Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Yes!!! Yes... Akhirnya"


__ADS_3

"Mama Mika cudah di curga, kata Ayah Mama celalu melihat Mika dan Mito dayi curga."


ucap gadis kecil yang membuat Ice terpaku berusaha mencerna kata-kata gadis kecil ini.


"Maaf.... kakak tidak tahu."


Ice lalu menunduk untuk memeluk kedua bocah kembar itu.


Ice tak pernah mengira jika Ibu dari kedua bocah kembar ini telah tiada, dan Ice yang memang kadang kumat lemotnya langsung asal nyeplos,


"Om... jadi kamu selama ini duda! kenapa gak pernah bilang?"


Kata Ice nyeplos begitu saja tanpa berpikir apakah kata-katanya benar atau salah.


"Uhukkkk.... huk.... hukkkk...."


Kaizar yang sedang minum langsung tersedak begitu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Ice.


"Maaf.... maaf.... cuma kaget doang, gak usah perduliin gue oke!"


Ucap Kaizar begitu semua mata beralih menatapnya.


"Emang kenapa Om kepo kok langsung keselak tadi? kan Ice cuma ngomong sesuai yang dikatakan Mika!"


Ucap Ice merasa yakin jika yang di ucapkannya benar dan bukan sekedar asumsi tanpa alasan yang pasti.


"Ehmmm.... kalo itu tanya aja langsung sama si Om duda bwuaaahahaa....."


Ucap Kai dan langsung disusul tawa ngakaknya karena sudah gak tahan dengan kata-kata Ice yang menyebut Willy duda.


Kasihan banget si Om Willy, bujang rasa duda ini namanya ya wkwkwkk.


"Eitt dah... gua di bilang duda, kamu mau ngerasain bujang rasa duda ya Ce? ayo kita ke KUA neng."


Kata Willy menyambung ledekan Kaizar tadi balik ngeledekin Ice.


Ice yang di ledekin mulai nyadar kalo asumsinya tentang Willy selama ini salah, dan si Om ternyata juga bukan duda.


"Kalo bukan duda apa namanya Om? laki punya anak tapi gak punya istri?"

__ADS_1


Tanya Ice yang lagi lagi membuat Kaizar tertawa ngakak terbahak bahak, tetapi beda dengan kedua bocah kembar yang menatap manusia dewasa di depan mereka dengan pandangan tidak suka.


Mika dan Miko merasa tidak di acuhkan membuat mereka cemberut dan menarik tangan Willy mulai merengek minta pulang.


"Ayah.... ayo kita puyan, Ayah gak boyeh pelgi pelgi lagi."


Rengek Mika yang sudah tak sabar dengan percakapan ketiga manusia dewasa itu.


"Iya Ayah, Miko juga jadi kesepian gak ada yang ngajarin tinju, Miko kan harus kuat dan hebat biar bisa jagain Mika."


Ucap si ganteng Miko sambil mulai mengeluarkan snack dari dalam tas punggung kecil punya Mika.


"Iya kita akan pulang, tapi kedua anak Ayah harus bisa merayu ka Ice untuk pulang okey boy!"


Kata Willy menjawab ajakan kedua anak kembarnya itu.


"Tadi Mika cudah ajak ajumma uncuk puyan, Mito juda."


Jawab sicantik Mika yang belum bisa bicara dengan fasih dan masih cedal, membuat yang mendengarnya ingin mencubit pipi cubby-nya gemas.


"Baiklah kita akan pulang, jangan menangis lagi ya sayangnya Ayah, sini peluk Ayah dulu."


Sikecil Mika kembali mendekati Willy dan duduk di pangkuan Willy sambil memeluknya. Willy pun mulai memulai ceritanya kepada Ice.


Kata Willy yang merasa yakin jika sekaranglah saat yang tepat untuk menceritakan kebenarannya kepada Ice.


Ice lalu mendekat dan duduk di kursi dekat brankar Willy, siap mendengarkan cerita Willy.


"Mika dan Miko adalah anak adopsi gue, mereka sebenarnya anak dari Om Sanjaya dan istrinya, tapi karena kecelakaan pesawat kini kedua bocah kembar ini jadi yatim piatu, sampe di sini kamu sekarang tahukan? apa kamu masih menolak untuk menerima lamaran gue dan masih gak mau ikutan pulang?"


Setelah bercerita singkat, Willy tak mau menyia nyiakan kesempatan yang ada dan langsung menanyakan kesediaan Ice untuk ikut pulang dan menikah dengannya.


Pertanyaan Willy yang blak blakan itu sukses membuat Ice gugup dan pipinya mulai merona karena malu, bukan cuma malu karena Willy mengatakan kata menikah tapi juga malu karena selama ini Ice sudah salah mengira.


"Jadi gimana Ce kamu maukan? demi burung gue ini Ce.... emang kalo bukan sama istri terus nih burung harus di terapi oleh siapa?"


Wah ini si Om ya.... kirain serius ngomongin nikah, kenapa ujungnya malah bahas burung? wkwkwkk.


Muka Ice kembali memerah merona karena Willy yang langsung nyambung bicarain burungnya yang sekarat dan butuh terapi.

__ADS_1


"Bwuaaahahaa bro elo sudah kebelet ya? gak romantis banget masa ngelamar ngajakin nikah begini caranya?"


Kaizar kembali tertawa ngakak mendengar kata-kata Willy yang ngajakin nikah dan bahas burung.


"Iya nih si Om gak jelas banget, gak ada tempat yang romantis apa? padahal Ice bayanginnya di lamar pas dinner romantis."


Ucap Ice sambil berdiri menggendong Mika agar tak terlalu lama diatas pangkuan Willy.


Ice perhatiin Willy mulai gelisah menahan sakit karena memangku Mika yang sudah dipastiin membuat burungnya susah bernapas dan mungkin bisa tambah parah.


Willy merasa lega setelah Mika diambil alih kepangkuan Ice, dan kembali meminta jawaban Ice.


"Gimana Ce kamu mau kan? nanti pulang dari sini baru kita buat acara dinner romantis."


Rayu Willy mengharapkan gadis kecil yang dicintainya ini mau menerimanya.


Karena malu Ice hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan Willy.


"Yes!!! yes... akhirnya, Kai lo lihatkan akhirnya dia setuju, Ice nerima lamaran gue bro, ayo buruan urus ijin keluar dari Rumah Sakit ini lalu lo urus semua surat surat buat pernikahan gue sama Ice."


Entah harus ikutan bahagia atau harus menangis, karena lagi lagi semuanya harus Kaizar yang mengurusnya pada akhirnya.


Muka Ice semakin memerah entah sudah seperti apa warnanya yang jelas rasanya pasti panas, Ice cuma bisa menyembunyikan wajahnya dengan pura pura mencium pipi cubby Mika.


"Jadi Ajumma yann atan jadi mama Mika cama Mito ya?"


Tanya si cantik Mika yang mulai mengeratkan pelukannya pada Ice.


"Iya sayang, Mika senangkan? mulai sekarang tidak ada yang boleh nakal dan bandel lagi ya?"


Kata Willy menjawab pertanyaan si cantik Mika.


"Dan Miko tangannya sudah gak boleh nakal kalo bobok ya! karena yang di Mama Ice itu sekarang punya ayah okey boy?"


Kata kata Willy yang ambigu yang tak dimengerti Ice ini selain Willy, Mika dan Kaizar yang hapal betul gimana nakalnya tangan Miko jika tidur, cuma dijawab dengan acungan jempol oleh si ganteng Miko


*Selamat membaca para readers akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab disela sela kesibukan outhor setelah sekian lama absen gak update bab.


Dan semoga outhor bisa kembali up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2