Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Ice Yang Trauma"


__ADS_3

Dengan bersusah payah Freddy menceritakan alasan kedatangannya ke tempat ini kepada Willy.


Freddy mengatakan alasannya berada ditempat ini karena dia berniat untuk bergabung dengan kelompok Wolf Flores.


Dia juga mengatakan ingin balas dendam kepada seseorang hingga akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan kelompok Wolf Flores dan dia tahu jika hutan ini adalah markas kelompok Wolf Flores.


Willy dengan tenang terus mendengarkan cerita Freddy yang menjadi alasannya berada di hutan ini.


"Stupid! having a relationship with the Flores Wolf group means you become my main enemy. I can help you to take revenge, but I have one condition that you must do, how?.


"Bodoh! menjalin hubungan dengan kelompok Wolf Flores itu artinya kau menjadi musuh utamaku. Aku bisa saja membantumu untuk membalaskan dendam, tapi aku memiliki satu syarat yang harus kau lakukan, bagaimana."


Willy memiliki sedikit rasa sympatik untuk Freddy, tapi dia tidak menyesal sedikitpun atas apa yang sudah dia lakukan pada Freddy.


Willy memiliki pemikiran untuk tidak bersikap lembek terhadap semua musuhnya yang berani mengancam keselamatan orang-orang terdekatnya.


Begitu mendengar kata-kata Willy yang mau menolongnya balas dendam dengan melakukan satu syarat, Freddy menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Tell me the conditions sir, I will do my best."


"Katakan syaratnya Tuan, sebisa mungkin saya akan melakukannya."


Ucap Freddy dengan suara pelan menyetujui kesempatan yang diberikan oleh Willy.


Disisi lain


Ice yang sebelumnya sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri, kini mulai membuka matanya. Ice melihat keadaan disekitarnya dengan terdiam.


Air matanya kembali mengalir deras dengan sendirinya saat dia mengingat kembali kejadian yang dialaminya tadi.


Hatinya begitu sakit seperti tersayat pisau.


Ice benar benar merasa hancur. Ice melihat kearah Willy yang sedang berbicara dengan Freddy membahas persyaratan yang harus diselesaikan oleh Freddy terlebih dahulu untuk mendapatkan bantuan dari Willy agar keinginannya untuk balas dendam tersampaikan.


Ice kembali menutup matanya mencoba untuk menenangkan dirinya.


Ice sudah membulatkan tekadnya untuk pergi jauh guna mencari ketenangan.


"Pernah berada dititik ingin membalas dendam semua yang pernah menyakiti, ingin membuktikan pada mereka yang selalu meremehkan dan memandang sebelah mata yang menghina, Namun sekarang aku lebih memilih untuk hidup tenang dan dapat melakukan segala hal yang aku sukai. Itu sudah cukup untukku saat ini."

__ADS_1


Ucap Ice dalam hatinya mencoba menetralisir trauma atas kejadian yang baru dialaminya.


Sedangkan Rico, Jack, Alvin, Elvan dan anak buah Willy yang lainnya sudah bersiap-siap pergi dengan membawa semua anggota kelompok Wolf Flores yang sudah babak belur bersama mereka.


Setelah berbicara dengan Freddy, Willy menyadari jika masih ada anggota kelompok Wolf Flores lainnya.


Dikarenakan kondisi Ice yang sedang tidak baik baik saja, membuat Willy lebih mengutamakan keselamatan Ice.


Willy khawatir atas segala macam kemungkinan yang bisa saja terjadi di tempat ini.


Willy akhirnya memutuskan memberi perintah kepada Rico dan yang lainnya untuk membawa semua anggota kelompok Wolf Flores yang sudah tertangkap ke markas terlebih dahulu.


Kini ditempat itu hanya tersisa Willy dan Ice, Willy yang telah berada di dekat Ice segera duduk berjongkok di dekat Ice.


"Kamu sudah sadar sayank?"


Ucap Willy menanyakan keadaan Ice.


Karena malu memikirkan bagaimana Willy melihat keadaannya tadi yang tanpa penutup membuat Ice hanya diam dan terus menutup matanya tanpa menjawab pertanyaan Willy.


Willy tersenyum lalu membawa tubuh Ice dalam gendongannya tanpa permisi.


Ice yang sedang menutup matanya hanya bisa menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya bersuara.


Dengan teriakan tertahan.


Willy sama sekali tidak memperdulikan ucapan Ice, Willy terus membawanya dalam gendongannya menuju mobil.


Willy berdua Ice pun akhirnya pergi meninggalkan tempat itu dan menyusul rombongan Rico dan yang lainnya menuju kota.


Tak butuh lama untuk sampai kembali ke kota, sesampainya di kota Willy tak langsung kemarkas seperti yang lainnya.


Willy memilih membawa pulang Ice ke apartemennya lebih dulu, karena dia tau jika Ice butuh istirahat untuk menghilangkan traumanya.


"Ce lupakan hal buruk tadi, jangan di ingat ingat dan jadikan pelajaran agal lebih berhati hati kedepannya."


Ucap Willy yang kembali memeluk ice berusaha memberikan ketenangan pada ice.


Willy bahkan lupa jika saat ini Ice masih dalam keadaan terikat kaki dan tangannya, atau mungkin disengaja oleh Willy agar dia bisa sesuka hatinya mentoel toel Ice yang terikat.

__ADS_1


setelah puas memeluk Ice dan dirasaka Ice yang mulai merasa lebih tenang, barulah Willy melepaskan ikatan pada kaki dan tangan Ice


"Bughhh.... ini karena Om datang terlambat."


Sebuah tinjuan langsung mendarat di pipi Willy.


"Aduh... Ice kalo mau ninju aba aba dulu dong , kan sakit sayank."


Goda Willy yang pipinya langsung mendapatkan hadiah tinjuan dari Ice.


Setelahnya Ice langsung berlari masuk ke kamarnya dan menutupnya kembali dengan membanting pintu.


Willy yang melihat tingkah Ice hanya menggelengkan kepalanya dengan tertawa geli.


"Kamu polos banget Ce bikin gemes jadinya, gak sabar ingin jadiin kamu istri."


Ucap Willy sambil tertawa mengingat tingkah tadi.


Sementara itu di markas milik Willy.


Semua anggota kelompok Wolf Flores yang mereka tangkap sebelumnya, kini sedang menjalani penyiksaan sesuai yang di perintahkan oleh Willy.


Isi markas itu akhirnya ramai oleh teriakkan kesakitan dan raungan meminta ampunan oleh para anggota kelompok Wolf Flores.


Kini keadaan terbalik, yang sebelumnya anggota kelompok Wolf Flores itu menertawakan keadaan Ice yang dilecehkan, maka kini mereka yang sedang dijadikan tontonan dan ditertawakan setiap kali mereka menjerit dan meraung kesakitan saat bagian tubuhnya satu persatu di pisahkan dari pasangannya.


Alvin dan Elvan sebelumnya memilih pulang ke mansion Daddy-nya Willy, karena mereka tak sanggup untuk menyaksikan penyiksaan yang sedang berlangsung di markas saat ini.


Semua orang yang tinggal dimarkas adalah orang orang yang sudah terbiasa dengan kekerasan dan rata rata dari mereka memiliki sifat psikopat.


Psikopat itu sendiri adalah penyakit kejiwaan yang apa bila tak dikendalikan dapat sangat berbahaya bagi orang sekitarnya bahkan dapat membahayakan diri penderitanya sendiri.


Willy sengaja mengumpulkan mereka untuk tugas tugas seperti yang sedang berlangsung saat ini.


Mereka menyiksa musuh mereka dengan tertawa tanpa perasaan iba sedikitpun.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2