Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Willy Korban KDRT"


__ADS_3

Setelah mendengar semua cerita pemuda itu, lalu laki laki itu mulai memeriksa data semua pemuda itu apakah benar mereka adalah para mahasiswa penerima beasiswa, dan ternyata terbukti jika itu benar.


Laki laki itu lalu memerintahkan anak buahnya untuk merawat sementara pemuda yang menjadi sansak tinju laki laki itu, yang saat ini pemuda itu sedang sekarat.


"Untuk saat ini kalian harus menginap disini sampai Boss datang, berdoa saja dia akan memaafkan kalian semuanya."


Ucap laki laki itu sebelum berlalu pergi meninggalkan para pemuda itu.


Sementara di ruangan yang lain para gadis juga sedang ketakutan sehingga mereka tidak bisa berkata apa-apa.


"Jawab jangan diam saja!!!... apa yang membuat kalian dikumpulkan disini? atau kalian ingin mengenakan tas atau sepatu dari kulit teman kalian."


Teriak laki laki berambut gimbal itu sambil menempelkan pisau bergigi itu di wajah salah satu gadis yang membuat si gadis berteriak.


"Aaaaa.... jangan sentuh aku!!!....jangan sakiti aku!!!..... please jauhkan pisau ini!!!...."


Teriak gadis itu histeris yang membuat laki laki tertawa tergelak.


"Ok manis, kau tak ingin kulitmu yang cantik ini dijadikan tas bukan?"


Ucap laki laki berambut gimbal itu yang dijawab anggukan oleh gadis tadi.


"Good girl, sekarang jawab apa kau ingat kenapa dan apa penyebab kalian semua dikumpulkan disini? jika tak ingin kulit wajahmu yang cantik ini menjadi tas coleksi terbaruku."


Ucap laki laki berambut gimbal itu.


'I... iiiyaa... aku tau ini karena Brigitta Marquise yang memaksa kami untuk menjebak Ice bla.... bla... bla..."


Gadis itu lalu menceritakan semuanya bahkan tanpa berhenti sekedar untuk bernafas.


Yang membuat gadis itu lalu terbatuk-batuk setelah selesai mengatakan semuanya karena kehabisan pasokan oksigen di paru parunya.


"Gadis bodoh, kenapa tidak bernafas hah? apa kau ingin segera mati?"


Kata laki laki itu lalu memberikan menyodorkan minum lengkap dengan pipetnya untuk mempermudah gadis itu meminumnya karena keadaan tangannya yang terikat dan tak dapat memegang gelas.


Setelah gadis itu lebih tenang dan mulai bisa bernafas dengan lega tanpa terbatuk-batuk, laki laki itu mulai pergi meninggalkan para gadis itu setelah berpesan beberapa kata.


"Malam ini silahkan nikmati tidur kalian disini, dan berdo'a saja semoga Boss memaafkan kalian dan membolehkan kalian kembali kerumah kalian masing-masing."

__ADS_1


Setelah mengucapkan beberapa patah kata, laki laki berambut gimbal itu pun pergi, dan mengunci para gadis itu disana.


Sementara Willy malam itu tidak dapat tidur karena beberapa kali Ice yang mengigau karena terbawa trauma yang baru dialaminya, bahkan Willy beberapa kali terkena tinjuan dari gadis kecil pemakai sabuk hitam taekwondo itu saat berusaha menenangkan Ice.


"Aaaa... lepasin b*ji**an kalian semua, bug... bug... bug... lepasin!!!..."


Teriak Ice saat mengigau dan melakukan beberapa pukulan saat Willy berusaha menenangkannya.


"Sadar Ce, aw... aw... sakit Ce, ini gue Ce gini amat sih ngigaunya nih bocil mentang mentang jago taekwondo."


Willy yang dibuat kerepotan oleh Ice harus menerima beberapa pukulan dari gadis kecil saat akan menenangkannya.


Tak ada cara lain lagi sebelum Ice melukai dirinya sendiri dengan sembarangan memukul dan menendang, akhirnya Willy membopong Ice ke kamar mandi walau harus mendapatkan banyak pukulan.


"Byurrrrrr......"


Suara air saat Willy menceburkan Ice ke dalam bak air di kamar mandi.


Ice yang diceburkan Willy ke dalam bak air sempat tenggelam sebelum akhirnya muncul dengan keadaan terbatuk-batuk dan mulai membuka matanya.


"Hah.. hup... uhuk... uhuk.... uhukkk....."


Teriak Ice yang sudah mulai sadar dan berusaha keluar dari dalam bak air.


"Mandi sekalian yang bersih, baru nanti kita hitung hitungan pantes gak kamu marah marah"


Teriak Willy dari luar sambil mengompres beberapa luka lebam di wajahnya.


Ice yang mendengar suara Willy yang tampaknya sedang marah, buru buru mandi dan segera mengenakan piyama handuknya sebelum keluar.


Saat keluar dari kamar mandi, Ice berjalan sepelan mungkin agar tidak diketahui Willy.


"Tidak perlu mengendap endap begitu jalannya, buruan pakai baju dan kita mulai perhitungannya."


Kata Willy yang sedang duduk membelakangi posisi Ice, dan masih mengompres luka lebam akibat pukulan Ice di wajahnya.


Ice yang mendengar kata-kata Willy segera berlari ke dalam kamarnya untuk berpakaian, setelah itu dengan patuh dia datang menghadap Willy.


"Duduk dan perhatikan bagaimana keadaan gue?"

__ADS_1


Ucap Willy masih sambil mengompres luka memar di wajahnya.


"Om ada apa dengan wajahmu? kenapa penuh memar? siapa yang sudah berhasil memukuli wajahmu itu Om?"


Tanya Ice bertubi tubi tanpa ada rasa bersalah karena memang dia tidak ingat.


"Sini biar Ice bantu kompres Om"


Ucap Ice yang menawarkan diri untuk menolong Willy mengompres luka memarnya.


Pertanyaan Ice hanya dijawab dengan tatapan tajam dari Willy sebelum akhirnya Willy memperlihatkan rekaman CCTV saat saat Ice sedang melakukan KDRT padanya.


"Kamu lihat sendiri nih siapa yang sudah melakukan KDRT ke gue."


Ucap Willy sambil mendorong Notebook miliknya yang sedang memutar rekaman CCTV saat saat Ice sedang mengingau tadi ke hadapan Ice.


Ice yang menonton rekaman CCTV itu sampai membuka mulutnya menganga sebelum akhirnya menutupinya dengan kedua tangannya lalu tertawa gelak.


"Aha... ha... ha... beneran asli nih rekaman? masa sih gue merem sambil ngamuk kayak gitu? Om maafin ya... beneran deh Ice juga baru kali ini mukulin orang sambil tidur."


Ucap Ice setelah puas tertawa.


"Ce... gak usah bahas ini dulu, sekarang ceritakan bagaimana lo bisa ke night club xx dan lo masih inget gak kalo lo itu hampir jadi korban perkosaan?"


Tanya Willy pada Ice yang langsung berubah murung.


"Maaf Om, Ice awalnya cuma ngukutin temen yang karena ada tugas kelompok dari kampus dan mereka ngajakin kesana buat bahas itu rencananya."


'Hah... tapi entah kenapa tiba-tiba kepala Ice pusing dan mulai tidak fokus, selanjutnya Ice tidak begitu ingat, yang Ice ingat ada beberapa cowok mau berbuat tidak senonoh pada Ice tapi Ice masih bisa memukul beberapa orang diantara mereka, cuma itu yang Ice ingat."


Ucap Ice menceritakan semua yang dia ingat walau hanya sepotong sepotong.


"Apa kamu tahu kalo kamu di jebak oleh mereka? apa kamu mengenal Brigitta Marquise? atau pernah bertemu dengannya?"


Tanya Willy lebih lanjut pada Ice.


*Alhamdulillah akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya dan bisa up tepat waktu ya gaes, walau hanya bisa up 1 bab, do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2