
Setelah para Dokter meninggalkan ruangannya, Willy pun keluar menuju ruang rawat Om Jay-nya.
"Assalamu'alaikum, Om gimana keadaan Om sore ini?"
Salam dan sapa Willy saat masuk ke dalam ruang rawat Jay.
"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi wabarakaatuh"
"Masuk Will, beginilah keadaan gue tampak sehat tapi nyatanya tidak sehat."
Jawab Om Jay dengan tersenyum, seolah tak ada beban.
"Syukurlah kalo Om sehat, oh... iya Om tadi Kai bawain pesanan Om Jay kesini gak?"
Tanya Willy memastikan apakah Kai benar mengantarkan pesanan makanan Om Jay tadi.
Selain itu Willy juga ingin memastikan apakah Om Jay masih mengingat apa yang dia alami hari ini.
"Iya tadi Kai mengantarkan pesanan Om, dia pinter milih resto yang enak masakannya, semua yang dibelinya terasa mak nyus"
"Apa Om suka?, besok biar dibawain Kai lagi'
"Iya suka, tapi sore ini Om makan apa Will?"
Tanya Jay yang bingung sebab Willy tak membawakan makanan untuknya.
"Gue sudah delivery tunggu beberapa menit lagi pasti dateng, lo kayak orang gak makan Om yang ditanya masalah makan mulu"
"Gue koma berapa lama coba?"
"Berapa bulan ya lupa, lalu apa hubungannya?"
'Itu bearti selama itu juga gue gak makan dul"
"Gue kira IQ lo ikutan hilang bersama ingatan lo Om 🤣🤣🤣"
"Kalo beneran gue begitu, siap siap aja loh jadi baby sister gue"
"Janganlah Om, makanya Om harus semangat untuk sembuh, coba lepaskan semua yang menjadi beban pikiran Om saat ini, jangan terlalu dipaksa untuk mengingat apapun dulu."
"Baiklah itu juga yang gue harapkan saat ini Will, gue sembuh dan bisa kembali mengingat semuanya."
"Aamiin.... semoga ya Om, karena ada seseorang yang bakal gue kenalkan ke lo Om"
"Siapa yang mau lo kenalin ke gue Will? 🤔🤔🤔"
"Calon bini lo Om"
Padahal benernya Willy ingin banget tuh teriak bilang....
"Istri lo Om, Istri lo....!!!!"
Tapi apalah daya, saat ini Om Jay-nya sedang terkena amnesia, sudah syukur Alhamdulillah dia masih bisa mengingat yang lain juga tidak lupa dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Tak lama kemudian seseorang dengan seragam bertuliskan accept orders for delivery dari sebuah resto yang menjadi langganan Willy datang mengantarkan kotak makan yang pasti didalamnya berisikan menu makanan yang sudah dipesan oleh willy tadi.
Willy menerima semua pesanan yang dibawakan oleh kurir dan memberikan tips untuk upah lelahnya.
"Coba bawa sini Will gue mau lihat apa aja yg lo pesen"
Willy membuka tiap kotak satu persatu memperlihatkan pada Om Jay menu apa saja yang dia pesan.
"Ada nasi kepal, sup kimlo, daging lada hitam paprica, cah pakcoy, dan asinan jakarta"
Nasi Kepal
Sup kimlo
"Gimana cukupkan menunya Om? atau ada yang kurang?"
"Ini sebanyak ini apa habis kalo yang makan cuma kita berdua?"
"Kalo gak habis juga gak akan terbuang Om, bisa simpen di kulkas besok minta orang pantry untuk menghangatkan"
"Oh iya, gue lupa kalo pemilik RS XX ini kamu dul😂😂😂"
Sapi Lada Hitam Paprica
"Yang ini bilang lupa tapi wajar gak buat orang khawatir, tapi lo bilang lupa sama Rani bini lo yang bikin gue khawatir Om"
Gumam Willy pelan sambil menata semua menu makan malam itu di meja.
"Will lo gak sekalian delivery buahnya, gue biasa makan buah Will untuk cuci mulutnya"
"Ya udah nanti pesen minta beliin Tomi buah di kantin"
Willy mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Tomi bodyguard yang diperintahkan untuk menjaga Jay didepan bangsal.
Tiga puluh menit kemudian Tomi datang dengan menjijing keranjang parcel buahan.
"Permisi Boss ini pesanan anda"
Ucap Tomi sambil menyerahkan keranjang parcel buah ke Willy.
"Ok thanks ya Tom, lo sudah makan belum? kita makan bareng yuk"
__ADS_1
Ajak Willy ke Tomi.
"Emmm.... he... belum Boss, gakpapa nih gue ikut makan bareng Boss?"
Tanya Tomi sambil cengengesan.
Interaksi Willy dengan beberapa pegawainya khususnya bagian keamanan memang lebih akrab karena mereka lebih sering menangani masalah keamanan bersamanya saat di proyek maupun saat saat keritis.
Akhirnya ketiganya makan malam bersama, dengan semua menu diatas.
Setelahnya Tomi kembali menjalankan tugasnya berjaga di depan bangsal.
Dan Willy juga pamit pulang ke Om Jay-nya walau akhirnya lagi lagi Willy malah mampir ke ruang rawat Rani.
Paginya barulah Willy pulang kerumah saat petugas kebersihan masuk untuk membersihkan ruangan bersamaan dengan perawat yang bertugas membersihkan tubuh Rani dan mengganti pakaiannya.
Seperti biasa sesampainya di rumah Willy langsung melempar tubuhnya keatas kasur empuknya yang nyaman.
"Ah.... nyamannya, semoga kali ini bisa istirahat tanpa ada gangguan apapun"
Saat itu juga Willy langsung memejamkan matanya taklama sudah terbang kealam mimpinya.
Dikantor Kai sibuk mengerjakan semua pekerjaan yang sudah dimemokan oleh Willy, sehingga dia tak pagi harus mengganggu istirahat Willy.
Dan untuk makan siang Om Jay, Willy sudah berpesan kepada Tomi untuk mengurus makan siang Om jay.
Semua sudah diatur Willy dengan sangat apik, sehingga dia bisa istirahat total satu hari ini, karena besok daily date nya sangat padat penuh janji temu dengan beberapa klien perusahaan-nya.
Sorenya baru Willy bangun dari tidurnya, dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul empat sore, Willy segera bergegas bangun dan mandi.
Setelahnya Willy kembali keluar rumah dengan tujuan membelikan beberapa kebutuhan Om Jay-nya, seperti pisau dan cream cukur, juga beberapa snack dan tabloid bisnis terbaru.
Saat sedang sibuk mencari semua yang harus dibelinya tiba tiba tanpa di duga Willy kembali bertemu Jessy mantannya yang dulu meninggalkannya untuk laki laki lain demi harta tapi kembali lagi saat keluarganya diambang bangkrut dan berusaha untuk kembali mendapatkan cinta Willy agar bisa menaikkan tingkat sosial keluarganya dan menyelamatkan dari kebangkrutan.
Tapi sayang Willy bukan laki-laki yang mudah terjebak bujuk rayuan hanya karena kecantikan dan paha mulus wanita seperti Jessy.
"Hai Will.... how are you beb... "
Sapa Jessy sok hangat ketika dia melihat Willy dan langsung mendekat.
"Hai Jess, tak perlu bersikap berlebihan, kita tidak sedekat itu dan jaga sikapmu"
Balas sapa Willy yang menjadi dingin dan langsung mendorong Jessy membuat jarak darinya saat Jessy dengan sangat berani langsung menempel merangkul lengannya sehingga dua mochie kenyalnya menempel di lengan Willy.
Rasanya Willy sangat jijik padanya dengan tingkahnya yang memuakkan bukan membuat Willy simpatik yang ada justru Willy merasa alergi, mendadak dia merasa mual dan ingin muntah melihat tingkah Jessy yang lebih rendah dari seorang wanita penghibur.
*,Selamat membaca para readers akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walaupun telat update nya dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
Dan do'akan agar outhor tetap sehat sehingga bisa up tiap harinya.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘2👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍