Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Pertarungan Melawan Wolf Flores"


__ADS_3

Begitu melihat siapa yang datang, ketua kelompok Wolf Flores itu mengertakkan rahangnya dengan mata memerah penuh amarah dan dendam karena rencana yang sudah dia susun rapi untuk menghancurkan Ice harus berantakan.


"Bastards!!!... you guys who have come looking for hell for yourselves."


"Baj*ngan!!!... kalian yang sudah datang mencari neraka bagi diri kalian sendiri."


Teriak ketua kelompok Wolf Flores itu yang langsung bangkit berdiri dengan berpegang pada batang pohon.


"Ha.... ha.... ha..... I will make this place a grave for all of you."


"Ha.... ha.... ha..... aku akan menjadikan tempat ini kuburan bagi kalian semua."


Ucap laki-laki itu lalu mengeluarkan sebuah pil dari saku celananya.


"Bughhh.... bruakkkkk...."


Tepat ketika laki-laki itu hendak menelan pilnya, sebuah tendangan keras mengenai bagian kepalanya dengan telak tanpa dapat dihindarinya.


Ketua kelompok Wolf Flores itu terlempar dengan suara patah tulang yang sangat mengilukan saat kembali menghantam bantang pohon.


"You overestimate yourself, relying on something that doesn't come from your own abilities."


"Kau menganggap diri sendiri terlalu tinggi, bergantung pada sesuatu yang bukan berasal dari kemampuan diri sendiri."


Ucap Willy yang berdiri dengan tenang setelah kembali menendang laki-laki itu.


Namun dari matanya menyiratkan sebuah kemarahan yang sangat besar.


Rico, Alvin, Elvan, Jack dan black menatap Willy tanpa berkedip.


"Very beautiful".


"Sangat indah".


Ucap Alvin sambil menggelengkan kepalanya bersimpati pada laki-laki ketua kelompok Wolf Flores yang tergeletak mengenaskan tapi masih dalam keadaan sadar.


Willy yang berdiri dengan tubuh tanpa pakaian atas, yang memperlihatkan kulit putih dengan otot-otot yang proporsional pada tempatnya membuat mereka semakin takjub dengan sosok Boss muda mereka satu ini.


Mak yang masih berdiri dengan menatap laki-laki ketua kelompok Wolf Flores yang hanya mampu mengerang kesakitan, segera menatap kearah Rico dan lainnya.


"Remove all their fingernails and toenails, then cut off all their fingers, hands that have dared touch Ice, ears that have enjoyed all of Ice's cries and screams and let."


"Lepaskan semua kuku jari kaki dan tangan mereka, lalu potong semua jari jarinya, tangannya yang sudah berani menyentuh Ice, telinga yang sudah menikmati semua tangisan dan jeritan Ice dan keluarkan kedua bola mata mereka yang sudah berani melihat tubuh Ice."


"Don't let them die so easily in this place."


"Jangan sampai mereka mati dengan mudah di tempat ini."


Perintah Willy dengan tegas penuh aurat kemarahan dan keinginan membunuh.

__ADS_1


Willy lalu menatap kearah Ice yang tak sadarkan diri setelah Willy memeluknya.


"Maafkan aku karena datang terlambat, Kau tenang saja karena aku akan membalaskan semua perbuatan mareka padamu, aku janji akan membuat mereka merasakan apa itu neraka dunia."


Pertarungan antara orang-orang Willy dan kelompok Wolf Flores pun tak dapat di hindari .


Tempat itu menjadi penuh dengan suara pukulan dan teriak kesakitan.


Kombinasi kerjasama yang dilakukan oleh orang-orang Willy telah membuat semua anggota kelompok Wolf Flores benar-benar menjadi bulan bulanan orang-orang Willy.


Alvin yang tak begitu pandai beladiri dengan menggunakan knuckle miliknya terus melakukan pukulan yang membabi buta kearah wajah musuhnya.


Darah segar terus mengalir dari wajah orang itu yang saat ini berada di bawah tubuh Alvin.


Alvin sendiri duduk di atas tubuh orang itu dengan terus menghajar wajahnya menggunakan knuckle, bisa dibayangkan gimana jadinya bentuk wajah orang itu.


"Ha... ha.... ha... this is a lot of fun Black!"


"Ha... ha.... ha.... ini sangat menyenangkan Black!"


Teriak Rico yang terus bergerak dengan menggenggam pisau kecil ditangannya dia bergerak menusuk setiap musuh terdekatnya.


Setelah kehadiran Willy dan orang-orangnya, tiba-tiba anak buah dari kelompok Wolf Flores segera berdatangan ke tempat itu.


Willy sendiri hanya berdiri dengan tenang memperhatikan pertarungan yang sedang berlangsung di antara kedua kelompok tersebut.


"Who's there? Get out!"


Teriak Willy saat merasakan ada seseorang yang sedang bersembunyi di antara rerimbunan pohon dan semak-semak.


Setelah Willy meneriakkan kata-kata itu, tiba-tiba keluar seorang pria bertubuh tinggi besar berkulit hitam keluar dari arah bagian dalam hutan yang gelap.


Dengan langkah tenang, pria itu berjalan ketengah tengah mereka semua.


Setelah berada ditengah tengah diantara kedua kelompok yang sedang bertarung, laki-laki itu menatap kearah Willy dengan tersenyum.


"I didn't expect to find someone of such high ability in this place."


"Aku tidak menyangka akan menemukan seseorang yang memiliki kemampuan tinggi ditempat ini."


Ucap pria bertubuh tinggi besar berkulit hitam itu.


"I don't think you're one of them?"


"Aku merasa kau bukan bagian dari mereka?"


Tanya Willy yang berjalan mendekati pria itu.


Laki-laki berkulit hitam itu menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"I'm just a street fighter who likes to move around and overhears the sound of fighting in this place."


"Aku hanya petarung jalanan yang suka berpindah tempat dan tidak sengaja mendengar suara pertarungan di tempat ini."


Ucap laki-laki itu membuat alibi.


Willy tertawa kecil


"The classic reason is that a street fighter would not pass through a desolate and secluded place like this if he had no interest."


"Alasan klasik, petarung jalan tidak akan melewati tempat sunyi dan terpencil seperti ini jika tidak memiliki kepentingan."


Ucap Willy dengan tatapan tajam mengitimidasi lawan bicaranya.


Laki-laki itu bahkan tidak memperdulikan pandangan ganas Willy kepadanya.


"Introduce me Freddy."


"Perkenalkan aku Freddy."


Laki-laki itu dengan percaya diri memperkenalkan dirinya.


"I'm Willy, you can get out of here if you don't have any interest."


"Aku Willy, kau bisa pergi dari sini jika tidak memiliki kepentingan."


Alvin dan lainnya hanya diam memperhatikan keduanya.


Freddy menatap kearah Ice yang sedang tidak sadarkan diri dan berucap...


"I want the girl, can you give it to me?"


"Aku menginginkan gadis itu, apa kau bisa memberikannya padaku?"


Tanya Freddy dengan entengnya membuat Willy tak tahan lagi ingin menghajarnya.


Willy menggelengkan kepalanya dengan rahang yang mengeras.


"Show me all the skills you have, I'm so sick of your bullshit."


"Tunjukkan semua kemampuan yang kau miliki, aku sangat muak dengan omong kosongmu itu."


Ucap Willy dengan geramnya.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2