Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Ice Oh Ice"


__ADS_3

"Uhhh.... sakit sekali kepalaku"


"Aaakhhh...."


Teriak Ice yang langsung menutup mulutnya tidak percaya.


Ice mengedarkan pandangannya berkeliling tak ada yang salah ini benar kamarnya, lalu berhenti pada satu titik dimana Willy sedang tertidur di sampingnya dengan keadaan bertelanjang dada.


"Ya Tuhanku!... apa yang telah terjadi?"


Teriakan Ice menggema nyaring di kamar itu, membuat Willy yang lelah dan tertidur disampingnya terbangun karena merasa terganggu.


"Om... apa yang sudah kau lakukan padaku Om?"


Ice menggoyang goyangkan tubuh Willy, menunggu konfirmasi dari pemilik tubuh kekar yang masih tertidur di sampingnya.


"Eughhh.... berisik kenapa sih Ce"


Gumam Willy sedikit kaget waktu Ice membangunkannya seperti odong odong nabrak bentor.


Willy mengerjap ngerjapkan matanya yang terasa masih sulit untuk terbuka.


"Om apa yang sudah Om lakukan padaku Om?"


Tanpa pikir panjang Ice langsung menimpa tubuh Willy yang belum sempurna terjaga.


Gadis itu merengek seperti anak kecil yang minta jajan.


"Om... Ice tidak menyangka kita bisa seperti ini, maafkan Ice Om... semalam Ice terlalu pusing hingga mengikuti ajakan teman untuk minum sebotol anggur dan ikut mencobanya."


"Om kamu harus bertanggung jawab, setidaknya Ice masih suci sebelum Om renggut keperawanan Ice."


"Kau harus bertanggung jawab Om, ayo kita menikah sekarang juga."


Ice terus berbicara sendiri meminta pertanggung jawaban dari Willy, membuat Willy yang baru terbangun hanya bisa bengong dengan memijat pelipisnya mendengarkan Ice yang terus berkicau seperti burung di pagi hari.


"Eheeemmmm....."


Willy berdehem keras agar Ice menghentikan suara cemprengnya yang berisik.


Pelukan Ice terasa membangunkan sesuatu yang seharusnya masih aman di dalam sangkarnya.


"Om apa kamu tega melihat keadaan Ice seperti ini? Ice tidak punya siapa-siapa, kesucian Ice sudah Om renggut, lalu bagaimana Ice bisa menjalani hidup Ice."


"Ice!!!"


Nada suara Willy sedikit meninggi karena tak tahan merasakan yang dibawah mulai terbangun.


"Jangan salah paham dulu, cepat lepaskan tangan mu dari tubuhku, aku tidak nyaman jika harus menjelaskannya dengan posisi seperti ini."

__ADS_1


Ucap Willy yang langsung menyadarkan ice jika dirinya sedang dalam posisi berada diatas Willy.


"Ehh...."


Ucap Ice yang langsung melepas pelukannya dari tubuh Willy.


Ice menatap Willy dengan takut takut dan ada rona merah dipipinya saat melihat tubuh polos Willy yang menggoda mata Ice.


Tubuh yang kekar terlihat indah dengan kotak kotak roti sobek menghiasinya.


"Oh apakah tubuh ini yang semalam bersamaku? sialnya aku dalam keadaan mabuk."


Pikiran nakal Ice menggantikan segala ocehannya tadi begitu melihat bentuk tubuh Willy yang polos bagian atasnya.


"Ehemmm.... sudah puas menikmati tubuhku?"


Kata kata Willy membuyarkan lamunan Ice dan membuat rona merah baru di pipinya.


"Kenapa kau begitu yakin jika kita telah melakukan semua yang ada dikepalamu itu Ce?"


"Bukankah kau sendiri yang mengatakan kalau aku misophobia impotent?"


Astaga!!! Ice merasa tertusuk pedang, bulu bulunya meremang ngeri mendengar kata-kata Willy.


"Apa yang sebenarnya terjadi semalam, apa aku sudah membuat kekacauan yang sangat fatal?"


"Om jangan marah, maafkan Ice ya Om, sungguh Ice gak ngerti dengan yang Om katakan."


"Cih... jika kau berani mabuk sekali lagi aku tak akan segan memenjarakan mu Ce."


Gertak Willy menakut nakuti Ice.


"Tunggu dulu Om... Ice belum mendapat jawaban, apakah artinya semalam kita tidak melakukan itu itu?"


Ice memberi bahasa kode dengan kedua jari telunjuk saling menyatu, menjukkan arti itu yang ada dipikirannya.


"Bagaimana mungkin Ice.... kau bahkan sudah mengklaim aku seorang yang impotent, mana ada laki laki impotent yang bisa melakukan hal seperti itu."


"Plak!"


Ice menampar bibirnya sendiri.


"Matilah aku, apa sebenarnya yang telah terjadi dengan ku semalam? kenapa firasatku tidak enak begini."


Batin Ice yang mulai waspada.


Setelah memutar otaknya Ice mulai memberanikan diri untuk bertanya lagi perihal mereka tidur berdua.


"Tapi kenapa Om tidur dikamar Ice dan ini siapa yang memakaikan piyama ini?"

__ADS_1


"Semalem waktu kamu sudah gak sadar tuh, gue bantu gendong kamu ke kamar, ehh... kamu malah muntah, jadi setelah mandi gue gantiin baju kamu yang penuh muntahan, setelah itu karena terlalu mengantuk gue langsung ikut tertidur disini."


"Jangan mikir yang aneh aneh, gue gak akan nyentuh kamu sebelum halal Ce, empat tahun inget empat tahun lagi baru kita ke KUA."


"Yah kenapa tidak menyentuh si Om? apa aku terlalu tidak menarik dimatanya? ini sama sekali tidak sesuai dengan skenario yang sering aku baca di novel 21+."


Gerutu Ice dalam hati yang kumat isengnya.


"Tentang semalam gue akan memikirkan hukuman apa yang pas untuk kamu Ce, selain itu gue juga akan menuntut kamu atas semua umpatan dan tuduhan kamu."


Ucap Willy menggertak Ice tapi dengan menyembunyikan senyum kecil disudut bibirnya.


"Om... itu hanya omongan dari gadis polos yang sedang ngambek, jadi apapun yang aku katakan semalam jangan diambil hati ya Om, anggap angin lalu."


Rayu Ice berharap Willy tak akan menghukumnya.


"Ohh... maksudmu penghinaan dirimu padaku? impotent?"


Ucap Willy dengan tegas juga ekspresi yang mengerikan, dengan bibir menyunggingkan senyum sinis dan alis yang dinaik turunkan menggoda Ice atau menakut nakuti nih.


"Om maaf... beneran deh Ice gak bermasud menghina seperti itu suer deh ( sambil menunjukkan jari telunjuk dan tengah)."


'"Tapi jika yang Ice katakan semalam benar, Ice bisa menolong kamu Om, Ice punya kenalan seorang Dokter Spesialis Kelamin,Ice yakin impotent Om akan sembuh, tapi dia di Indonesia tidak disini Om."


Ice yang malang, bukannya meminta maaf tapi dia justru semakin membuat Willy berang.


Mendengar itu Willy langsung naik pitam seketika, seolah ada kumpulan asap yang tak kasat mata keluar dari kepalanya.


"Kenapa tidak kamu saja yang mengobati, ayo kita mulai praktek pengobatannya sekarang, setelah itu kamu akan mati dengan tenang di tanganku."


Gertak Willy menakut nakuti Ice sambil menekuk jari jarinya hingga berbunyi.


"Om... kamu bercanda kan?"


Tanya Ice yang mulai berkeringat dingin.


Willy mencengkram kedua tangan Ice kuat kuat, dan memposisikan tubuhnya diatas Ice dengan gaya yang seolah beneran akan melakukan adegan 21+, yang pastinya hanya menggertak Ice, Willy ingin tahu sekuat apa mental Ice.


"Sudah sana bangun mandi, gue gak tahan aroma tubuh kamu masih bau alkohol."


Disaat saat yang mendebarkan eh ternyata Willy merubah skenarionya.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa nambah up 1 bab untuk nampal yang bolong kemarin walau kemalaman dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2