce... sudah bangun belum."
Terdengar pintu diketuk dari luar diikuti suara seorang laki-laki yang mengucapkan salam dan sudah dapat ditebak oleh Ice jika itu suara tetangga gantengnya.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, bentar mas... ada apa? Ice mau cari sarapan dulu, mas mau ikutan?"
Ucap Ice setelah menjawab salam dan membuka pintu kamarnya.
"Ini gue bawain sarapan untuk loh, bubuk gudeg plus opor sayap ayam dan cekernya."
Ucap si ganteng Fathir sambil menyodorkan sebuah bungkusan ke tangan Ice.
"Wah.... rejeki, kamu cenayang ya mas? kok tahu banget kalo Ice sedang kelaperan."
Ucap Ice senang sambil menerima bungkusan dari si ganteng Fathir.
"Makasih ya mas duarrrr......"
Ucap Ice lalu menutup pintunya begitu saja membuat si ganteng terkejut dan hampir melompat.
"Astaghfirullah.... bikin kaget aja, nih gadis kok gak ada kalem kalemnya ya."
__ADS_1
Monolog si ganteng Fathir sambil mengusap dadanya karena efek terkejut.
Di dalam kamarnya Ice langsung melahap habis bubur gudeg pemberian Fathir.
"Bubur gudeg khas jogya memang gak ada duanya."
Kata Ice sambil menikmati bubur gudegnya dan menggerogoti ceker opornya.
Sementara Willy masih terus mencari Ice dan sebenarnya sudah berada di Magelang tak seberapa jauh dari Muntilan tempat tinggalnya Ice.
Mungkin memang nasib belum berpihak pada Willy sehingga dia masih belum dipertemukan dengan Ice walau jarak Magelang dan Muntilan tidak terlalu jauh.
Willy yang berada di Magelang segera menemani salah satu personil Gank The Bloody yang dia ingat tinggal tak jauh dari Magelang.
"Assalamu'alaikum, halo bro... gue sekarang sedang di Magelang nih, bisa jemput gue gak ntar sore? gue mau nginep di tempat lo untuk malam ini."
Ucap Willy dengan ponsel yang disamping telinga kirinya.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, beneran nih lo sedang di Magelang bro? okelah lo kirim aja shareloc nya nanti, mau setehun juga gak masalah bro."
"Gue cuma butuh tempat satu malam doang bro, besok paginya gue kudu ke tempat lainnya lagi, ya udah sampe ketemu nanti sore bye."
"Hilih salam cuma diawalnya doang, buntutnya lupa ketinggalan tuh si salam."
Sementara Ice masih setia dengan bantal gulingnya terdampar di pulau kapuk, setelah sarapan subuh tadi Ice kembali meringkuk di balik selimutnya dan saat ini masih terbuai di alam mimpinya.
Setelah lewat tengah hari barulah Ice mulai terbangun karena perutnya yang kembali menjerit meronta meminta diisi.
"Ummm.... jam berapa sih ini? hoaammm.... kok nih perut mulai perih lagi."
Ucap Ice sambil melihat jam lewat ponselnya.
"Sudah lewat tengah hari, mandi dulu lah... baru nanti cari makan setelah sholat Dzuhur."
Ucap Ice sambil bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi.
"Bang apa pernah melihat atau bertemu dengan gadis ini?"
Willy berulangkali menunjukkan foto Ice ke beberapa preman terminal, dan kesetiap orang yang di temuinya.
__ADS_1
Willy juga meminta team IT perusahaan untuk meretas CCTV mulai dari hari terlihat Ice turun dari bus, tapi seperti tertelan bumi Willy sama sekali tak dapat menemukan Ice yang sengaja melakukan beberapa estafet untuk mengecoh keberadaannya.
"Sudah hampir sore, sebaiknya gue minta jemput di onta."
Ucap Willy yang kemudian menghubungi orang yang di panggilnya onta.
"Halo bro, jemput gue sekarang, posisi sudah gue shareloc ya."
"Ok lo tunggu aja disitu jangan kemana-mana, kurang dari satu jam lagi gue nyampe."
Ditengah perjalanan mencari makan siang, Ice mendadak rindu dengan kehangatan keluarga Pak Amat terutama Nurul.
Ice lalu mengirimkan pesan kepada si ganteng dan berpesan menitipkan toko bunganya untuk 3 hari kedepan.
"Assalamu'alaikum, mas Ice ada keperluan di luar kota, Ice titip tolong bantu awasi toko bunga selagi Ice gak ada ya, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh."
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, siap Ce santai aja, paling gue lelang tuh toko kalo lo gak balik lagi kesini, titidije ya wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
Setelah mengirimkan pesan ke si ganteng, Ice langsung mengambil arah ke Jakarta, Ice memberhentikan bus tujuan ke Jakarta di tepian jalan yang biasa di lalui bus tujuan Jakarta.
Ice cukup pintar untuk menghindari CCTV, dan selalu memilih area yang blank dari tangkapan kamera CCTV.
Sebelumnya Ice juga sudah lebih dulu meng make over penampilannya sehingga tak lagi mudah dikenali.
Saat di dalam bus, Ice sempat melihat penumpang yang ternyata adalah pencopet, diperhatikannya tiap kali bus mengerem mendadak sicopet beraksi dengan pura pura terhempas kebelakan tangannya mulai beraksi merogoh kantong orang didepannya yang terhimpit saat bus ngerem mendadak.
Ice yang melihat aksi si pencopet merasa geram, sehingga saat bus mengerem, Ice sengaja membuat tubuhnya oleng kearah si pencopet sehingga tiap kali sicopet bersiap akan mencopet aksinya selalu gagal.
Sicopet yang selalu gagal menjalankan aksinya tampaknya mulai merasa curiga dan menyadari jika dirinya sedang di kerjai Ice.
"Bisa gak sih lo duduk yang anteng, jangan bolak-balik nyenggol gue."
Kata si copet setelah berteriak sehingga penumpang lain yang ada didekat mereka menoleh kearah sicopet.
"Apaan lo teriak teriak? kalo lo gagal nyopet gak perlu nyalahin orang lain, bapak bapak dia ini copet, silahkan periksa tasnya, dan anda pak coba lihat masih ada di kantung gak dompetnya."
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum fit juga kondisi anak yang Alhamdulillah baru mulai sehat dan semoga saja terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍