Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Carissa Putri Wijaya"


__ADS_3

Saat Ice memasuki ruang kerja dari pemilik Java** Park, yang dilihatnya seorang lelaki yang sedang duduk membelakanginya dan tampak sedang melihat kearah perkebunan bunga yang di balik kebun bunga itu sebenarnya ada area persawahan dengan petak petak sawah yang hijau ruyu-ruyu.


"Ini orang mentang mentang Boss, kayak gak nganggap bener, sudah tau ada tamu tapi malah membelakangi."


Ucap batin Ice yang merasa agak tak suka dengan sikap Boss Java** Park ini terhadap tamunya yang tak lain dirinya sendiri.


"Selamat siang Tuan, saya Carissa yang ingin mengajukan penawaran kerjasama dengan Java** Park."


Ucap Ice memperkenalkan dirinya saat melihat reaksi Boss Java** Park yang seolah tak menghiraukannya atau memang tak tahu dirinya ada.


Begitu mendengar suara Ice, pria yang merupakan Boss Java** Park memutar kursi kerjanya hingga menghadap Ice dan tampaklah wajah orang yang sudah tak asing bagi Ice.


Seketika Ice langsung membelalakkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Hah... ini kamu mas? beneran kamu bukan sih? kok kamu gak bilang dari awal kalo kamu yang punya Java** Park?"


Ucap Ice yang merasa seperti kena prank, mulai mengucapkan banyak pertanyaan bertubi-tubi seperti petasan cabe.


"Silahkan duduk dulu nona, jaga sikap anda dan lebih profesional, saya jawab pertanyaan anda lebih dulu, itu karena anda tidak pernah bertanya sebelumnya ke pada saya."


"Ok sekarang silahkan duduk, lalu silahkan mempresentasikan proyek kerjasama yang anda tawarkan kepada Java** Park itu ke saya."


Ucap si ganteng Fathir yang ternyata pemilik dari Java** Park.


Ice lebih dulu memberikan map berisi file format penawaran kerjasama yang akan dia tawarkan ke pihak Java** Park itu kepada si ganteng.


Lalu Ice mulai menyampaikan presentasi nya sesuai dengan penawaran yang tertulis di dalam file penawaran yang dia berikan tadi.


Kali ini Ice menyampaikan presentasinya lebih meluas lagi dari yang sudah dia sampaikan sebelumnya ke si ganteng tadi pagi saat mereka ngeprint file format penawaran kerjasamanya.


Fathir dengan serius mendengarkan dan memperhatikan dengan detail tiap poin yang disampaikan oleh Ice.


Dari tiap poin penawaran dan cara Ice menyampaikan presentasinya membuat Fathir justru berpikir siapa sebenarnya gadis di depannya ini, tidak mungkin seorang gadis biasa walaupun dari keluarga kaya sekalipun bisa membuat penawaran dan memberikan presentasi yang sangat matang seperti yang dilakukan oleh Ice.

__ADS_1


"Gadis ini bukan gadis biasa, semua yang dia sampaikan menunjukkan jika dia sangat berpengalaman dalam bisnis dan ilmu ekonomi."


Pikir Fathir setelah membaca dan mendengarkan semua presentasi yang disampaikan oleh Ice.


"Nona siapa sebenarnya anda? apa pendidikan terakhir anda? dan lulusan universitas mana?"


Tanya Fathir yang mulai memiliki banyak pertanyaan tentang Ice.


"Tadi saya sudah memperkenalkan nama saya Carissa Putri Wijaya, dan apakah diperlukan CV lengkap saya untuk kerjasama ini, saat ini saya tidak sedang melamar pekerjaan tapi sedang mengajukan penawaran kerjasama dengan anda Tuan."


Ucap Ice yang mulai lelah karena si ganteng tak memberikan tanggapan atau jawaban yes or not untuk penawaran kerjasama yang diajukannya. Tapi justru menanyakan hal-hal lain yang sebenarnya tak ada hubungannya dengan kerjasama yang diajukannya.


"Maaf nona bukan maksud saya membuat anda tak nyaman dengan pertanyaan saya, hanya saja Anda jauh dari yang saya duga, Anda tampak sangat berpengalaman dalam bisnis dan jelas menunjukkan jika Anda bukan gadis biasa."


"Saya hanya butuh jawaban apakah Anda menerima penawaran kerjasama Saya atau tidak, hanya itu."


"Baiklah kembali ke penawaran kerjasama yang Anda ajukan, saya setuju dan saya akan membuat kontrak kerjasama kita."


Ucap Fathir sambil menandatangani penawaran kerjasama yang di ajukan oleh Ice.


"Terimakasih Tuan untuk tanda tangannya dan telah menyetujui kerjasama ini."


Ucap Ice lalu berdiri dan mulai menyalami Fathir selaku Boss dari Java** Park


"Nona bisa ikut saya berkeliling melihat-lihat area perkebunan dan persawahan disini."


Ucap Fathir mengajak Ice untuk berkeliling sekitar area perkebunan dan persawahan yang dia kelola hingga berkembang seperti saat ini.


Ice dengan senang hati mengiyakan ajakan siganteng Fathir Boss Java** Park.


"Baiklah akan lebih baik begitu."


Ice akhirnya mengikuti Fathir berkeliling berkeliling area perkebunan dan persawahan Java** Park.

__ADS_1


Ice juga ikut menyaksikan bagaimana Fathir membersihkan dan merawat perkebunannya, mulai dari memetik dan membuang daun daun yang berlubang dan berhama juga berulat.


Saat berkeliling di area kebun bunga, Fathir mulai menunjukkan beberapa lokasi yang strategis untuk toko bunga milik Ice kedepannya.


Setelah menyelesaikan area kebun, Fathir lanjut turun ke sawah, memastikan jika panen kali ini mereka akan mendapatkan hasil panen yang baik.


Mereka juga sempat makan siang bersama setelah dari perkebunan sebelum akhirnya mulai ke sawah.


Fathir melihat jam tangannya yang menunjukkan hari mulai sore dan sudah seharusnya untuk mereka berdua pulang.


"Ce kita pulang yuk sudah sore, besok lagi kita mulai memikirkan membangun toko bunga kamu di area yang tadi sudah saya tunjukkan."


Ucap Fathir dan mulai mengajak Ice untuk pulang begitu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya menunjukkan jam lima lebih


"Iya Mas, kita terlalu menikmati kegiatan berkebun, sampe lupa waktu."


Ucap Ice yang mulai bicara santai, karena bicara dengan bahasa formal itu terasa banget kakunya tadi.


"Ya udah kita langsung pulang ya, tapi kamu tunggu di dekat parkiran karena gue mesti bercuci dulu."


"Iya mas, tapi jangan lama-lama gak usah mandi nanti keburu kemaleman, mandi kalo sudah sampai di kost kostan aja."


Setelah bercuci tangan, Fahri langsung kembali ke tempat dirinya memarkirkan motornya, disana dilihatnya Ice yang sedang menunggunya.


"Gak disangka ternyata gadis aneh yang hobi tawuran itu seorang yang ahli dalam bisnis."


"Memang bener, kita gak bisa asal tebak orang hanya dari melihat casingnya doang, gue yakin dia bukan gadis biasa."


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum fit juga kondisi anak yang Alhamdulillah baru mulai sehat ditambah juga sibuk karena anak yang sedang ulangan PAS, semoga saja terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2